Kemenkes: Kasus Covid-19 dan Angka Kematian di Indonesia Terus Turun

Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan kasus Covid-19 dan angka kematian di Indonesia terus mengalami penurunan.


zoom-inlihat foto
Juru-Bicara-Kementerian-Kesehatan-dr-Siti-Nadia-Tarmizi.jpg
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI dr. Siti Nadia Tarmizi M. Epid


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, mengatakan terus terjani penurunan kasus Covid-19 dan angka kematian di Indonesia.

Hal ini disampaikan Siti Nadia dalam keterangan pers pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (15/9/2021).

"Tren penurunan kasus Covid-19 di Indonesia dan angka kematian terus turun berlanjut. Ini adalah berita baik untuk kita semua," kata Siti Nadia, dikutip TribunnewsWiki.

Ia menjelaskan secara nasional terjadi penurunan kasus mingguan sebanyak 30 persen dan penurunan jumlah kematian sebesar 23 persen.

Meski demikian, masih ada 3 provinsi yang mencatatkan insidensi dan angka kematian relatif tinggi.

Ketiga provinsi tersebut adalah Provinsi Kalimantan Utara, Bangka Belitung, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca: Kemenkes Mencatat Tren Penurunan Kasus Konfirmasi dan Kematian Covid-19 dalam 3-4 Minggu Terakhir

Baca: Dokter Reisa: Semua Vaksin yang Disediakan Pemerintah Indonesia Aman, Bermutu, dan Berkhasiat

Sementara itu, Siti nadia memaparkan bahwa angka tes nasional sudah meningkat menjadi 3,57 orang yang diperiksa per 1.000 penduduk per minggu.

Capaian tersebut melebihi standar organisasi kesehatan dunia (WHO), yaitu 1 orang yang diperiksa per seminggu.

"Seluruh provinsi saat ini telah mencapai standar minimal tersebut dengan beberapa provinsi yang mencatakan testing rate yang cukup tinggi yaitiu di Provinsi Bali, Riau, Kalimantan Timur, DKI Jakarta," papar Siti Nadia.

Siti Nadia mengatakan bahwa positivity rate nasional juga sudah mencapai angka empat persen, kurang dari 5 persen sesuai dengan standard WHO.

Namun, masih ada 8 provinsi yang masih memiliki angka positivity rate lebih dari 5 persen.

Lonjakan Kasus Covid-19 Kedua Bisa Ditekan

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan strategi pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Indonesia selama lonjakan kasus kedua pada pertengahan Juli 2021 yang berhasil ditekan dengan maksimal hingga saat ini.

Hal ini disampaikan Wiku dalam keterangan pers yang ditayangkan di kanal YouTube Kompas TV, Selasa (14/9/2021).

Wiku memaparkan bahwa per minggu ini, laju kasus nasional telah konsisten mengalami penurunan selama delapan minggu berturut-turut.

Kasus di minggu ini telah turun 88,9 persen dibandingkan dengan puncak kedua.

Bahkan, jumlah kasus minggu ini lebih rendah dibandingkan puncak pertama dan mendekati titik kasus terendah pada 10 Mei 2021 lalu.

"Penekanan kasus ini tercapai karena kerja sama pemerintah yang bergerak cepat menyusun kebijakan dan seluruh lapisan masyarkaat yang kooperatif dalam menerapkan disliplin," kata Wiku, dikutip TribunnewsWiki.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito (Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional)

Baca: Wiku Adisasmito

Wiku memaparkan bahwa langkah-langkah yang diambil adalah begitu kasus meningkat, pemerintah langsung menetapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang dilanjutkan dengan pembatasan lebih ketat atau PPKM level 1-4 yang dilaksanakan pada 26 Juli 2021 hingga saat ini.

Wiku menerangkan pemerintah juga mengatur perjalanan baik dalam negeri maupun luar negeri. Kebijakan itu dievaluasi setiap minggunya melalui rapat koordinasi rutin pusat dan daerah.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved