Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 12 tentara AS dan melukai belasan lainnya.
ISIS-K (Khorasan), afiliasi ISIS yang berada di Irak dan Suriah, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
"Kami tidak akan memaafkan, kami tidak lupa. Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayarnya," kata Biden di Gedung Putih, dikutip dari Reuters.
Biden juga berjanji upaya evakuasi akan tetap berlanjut.
Biden tidak memberikan indikasi perubahan target penarikan AS yang jatuh tempo pada 31 Agustus.
"Saya juga telah memerintahkan para komandan pasukan untuk mengembangkan rencana operasional untuk menyerang aset, kepemimpinan, dan fasilitas ISIS-K,” ujar Biden.
“Kami akan merespons dengan kekuatan dan ketepatan, di tempat yang kami pilih dan saat yang kami pilih," imbuh Biden.
Biden bahkan berusaha menahan air mata dan suaranya bergetar karena luapan emosi saat berbicara tentang "pahlawan" AS yang gugur.
"Ini adalah hari yang berat," tuturnya.
Baca: Bom Bunuh Diri Kabul, AS Bersumpah Teruskan Misi Evakuasi Afghanistan, Tak Gentar Ancaman ISIS
Baca: Serangan Bom Bunuh Diri Ganda Tewaskan 60 Orang dan 13 Tentara AS, Joe Biden Murka
Dirinya menambahkan, akan memberikan kekuatan tambahan jika mereka membutuhkannya.
"Apa pun yang mereka butuhkan, jika mereka membutuhkan kekuatan tambahan, saya akan memberikannya,” ungkap Biden.
Ketika ditanya apakah dia bertanggung jawab atas peristiwa dalam dua pekan terakhir, Biden mengakuinya.
"Saya memikul tanggung jawab, pada dasarnya, semua yang terjadi akhir-akhir ini," jawab Biden.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)
SIMAK ARTIKEL SEPUTAR KONFLIK AFGHANISTAN DI SINI