Awalnya dia diminta membelikan makanan untuk atasannya di KPI Pusat dari tahun 2012 hingga 2014.
Lalu kemudian terjadi pelecehan seksual yang dilakukan secara beramai-ramai oleh oknum pegawai KPI Pusat.
Dia ditelanjangi dan alat kelaminnya digambar menggunakan spidol.
MS sempat melaporkan kasus ini ke internal KPI, namun tidak ada sanksi tegas terhadap pelaku.
Dia justru semakin mendapat cacian dan makian dari para pelaku.
MS yang mengaku sebagai ayah 1 anak ini sampai didiagnosa PTSD karena perundungan dan pelecehan seksual yang diterimanya.
Tanggapan KPI Pusat
KPI Pusat diwakili Wakil Ketua KPI Pusat Hadi Purnomo, pihaknya mengaku prihatin terkait adanya dugaan perundungan dan pelecehan yang dialami MS.
"Turut prihatin dan tidak mentoleransi segala bentuk pelecehan seksual, perundungan, atau bullying terhadap siapa pun dan dalam bentuk apa pun," ujar Hadi Purnomo kepada Kompas.com, Kamis (2/9/2021).
Selain itu, KPI menyebut kasus ini telah ditangani oleh polisi.
Baca: Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
Baca: Kronologi Bocah di Medan Jadi Korban Pelecehan Seksual 10 Pria Bertopeng, Diculik Saat ke Grosir
"Betul. Polisi sejak semalam juga sudah turun tangan dengan menemui korban," imbuhnya.
Investigasi internal juga dilakukan di lingkungan KPI Pusat ddengan meminta penjelasan kepada kedua belah pihak.
Ia menambahkan, KPI mendukung aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kemudian, apabila pelaku tebukti bersalah, maka mereka tak segan untuk ditindak tegas.
"Menindak tegas pelaku apabila terbukti melakukan tindak kekerasan seksual dan perundungan (bullying) terhadap korban, sesuai hukum yang berlaku," lanjut dia.
(TribunnewsWiki/cva/Anindya)