Dalami Motif Penistaan Agama oleh Muhammad Kece, Polisi: 42 Video Sudah Di-takedown

Polri yang berkoordinasi dengan Kominfo telah menghapus 42 video YouTube Muhammad Kece dan 38 lainnya masih dalam proses takedown.


zoom-inlihat foto
Muhammad-Kece-melambaikan-tangan.jpg
Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
YouTuber Muhammad Kece, tersangka kasus dugaan penistaan agama tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021). Saat digiring penyidik Bareskrim Polri untuk masuk ke dalam kantor Bareskrim, Muhammad Kece sempat menyapa para awak media.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol. Ahmad Ramadhan menyampaikan pihaknya terus melakukan penyidikan kasus penistaan agama YouTuber Muhammad Kece.

Polisi juga masih menindaklanjuti motif dari kasus ini.

Ahmad Ramadhan menyebut, berdasarkan pengakuan Muhammad Kece, YouTuber itu meyakini konten-kontennya adalah benar.

“Pengakuan dari yang bersangkutan, penyebaran konten-konten itu karena dia yakini betul.

Namun menurut dirinya sendiri, dia meyakini apa yang dia katakana di postingan itu benar,” kata Ahmad Ramadhan seperti dikutip dari KompasTV, Rabu (25/8/2021).

Baca: Tiba di Bareskrim Polri, Muhammad Kece: Salam Sadar, Semoga Bangsa Indonesia Nyadar

Baca: Tiga Orang Korban Fetish Mukena Diperiksa, Polisi Akan Panggil Saksi Ahli

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan saat jumpa pres penagkapan mantan Sekretaris Umum FPI Munarman di Polda Metrojaya, Selasa(27/4/2021). Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan penangkapan Munarman terkait dengan dugaan keterlibatan dengan aksi-aksi terorisme yang terjadi di sejumlah tempat beberapa waktu lalu.
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan saat jumpa pres penagkapan mantan Sekretaris Umum FPI Munarman di Polda Metrojaya, Selasa(27/4/2021). Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan penangkapan Munarman terkait dengan dugaan keterlibatan dengan aksi-aksi terorisme yang terjadi di sejumlah tempat beberapa waktu lalu. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Ahmad Ramadhan mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menyelidiki video-video yang diunggah Muhamamd Kece di Youtube.

Sebanyak 42 video yang diunggah telah dihapus karena mengandung konten negatif dan provokatif.

“Perlu dikatahui, postingan yang dibuat bukan satu dua video, tapi kita sudah berkoordinasi dengan Kominfo.

Tenyata ada 42 video yang disebarkan mengandong konten negatif, profokatif yang berpotensi membuat kegaduhan, memecah belah,” katanya menjelaskan.

Kemudian beberapa waktu terakhir ini ia sering membuat postingan di YouTube yang telah beredar itu ratusan, yang sudah di-takedown 42, yang masih dalam proses (penghapusan) 38,” lanjutnya.

Baca: Tersangka Kasus Penistaan Agama Muhammad Kece Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara

Baca: Aksi Demonstrasi di Perbatasan Gaza-Israel, Warga Palestina Bakar Ban dan Menyerbu Pagar Pembatas

YouTuber Muhammad Kece
YouTuber Muhammad Kece (Captur YT MuhammadKece)

Lebih lanjut, Ahmad Ramadhan menjelaskan bahwa Muhammad Kece hanyalah seorang YouTuber biasa, bukan ahli agama.

Ia dulunya menganut ajaran agama Islam kemudian bepindah keyakinan.

Muhammad Kece mempelajari ilmu agama Islam secara otodidak.

“Yang bersangkutan YouTuber saja, bukan ahli agama atau tokoh agama, (santri) itu tidak.

Dia hanya seseorang yang awalnya adalah menganut agama islam kemudian berpindah, kemudian dia mempelajari secara otodidak, bukan mempelajari di pesantren sebagai santri,” kata dia.

Baca: Lowongan Kerja K-24 Indonesia untuk Lulusan SMA/SMK hingga S-1

Baca: Tahu Videonya Buat Gaduh, Muhammad Kece Langsung Sembunyi di Bali

YouTuber Muhammad Kece
YouTuber Muhammad Kece (Captur YT MuhammadKece)

Seperti diketahui, Muhammad kece ditangkap pada Selasa, (24/8/2021), sekitar pukul 19.30 WIB.

Penangkapan langsung dilakukan oleh personel Bareskrim Polri.

YouTuber Muhammad Kece ditangkap setelah bersembunyi di Badung, Bali.

Menurut polisi, sebelum ditangkap, Muhammad Kece sempat berpindah-pindah tempat.

"Penyidik telah melakukan penangkapan terhadap tersangka MK di Banjar Untal-untal, Desa Dulang, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved