Kronologi Bocah di Medan Jadi Korban Pelecehan Seksual 10 Pria Bertopeng, Diculik Saat ke Grosir

Bocah 10 tahun di Medan mengaku diculik dan diperkosa oleh 10 orang pria bertopeng, ini kronologinya.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-kekerasan-pada-anak-2.jpg
Pixabay
Ilustrasi kekerasan dan pelecehan pada anak.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus bocah di Medan yang diculik dan diperkosa 10 orang pria bertopeng menjadi pembicaraan.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polrestabes Medan, Senin (23/8/2021).

RAP selaku korban menceritakan kronologi kejadiannya saat ditemui di Kantor Pengacara Irwansyah Nasution Law Office & Advocate di Jalan Teladan, Medan, Rabu (1/9/2021).

Ini berawal dari RAP yang pergi ke grosir untuk membeli sesuatu seorang diri.

Dia mengajak temannya tapi tidak ada yang mau dan ibunya sedang bekerja.

"Sebelum sampe ke grosir itu, datang mobil pikap. Aku minggir, ya udah tiba-tiba berhenti. Ditangkapnya aku langsung digerekkannya aku ke mobil pikapnya itu,"ujar RAP didampingi PA ibunya, serta Irwansyah Nasution penasihat hukumnya.

Di dalam mobil, RAP dipaksa buka celana dan beberapa pelaku menyodorkan alat vitalnya ke mulut.

"Enggak mau aku. Nampak pisau, takutlah aku. Nurutlah aku, takut aku mati," terang RAP.

Selain diancam menggunakan pisau, pelaku juga menyulut kaki kiri korban dengan rokok.

Para pelaku menggunakan topeng saat melakukan aksinya.

Baca: Bocah 10 Tahun Diculik dan Diperkosa 10 Pria Bertopeng, Korban Mengenali 2 Pelaku

RAP menunjukkan luka akibat disulut puntung rokok oleh pelaku yang menculik dan memerkosanya, Rabu (1/9/2021).
RAP menunjukkan luka akibat disulut puntung rokok oleh pelaku yang menculik dan memerkosanya, Rabu (1/9/2021). (Tribun-Medan.com/Jun)

Akibat tindakan para pelaku, RAP langsung muntah-muntah dan mengalami pedih di lubang dubur.

Menurut keterangan RAP, kata PA pelaku berjumlah kurang lebih 10 orang.

"Berapa orang, saya bilang. Dia bilang, rame. Lebih dari 10 orang bunda. Saya enggak sempat menghitung karena saya diancam pakai pisau. Langsung orang itu telanjang buka celana dan langsung aku disuruh duduk diatasnya, kata RAP gitu," terang PA.

Sebelumnya, RAP sempat bungkam atas kejadian ini.

Namun, sang ibunda PA merasa putranya memiliki gelagat tak wajar yaitu murung.

"Kejadiannya hari Senin, jadi pada malam Selasanya itu baru dia mulai cerita pada saya. Saya bertanya, RAP kamu kok murung gitu. Mata kamu bengkak kayak baru nangis begitu," tanya PA pada putranya seperti diceritakan kembali PA kepada wartawan.

Baca: Bocah 10 Tahun Diculik dan Diperkosa 10 Pria Bertopeng, Korban Mengenali 2 Pelaku

RAP mengaku ketakutan atas ancaman pelaku yang mau membunuh ibunya jika dia bercerita.

Namun, PA terus berusaha menggali perlahan agar mengetahui persoalan.

"Kata dia 'sakit'. Sakit apa emang saya bilang. Orang itu semua jahat kata dia. Tapi bunda janji, jangan tinggali RAP dulu kata dia. Iya, bunda enggak tinggalin RAP lagi janji' saya bilang," cerita PA.

RAP baru bercerita bahwa dia baru saja mengalami penculikan dan pemerkosaan.

RAP (kanan), korban penculikan dan pelecehan seksual, didampingi ibundanya, PA, saat ditemui wartawan di Kantor Pengacara Irwansyah Nasution Law Office & Advocate di Jalan Teladan, Medan, Rabu (1/9/2021).
RAP (kanan), korban penculikan dan pelecehan seksual, didampingi ibundanya, PA, saat ditemui wartawan di Kantor Pengacara Irwansyah Nasution Law Office & Advocate di Jalan Teladan, Medan, Rabu (1/9/2021). (Tribun-Medan.com/Jun)

Baca: Tega Jual Anak Kandungnya ke Pria Hidung Belang, Seorang Ibu di Medan Divonis 4 Tahun Penjara





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved