Keraton Kanoman

Keraton Kanoman merupakan salah satu keraton peninggalan Kerajaan Cirebon. 


zoom-inlihat foto
Keraton-Kanoman-1.jpg
TROPENMUSEUM
Gapura barat pada komplek Lemah Duwur di Keraton Kanoman Cirebon antara tahun 1920-1933.

Keraton Kanoman merupakan salah satu keraton peninggalan Kerajaan Cirebon. 




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Keraton Kanoman merupakan salah satu keraton peninggalan dari Kerajaan Cirebon. 

Keraton yang dibangun pada 1678 ini tepatnya berada di Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Lokasi itu dekat dengan Keraton Kasepuhan yang sama-sama merupakan pecahan dari Kerajaan Cirebon.

Sultan Anom I atau Pangeran Muhammad Badrudin Kertawijaya membangun keraton ini di atas tanah seluas 6 hektare yang di dalamnya terdapat bangunan-bangunan dengan fungsi tertentu.

Selain bangunan, di dalam keraton ini juga terdapat dua kereta bersejarah, Paksi Naga Liman dan Jempana. (1)

Keraton Kanoman, Cirebon
Keraton Kanoman, Cirebon (cirebonspiritualtourism.com)

Baca: Keraton Kasepuhan Cirebon

  • Sejarah


Sejarah adanya Keraton Kanoman ini bermula pada tahun 1529 ketika Pangeran Mas Zainul Arifin atau yang dikenal juga dengan Panembahan Pakungwati I ini membangun keraton baru di sebelah barat daya keraton yang lama.

Keraton baru yang dibangun oleh cicit Sunan Gunung Jati ini diberi nama "Keraton Pakungwati" yang ia ambil dari Ratu Dewi Pakungwati.

Pada tahun 1666 ketika masa pemerintahan Panembahan Ratu II atau Pangeran Rasmi terdapat konflik kerajaan.

Panembahan Ratu II dipanggil ke Surakarta oleh ayah mertuanya yang menjadi raja di Mataram yang bernama Sultan Amangkurat I.

Panembahan Ratu II dituduh telah bekerja sama dengan Kerajaan Banten untuk menjatuhkan Kerajaan Mataram yang berada di bawah kekuasannya.

Keluarga besar Keraton Kanoman saat berdoa bersama sebelum menikmati apem dalam tradisi rebo wekasan di Bangsal Paseban Keraton Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (14/10/2020).
Keluarga besar Keraton Kanoman saat berdoa bersama sebelum menikmati apem dalam tradisi rebo wekasan di Bangsal Paseban Keraton Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (14/10/2020). (Tribun Jabar/Ahmad Imam B)

Baca: Kerajaan Hongaria

Atas tuduhan itu, Panembahan Ratu II kemudian diasingkan. Pada 1667 Panembahan Ratu II meninggal dunia di Surakarta.

Tidak hanya itu, putra pewaris tahta dari Panembahan Ratu II pun turut diasingkan.

Akibatnya, terjadi kekosongan di Kerajaan Cirebon dan kerajaan pun diambil alih oleh Mataram.

Pengambilan kekuasaan tersebut memicu kemarahan Sultan Agung Tirtayasa, raja di Kerajaan Banten.

Sultan Agung Tirtayasa pun akhirnya membebaskan kedua putra dari Panembahan Ratu II yang bernama Pangeran Kartawijaya dan Pangeran Martawijaya.

Pada tahun yang sama, yakni 1677, terjadilah konflik di dalam keluarga Kerajaan Cirebon akibat pewarisan takhta.

Baca: Kerajaan Samudera Pasai

Melihat kondisi yang seperti ini, Sultan Agung Tirtayasa kembali membantu menyelesaikan masalahnya dengan cara membagi Kerajaan Cirebon menjadi tiga yakni, Kerajaan Kanoman, Kerajaan Kasepuhan, dan Panembahan Cirebon.

Kerajaan Kanoman dipimpin oleh Pangeran Muhammad Badrudin Kertawijaya, kemudian Kerajaan Kasepuhan dipimpin oleh Sultan Sepuh I, dan Panembahan di Cirebon dipimpin oleh Pangeran Wangsakerta.

Setelah peristiwa itu, pada tahun 1678 Pangeran Muhammad Badrudin Kertawijaya naik takhta dan menjadi sultan pertama di Keraton Kanoman ini dengan gelar Sultan Anom I. (2)

Baca: Dinasti Turki Usmani

  • Struktur Bangunan


Bentuk dari Keraton Kanoman ini seperti tata kota tradisional, dan di kawasan itu terdapat alun-alun, masjid agung, pasar dan juga tempat tinggal sultan.

Keraton ini dibangun sebuah benteng selain untuk berlindung juga untuk memisahkan tempat tinggal rakyat dengan sultan.

Di dalam keraton ini terdapat berbagai bangunan seperti Gedung Pedaleman Sultan, Bangsal Kaputran, Bangsal Kaputren, Kebon Jimat, Mande Mastaka dan Taman Kebon Raja.

Adapun bangunan-bangunan itu memiliki fungsi-fungsi tersendiri sebagai berikut:

1. Gedung Pedaleman Sultan, digunakan sebagai tempat tinggal sultan.

2. Bangsal Kaputran, digunakan untuk tempat tinggal putra sultan.

3. Bangsal Kaputren, digunakan untuk tempat tinggal putri sultan.

4. Kebon Jimat ini, digunakan sebagai pungkuran keraton.

5. Mande Mastaka, bentuknya ruangan kecil yang di dalamnya terdapat kursi gading yang hanya dikeluarkan setiap tahun sekali.

6. Bale Paseban, merupakan tempat yang digunakan sebagai ruang tunggu sebelum menghadap sultan. (3)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)

 



Nama Tempat Keraton Kanoman
Lokasi Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon
Pendiri Pangeran Muhamad Badrudin Kertawijaya
Tahun didirikan 1678
   


Sumber :


1. www.kompas.com






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Kecelakaan di Tol Cipularang, Truk

    Insiden kecelakaan terjadi di KM 91 Tol Cipularang,
Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved