Museum DPR RI

Museum DPR RI ialah museum khusus yang menampilkan koleksi dan informasi tentang sejarah lembaga parlemen di Indonesia.


zoom-inlihat foto
Museum-Dewan-Perwakilan-Rakyat-Repubik-Indonesia-Museum-DPR-RI.jpg
(KOMPAS.com/IHSANUDDIN)
Museum Dewan Perwakilan Rakyat Repubik Indonesia yang biasa disingkat Museum DPR RI ialah museum khusus yang menampilkan koleksi dan informasi tentang sejarah lembaga parlemen di Indonesia.

Museum DPR RI ialah museum khusus yang menampilkan koleksi dan informasi tentang sejarah lembaga parlemen di Indonesia.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Museum Dewan Perwakilan Rakyat Repubik Indonesia yang biasa disingkat Museum DPR RI ialah museum khusus yang menampilkan koleksi dan informasi tentang sejarah lembaga parlemen di Indonesia.

Museum ini menampilkan sepak terjang lembaga tersebut, sejak masa Hindia Belanda (bernama Volksraad/ Dewan Rakyat) hingga berdiri dengan nama DPR RI.

Terletak di dalam Kompleks MPR/DPR/DPD, tepatnya di Lantai 2 Gedung Nusantara, museum ini dikelola oleh Sekretariat Jenderal DPR RI, tepatnya dibawah Pusat Data dan Informasi cq Bidang Arsip dan Museum.

Sebelum menempati lantai 2 dengan luas 720 m⊃2; tersebut, Museum DPR RI awalnya berada di Lantai 2 Gedung Nusantara IV atau dikenal dengan Gedung Pustakaloka.

Namun, pada tahun 1999, ruangan Museum DPR RI itu dipindah ke Lantai 2 Gedung Nusantara, seiring dengan kegiatan pengembangan atau revitalisasi museum. (1)

Baca: Volksraad (Dewan Rakyat Hindia-Belanda)

Baca: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Ruang pamer Museum DPR RI
Ruang pamer Museum DPR RI

  • Sejarah #


Museum DPR RI berdiri bertepatan dengan Sidang Umum MPR RI pada tanggal 16 Agustus 1991.

Pendiriannya berdasarkan gagasan dari Wakil DPR RI Periode 1987-1992, Djaelani Naro.

Ia berkeinginan untuk mengumpulkan koleksi-koleksi yang berhubungan dengan aktivitas lembaga parlemen di Indonesia, sejak masih bernama Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) hingga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Nita awal mendirikan museum kemudian diwujudkan dengan membentuk Panitia Kerja (Panja) Pendirian Museum DPR RI dengan beranggotakan sepuluh orang, pada 13 November 1990, berdasarkan Keputusan Pimpinan MPR Nomor 1 Tahun 1990.

Dari Panitia Kerja tersebut lalu berdiri Yayasan Museum DPR RI yang dipimpin langsung oleh Djaelani Naro.

Setelahitu, yayasan segera melakukan kajian perencanaan, dan kegiatan kuratorial yang dibantu oleh berbagai pihak, diantaranya: civitas akademika Universitas Indonesia, Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI, Ditjen Kebudayaan Depdikbud RI, Yayasan Seni Rupa Indonesia, Ikatan Konsultan Indonesia, dan Himpunan Interior Designer Indonesia.

Belum sampai setahun, Museum DPR RI ini akhirnya diresmikan oleh Ketua DPR RI Periode 1987-1992, Kharis Suhud. (1)

Baca: Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)

  • Fitur Digital #


Museum DPR RI menyediakan beberapa fitur digital yang dapat dinikmati pengunjung, diantaranya: 

Wall Projection Mapping

Fitur ini berupa penggunaan pencahayaan dan proyeksi yang dapat menciptakan ilusi optis pada objek-objek tertentu. 

Augmented Reality (AR)

Pengunjung dapat memindai gambar-gambar yang bertanda melalui gawai dan akan muncul sebuah video yang berkaitan dengan gambar tersebut. 

Mix Multimedia Panel

Pada tiap panel periodisasi sejarah lembaga parlemen di Indonesia, terdapat sebuah TV LED 32" dilengkapi earphone yang dapat diakses pengunjung. (1)

Baca: Gedung Joang 45 Jakarta

  • Kunjungan #


Program Edukasi Parlemen ini berkonsep edutainment (education dan entertainment), sehingga rangkaian kegiatannya dibuat semenarik mungkin dan melibatkan partisipasi peserta dalam proses pembelajaran.

Rangkaian kegiatan tersebut berupa diskusi dan simulasi yang dilaksanakan di Ruangan Abdul Muis (operation room).

Kemudian dilanjutkan kegiatan observasi dengan mengunjungi Museum DPR RI dan Ruang Sidang Paripurna 1 di komplek Gedung Nusantara (gedung kubah hijau) yang dipandu oleh Pamong Budaya Sekretariat Jenderal DPR RI.

Apabila dilihat dari kehadiran peserta dalam kegiatan Edukasi Parlemen, dapat diselenggarakan dengan dua cara, yaitu:

1. Luring (datang langsung)

Pengunjung datang secara langsung ke Gedung DPR RI dan diterima di Ruangan Abdul Muis untuk melaksanakan diskusi dan simulasi, tentang tugas, fungsi, wewenang, dan mekanisme kerja DPR RI dengan narasumber dari Sekretariat Jenderal DPR RI dan dipandu oleh seorang moderator.

Setelah itu, peserta diajak mengelilingi gedung DPR RI (tour building) terutama ke Museum DPR RI dan Ruang Sidang Paripurna 1 untuk melakukan observasi dan telaah sejarah.

2. Daring (melalui virtual)

Selain luring, Edukasi Parlemen juga dilaksanakan dengan metode daring.

Rangkaian kegiatannya pun tak jauh berbeda dengan yang dilaksanakan secara luring, hanya saja seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara virtual.

Edukasi publik secara daring ini dibuat agar dapat menjangkau publik yang lebih luas, serta publik yang memiliki keterbatasan atau hambatan untuk hadir secara fisik. (2)

Baca: Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta

Baca: Museum Sudirman Magelang

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Museum DPR RI
Didirikan 16 Agustus 1991
Direktur Endang Suryastuti, S.H., M.Si.
Pemilik Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Alamat Kompleks MPR/DPR/DPD Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Situs https://www.dpr.go.id/serba-serbi/museum


ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved