Soekanto Tjokrodiatmodjo

Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang pertama.


zoom-inlihat foto
Soekanto-Tjokrodiatmodjo-1.jpg
Kolase Tribunnews.com
Komisaris Jenderal Polisi Soekanto Tjokrodiatmodjo

Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang pertama.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang pertama.

Ia dikenal sebagai bapak Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang menjabat dari 29 September 1945 hingga 14 Desember 1959.

Bahkan dia dan SM Amin Nasution diberi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November.

Penganugerahan gelar terhadap Soekanto tersebut merupakan pengakuan atas jasanya meletakkan dan membangun institusi Polri. (1)  (2) 

Baca: Kolonel D.I. Panjaitan

Raden Said Soekanto
Raden Said Soekanto (polri.go.id)

  • Kehidupan Pribadi #


Kapolri pertama Indonesia muncul pada tahun 1945.

Soekanto Tjokrodiatmodjo dilantik oleh Presiden Soekarno untuk dijadikan Kepala Kepolisisn Negara.

Jenderal Soekanto Tjokrodiatmojo tetap menjabat sebagai Kapolri, setelah Negara Kesatuan RI dibentuk pada 17 Agustus 1950 dan diberlakukannya UUDS 1950 dengan sistem parlementer.

Pada saat itu, Soekanto Tjokrodiatmodjo bertanggung jawab kepada perdana menteri atau presiden.

Soekanto Tjokrodiatmodjo lahir di Bogor, 7 Juni 1908.

Ia juga mendirikan Markas Besar Kepolisian RI di Jakarta Selatan.

Sokanto mendirikan Markas tersebut di Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang dikenal dengan sebutan Markas Besar Djawatan Kepolisian Negara RI (DKN).

Gedung tersebut telah diresmikan Soekanto Tjokrodiatmodjo pada 17 Agustus 1952.

Bahkan gedung ini menjadi gedung perkantoran termegah setelah Istana Negara.

Pada tahun 1955, Soekanto Tjokrodiatmodjo meresmikan motto Polri, yakni "Tri Brata dan Catur Prasetya".

Motto tersebut diciptakan oleh Prof Djoko Sutono SH.

Selain itu, Soekanto Tjokrodiatmodjo juga ikut dalam mendirikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakarta.

Saat itu, ia mendirikan bersama Prof Djoko Sutono SH, Prof Supomo, dan Sultan Hamengku Buwono IX. Dulu PTIK disebut dengan Akademi Polisi di Mertoyudan.

Tujuannya dibentuknya Akademi Polisi adalah untuk mencetak polisi yang pandai, modern, dan tanggap pada kemajuan zaman.

Soekanto Tjokrodiatmodjo juga mengirimkan banyak perwira Polri untuk belajar kepolisian di Amerika Serikat.

Perwira tersebut antara lain Hoegeng Imam Santoso, Awaloedin Djamin, Mohammad Hasan, dan Widodo Budidarmo, yang semuanya pernah menjadi Kapolri.

Disisi lain, Soekanto Tjokrodiatmodjo juga berperan dalam pembentukan sejumlah kesatuan di institusi kepolisian.

Hingga, ia memelopori pembentukan Brigade Mobil (Brimob), pasukan khusus Polri, mendirikan pusat pendidikan Brimob di Prong serta Satuan Polisi Perairan dan Udara.

Namun, selama ia mengemban jabatan sebagai Kapolri, Soekanto sempat menyatakan keberatan terhadap rencana Presiden Soekarno membentuk ABRI yang terdiri dari Angkatan Perang dan Angkatan Kepolisian.

Hal ini disebabkan Soekanto merasa keberatan, karena ia ingin menjaga profesionalisme kepolisian.

Akan tetapi, ABRI dibentuk melalui Tap MPRS Nomor II dan III pada tahun 1960.

Berdasarkan aturan itu, ABRI terdiri atas Angkatan Perang dan Polisi Negara.

Pada tahun sebelumnya, tepatnya pada 15 Desember 1959, Soekanto telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kapolri/Menteri Muda Kepolisian.

Pangkat terakhir Soekanto adalah komisaris jenderal polisi atau letnan jenderal. Pangkatnya dinaikkan menjadi jenderal polisi (purnawirawan) pada tahun 1968. (3) 

Baca: Ahmad Yani

 

  • Perhargaan #


- Pada tahun 1961, Soekanto mendapat penghargaan berupa Satya Lencana berdasarkan Keputusan Presiden RI tertanggal 18 Mei 1961, yakni Satya Lencana Peringatan Perjuangan, Satya Lencana Karya Bhakti, Satya Lencana Jana Utama dan Satya Lencana Karya Setia Kelas I.

- Kenaikan pangkat kehormatan menjadi Jenderal Polisis berdasarkan Keputusan Presiden No. 168/ABRI/1968 tanggal 28 Juni 1968, dan mendapatkan penganugerahan Bintang Mahaputra Adipradana yang telah diputuskan Presiden No.025/tk/1968 tanggal 1 Juni 1968.

- Pada 1 Juli 1968 yang bertepatan dengan Peringatan Hari Bhayangkara XXII di Lapangan MABAK, Presiden Soeharto menyematkan Bintang Mahaputra Adipradana kepada Jenderal Polisi, Soekanto Tjokrodiatmodjo.

- Pengakuan pemerintah pada jasa-jasa Soekanto, yang diberikan dalam Keputusan Menhankam/ Pangab No.Kep/B/367.1968 pada 17 September 1968 tentang Penganugerahan Satya Lencana PKI dan Satya Lencana PK II, Satya Lencana GOM I sampai VII dan Satya Lencana Sapta Marga.

- Pada tanggal 5 Oktober 1968, bertepatan dengan Hari ABRI, Soekanto dianugrahi Bintang Dharma sebagai penghormatan atas darma baktinya terhadap bangsa dan negara melalui Keputusan Presiden No.94/43/1968 tanggal 4 Oktober 1968.

- Pada tanggal 1 Juli 1969, Soekanto dianugerahi Bintang Bhanyangkara Utama Kelas I dan Satya Lencana Dasa Warsa yang disematkan oleh Hoegeng Iman Santoso selaku Kapolri, yang berdasarkan Keputusan Presiden RI No.020/TK/69 dan 022/TK/69 tanggal 1 Juli 1969. (2)

Baca: Kolonel Abdul Latief

  • Kematian #


Soekanto Tjokrodiatmodjo meninggal pada tanggal 25 Agustus 1993 dan dimakamkan satu liang lahat dengan istrinya di TPU Tanah Kusir, Jakarta.

Namanya diabadikan dalam nama sebuah rumah sakit di Jakarta, yakni Rumah Sakit Polri Soekanto yang berada di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Setelah 27 tahun kematiannya, Soekanto diberi gelar Pahlawan Nasional oleh negara yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020.

Gelar tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas jasanya meletakkan dan membangun institusi Polri. (1) (2)

Baca: Tan Malaka

(Tribunnewswiki.com/ Husna)

 



Info Pribadi
Lahir 7 Juni 1908, Bogor
Pangkat Jenderal Polisi
Meninggal 24 Agustus 1993, Jakarta
Kebangsaan Indonesia, Kekaisaran Jepang


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. kompaspedia.kompas.id
3. sumsel.tribunnews.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved