Bom Bunuh Diri Kabul, AS Bersumpah Teruskan Misi Evakuasi Afghanistan, Tak Gentar Ancaman ISIS

Upaya evakuasi berbahaya di Afghanistan akan terus berlanjut, meskipun ada ancaman dari ISIS.


zoom-inlihat foto
evakuasi-warga-Afghanistan-22-agustus-2021.jpg
Isaiah CAMPBELL / KORPS LAUT AS / AFP
Dalam gambar ini milik Korps Marinir AS, para pengungsi naik ke bus untuk diproses selama evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, 22 Agustus 2021. Presiden Joe Biden pada hari Minggu mengatakan dia masih berharap untuk menyelesaikan "memilukan "evakuasi dari Afghanistan pada akhir bulan tetapi memperingatkan potensi serangan teroris terhadap bandara Kabul yang padat.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Amerika Serikat (AS) bersumpah akan tetap melanjutkan misi evakuasi Afghanistan, setelah insiden dua bom bunuh diri ISIS-K yang menewaskan 13 tentara pada Kamis (26/8/2021).

Tiga belas tentara yang tewas yakni 11 marinir, 1 petugas medis Angkatan Laut.

Di sisi lain, ada 90 warga Afghanistan tewas.

Serangan bom yang pertama terjadi di Abbey Gate bandara Kabul.

Aksi tersebut dilakukan oleh seseorang dengan rompi, yang saat itu sedang digeledah oleh pasukan militer.

Kemudian, aksi berikutnya adalah serangan bom mobil di Hotel Baron

Pada Kamis (26/8/2021), komandan lapangan Jenderal Kenneth F McKenzie, bersumpah upaya evakuasi berbahaya di Afghanistan akan terus berlanjut, meskipun ada ancaman dari ISIS.

Pihaknya akan mengejar mereka yang bertanggung jawab atas ledakan mematikan itu.

Detik-detik bom bunuh diri yang meledak di tengah kerumunan orang di Gerbang Abbey Bandara Kabul, Afghanistan, pada Kamis 26 Agustus 2021. Sebanyak 60 warga Afghanistan dan 13 marinir AS tewas dalam serangan bom bunuh diri ganda ini dan ISIS mengeluarkan pernyataan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
Detik-detik bom bunuh diri yang meledak di tengah kerumunan orang di Gerbang Abbey Bandara Kabul, Afghanistan, pada Kamis 26 Agustus 2021. Sebanyak 60 warga Afghanistan dan 13 marinir AS tewas dalam serangan bom bunuh diri ganda ini dan ISIS mengeluarkan pernyataan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut. (TWITTER @awvais)

Militer AS memiliki helikopter serang Apache, drone MQ-9 Reaper, pesawat tempur F-15, dan AC-130 Gunship yang beroperasi di Afghanistan.

Ia memperingatkan serangan lebih lanjut oleh teroris bakal segera terjadi.

"Kami memperkirakan serangan ini akan berlanjut," kata Jenderal McKenzie, seperti dilansir Daily Mail pada Kamis (26/8/2021).

Dirinya juga mengaku sangat khawatir tentang serangan bom mobil lain yang dapat merenggut lebih banyak nyawa tentara.

Meski terlepas dari bahaya tersebut, dia mengatakan tidak ada alternatif selain meminta pasukan militer AS terus mencari orang di darat sebelum mereka naik pesawat.

Kini lebih dari 100.000 orang telah diperiksa.

Seribu orang Amerika tetap di Afghanistan, namunMcKenzie mengatakan tidak semua dari mereka ingin pergi.

Pasukan militer di lapangan akan bekerja untuk mendapatkan mereka yang ingin keluar, namun akan menjadi tugas yang semakin tidak terkendali mengingat risiko bagi pasukan dan tenggat waktu Taliban yang semakin dekat untuk keluar dari Afghanistan.

Baca: Mengenal ISIS-K, Kelompok Militan yang Berpotensi Ancam Jiwa Warga Afghanistan di Bandara Kabul

Baca: Serangan Bom Bunuh Diri Ganda Tewaskan 60 Orang dan 13 Tentara AS, Joe Biden Murka

Sementara itu, ada seruan dari Partai Republik termasuk Nikki Haley, mantan duta besar AS untuk PBB, agar Biden mengundurkan diri atau dimakzulkan lantaran cara dia menangani penarikan pasukan AS.

Baik Biden maupun Menteri Pertahanan, Sekretaris Negara atau juru bicara Pentagon tidak membuat pernyataan, hanya tweet belasungkawa mereka untuk keluarga para prajurit yang tewas.

Presiden AS Joe Biden berpidato 8 jam setelah dua serangan bom bunuh diri di bandara Kabul.

HR McMaster, penasihat keamanan nasional Trump, mengatakan serangan bom bunuh diri pada Kamis itu hanya permulaan.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved