Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan bangunan peninggalan Kerajaan Cirebon


zoom-inlihat foto
Keraton-Kasepuhan-Cirebon-1.jpg
Holidify
Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan bangunan peninggalan Kerajaan Cirebon




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan bangunan peninggalan Kerajaan Cirebon.

Keraton dari kerajaan beraliran Islam ini berada di Kelurahan Kesepuhan, Lemahwungkuk, Cirebon.

Di dalam keraton Kasepuhan terdapat dua bangunan utama, yakni Dalem Agung Pakungwati dan kompleks Keraton Pakungwati.

Dalem Agung Pakungwati ini dibangun oleh Pangeran Cakrabuana pada 1430 Masehi.

Sementara itu, kompleks Keraton Pakungwati dibangun oleh Pangeran Mas Zainul Arifin pada 1529 Masehi.

Di keraton ini juga terdapat museum yang menyimpan koleksi benda-benda kuno seperti kereta kencana Sunan Gunung Jati dan kereta Singo Barong. (1)

Bangunan dinding Keraton Kasepuhan dibangun dengan menggunakan bata merah
Bangunan dinding Keraton Kasepuhan dibangun dengan menggunakan bata merah (Indonesia Kaya)

Baca: Kerajaan Samudera Pasai

  • Sejarah


Sejarah adanya Keraton Kasepuhan Cirebon ini bermula pada tahun 1529 ketika Pangeran Mas Zainul Arifin atau yang dikenal juga dengan Panembahan Pakungwati I ini membangun keraton baru di sebelah barat daya keraton yang lama.

Keraton baru yang dibangun oleh cicit Sunan Gunung Jati ini diberi nama "Keraton Pakungwati" yang ia ambil dari Ratu Dewi Pakungwati.

Kemudian pada tahun 1666 pada masa pemerintahan Panembahan Ratu II atau Pangeran Rasmi ini terdapat konflik kerajaan.

Panembahan Ratu II dipanggil ke Surakarta oleh ayah mertuanya yang menjadi raja di Mataram yang bernama Sultan Amangkurat I.

Panembahan Ratu II dituduh telah bekerjasama dengan Kerajaan Banten untuk menjatuhkan Kerajaan Mataram yang berada di bawah kekuasannya.

Atas tuduhan itu, Panembahan Ratu II kemudian diasingkan hingga pada 1667 Panembahan Ratu II tersebut meninggal dunia di Surakarta.

Bangunan Siti Hinggil yang ada di Keraton Kasepuhan Cirebon
Bangunan Siti Hinggil yang ada di Keraton Kasepuhan Cirebon (Indonesia Kaya)

Baca: Dinasti Fatimiyah

Tidak hanya itu, putra pewaris tahta dari Panembahan Ratu II pun turut diasingkan.

Akibatnya, terjadi kekosongan di Kerajaan Cirebon dan kerajaan pun diambil alih oleh Mataram.

Pengambilan kekuasaan tersebut memicu kemarahan Sultan Agung Tirtayasa, raja di Kerajaan Banten.

Sultan Agung Tirtayasa pun akhirnya membebaskan kedua putra dari Panembahan Ratu II yang bernama Pangeran Kartawijaya dan Pangeran Martawijaya.

Terletak pada Kompleks Siti Hinggil, Mande Karasemen dahulu digunakan sebagai tempat bersantai keluarga keraton
Terletak pada Kompleks Siti Hinggil, Mande Karasemen dahulu digunakan sebagai tempat bersantai keluarga keraton (Indonesia Kaya)

Baca: Dinasti Ikhsidiyah

Pada tahun yang sama, yakni 1677, terjadi konflik di dalam keluarga Kerajaan Cirebon karena pewarisan tahta.

Melihat kondisi yang seperti ini, Sultan Agung Tirtayasa kembali membantu menyelesaikan masalahnya dengan cara membagi Kerajaan Cirebon menjadi tiga yakni, Kerajaan Kanoman, Kerajaan Kasepuhan dan Panembahan Cirebon.

Kerajaan Kanoman dipimpin oleh Pangeran Kartawijaya, kemudian Kerajaan Kasepuhan dipimpin oleh Sultan Sepuh I dan Panembahan di Cirebon dipimpin oleh Pangeran Wangsakerta.

Sultan Sepuh I pada saat itu menempai Keraton Pakungwati dan menjalankan pemerintahan di sini.

Seiring berjalannya waktu, Keraton Pakungwati ini berubah nama menjadi Keraton Kasepuhan. (2)

Baca: Dinasti Seljuk

  • Struktur Bangunan


Keraton Kasepuhan Cirebon berada di lahan seluas 25 hektar.

Di sini terdapat berbagai macam bangunan, salah satunya ialah bangunan Siti Hinggil.

Siti Hinggil adalah bangunan yang terbuat dari susunan bata merah yang letaknya di bagian paling depan.

Bangunan ini bercorak arsitektur khas Majapahit yang mana di dalamnya terdapat lima bangunan tanpa dinding, dan bangunan utamanya ialah Malang Semirang.

Terdapat enam tiang di bangunan Malang Semirang ini yang melambangkan rukun iman.

Di sini juga terdapat gapura bergaya Majapahit yang digunakan untuk pintu masuk. (3)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



Nama Keraton Kasepuhan Cirebon
Lokasi kelurahan Kesepuhan, Lemahwungkuk, Cirebon
   


Sumber :


1. www.kompas.com
2. indonesiakaya.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved