Arie Frederik Lasut

Arie Frederik Lasut merupakan seorang Pahlawan Nasional sekaligus seorang ahli pertambangan dan geologis.


zoom-inlihat foto
Arie-Frederik-Lasut-Pahlawan-Nasional.jpg
Wikipedia
Arie Frederik Lasut merupakan seorang Pahlawan Nasional sekaligus seorang ahli pertambangan dan geologis.

Arie Frederik Lasut merupakan seorang Pahlawan Nasional sekaligus seorang ahli pertambangan dan geologis.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Arie Frederik Lasut merupakan seorang Pahlawan Nasional sekaligus seorang ahli pertambangan dan geologis.

Arie turut terlibat dalam perang kemerdekaan Indonesia dan pengembangan sumber daya pertambangan dan geologis pada  awal pembentukan negara Republik Indonesia.

Ia dilahirkan pada 6 Juli 1918, di Kapataran, Lembean Timur, yang sekarang berada di kabupaten Minahasa, provinsi Sulawesi Utara.

Arie merupakan putra tertua dari delapan bersaudara dengan ayahnya bernama Darius Lasut dan ibunya Ingkan Supit.

Adik Arie yang bernama Willy Lasut sempat menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara.

Pada 31 Desember 1941, Arie menikah dengan Nieke Maramis dan kemudian dikaruniai satu putri yang diberi nama, Winny Lasut.

Arie Frederik Lasut menghembuskan napas terakhirnya di Pakem, Sleman, Yogyakarta, 7 Mei 1949 ketika berusia 30 tahun. (1)

Arie Frederik Lasut
Arie Frederik Lasut (kolase detiknews dan wikimedia)

Baca: Prof. Dr. Suharso

Baca: Robert Wolter Mongisidi

  • Pendidikan


Arie mengawali pendidikannya dengan menempuh studi di Hollands Inlandsche School (HIS) atau sekolah Belanda untuk Bumiputera di Tondano.

Kemudian ia berkesempatan untuk menempuh sekolah guru di Hollands Inlandsche Kweekschool (HIK) di Ambon atas keberhasilannya menjadi juara di kelasnya.

Setelah lulus dari HIK Ambon pada 1933, Ia menjadi salah satu siswa terpilih untuk melanjutkan sekolah gurunya di HIK Bandung.

Akan tetapi, baru setahun belajar, ia memutuskan untuk tidak menjadi guru.

Setelah itu, ia bertolak ke Jakarta untuk belajar di Algemeene Middelbare School (AMS), Sekolah Menengah Atas pada masa kolonial Belanda.

Setelah tamat dari AMS pada 1937, Arie melanjutkan pendidikannya di Geneeskundige Hooge School (sekolah kedokteran).

Namun, karena keterbatasan dana, Arie terpaksa berhenti dari sekolahnya, lalu mulai bekerja di Departement van Ekonomische Zaken (Departemen Urusan Ekonomi) pada 1938.

Setahun setelahnya, Arie masuk ke Techniche Hoogeschool te Bandung (Sekolah Teknik Bandung), namun, lagi-lagi harus berhenti lantaran kesulitan biaya.

Arie kemudian menerima beasiswa dari Dienst van den Mijnbouw (Jawatan Pertambangan) untuk menjadi asisten geolog.

Dan saat itulah, Indonesia mulai mendapat serangan dari pasukan Jepang, yaitu pada tahun 1942.

Selama masa pendudukan Jepang di Indonesia, Arie bekerja di Chorisitsu Chosayo (Jawatan Geologis) di Bandung. (2)

Baca: Maskoen Soemadiredja

Baca: Kiai Haji Noer Ali

  • Perjuangan


Pada bulan September 1945, Presiden Soekarno memberi instruksi untuk mengambilalih instansi-instansi pemerintahan dari Jepang.

Arie ikut terlibat dalam pengambilalihan jawatan geologis dari Jepang ini yang berhasil dilakukan secara damai, yang kemudian dinamakan Jawatan Pertambangan dan Geologi.

Kantor jawatan terpaksa harus dipindah berulang kali demi menghindari agresi Belanda pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Kantor jawatan sempat berpindah ke Tasikmalaya, Magelang, hingga Yogyakarta yang mana semula berlokasi di Bandung.

Selama kepemimpinan Arie sebagai kepala jawatan kala itu, Sekolah pelatihan geologis turut dibuka.

Selain perannya di jawatan, Aire pun turut aktif dalam organisasi Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS) yang bertujuan untuk membela kemerdekaan Indonesia.

Arie juga merupakan anggota Komite Nasional Indonesia Pusat, awal mula dewan perwakilan di Indonesia.

Ia selalu diincar oleh Belanda karena pengetahuannya mengenai pertambangan dan geologi di Indonesia sekaligus ketidakmauannya untuk bekerjasama dengan mereka.

Pada 7 Mei 1949, Arie yang berada di rumahnya dibawa oleh Belanda ke Pakem, sekitar 7 kilometer di utara Yogyakarta.

Di sana, ia ditembak mati dan beberapa bulan kemudian, jasadnya dipindahkan ke pekuburan Sasanalaya Jl. Ireda di Yogyakarta di samping isterinya yang telah lebih dulu meninggal pada Desember 1947.

Pada 20 Mei 1969, Arie Frederik Lasut dianugerahi penghargaan Pahlawan Pembela Kemerdekaan oleh pemerintah Indonesia. (1)

Baca: Sutan Mohammad Amin Nasution

Baca: Otto Iskandar Di Nata

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Arie Frederik Lasut
Lahir Kapataran, Minahasa, 6 Juli 1918
Wafat Sleman, Yogyakarta, 7 Mei 1949
Pendidikan HIS Tondano, HIK Ambon, AMS Jakarta
Profesi Ahli pertambangan dan geologis
Penghargaan Pahlawan Pembela Kemerdekaan








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved