Sutan Mohammad Amin Nasution

Mr. Sutan Mohammad Amin Nasution atau yang memiliki nama lahir Krueng Raba Nasution adalah seorang pengacara, politikus sekaligus tokoh yang terlibat dalam Sumpah Pemuda.


zoom-inlihat foto
Mr-Sutan-Mohammad-Amin-Nasution.jpg
SerambiNewsWiki.com
Mr. Sutan Mohammad Amin Nasution atau yang memiliki nama lahir Krueng Raba Nasution adalah seorang politikus sekaligus tokoh yang terlibat dalam Sumpah Pemuda dan diberi gelar sebagai Pahlawan Nasional.

Mr. Sutan Mohammad Amin Nasution atau yang memiliki nama lahir Krueng Raba Nasution adalah seorang pengacara, politikus sekaligus tokoh yang terlibat dalam Sumpah Pemuda.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mr. Sutan Mohammad Amin Nasution atau yang memiliki nama lahir Krueng Raba Nasution adalah seorang politikus sekaligus tokoh yang terlibat dalam Sumpah Pemuda dan diberi gelar sebagai Pahlawan Nasional.

Nasution merupakan keturunan suku Mandailing yang lahir Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, pada 22 Februari 1904.

Ia menjadi pengacara setelah menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Tinggi Hukum di Batavia.

Pasca kemerdekaan Indonesia, ia terlibat dalam gerakan kemerdekaan, termasuk menjabat menjadi kepala provinsi Sumatera Utara, meskipun dengan nama yang berbeda, serta menjabat sebagai Gubernur Riau pertama.

Selama menjabat sebagai gubernur muda, SM Amin mencetak uang daerah untuk Provinsi Sumatera Utara, yaitu Uang Republik Indonesia Sumatera Utara yang resmi keluar pada 1 Maret 1949.

Kebijakan tersebut ia terapkan untuk memperbaiki perekonomian kala itu. 

Sutan Mohammad Amin Nasution
Sutan Mohammad Amin Nasution (Wikipedia/TribunMedan)

Pada tahun 1928, SM Amin terlibat dalam persiapan ikrar Sumpah Pemuda yang menjadi hasil dari Kongres Pemuda II, dengan menjadi peserta bersama 700 orang lainnya.

Sutan Mohammad Amin Nasution mengehembuskan nafas terakhirnya di Jakarta pada 16 April 1993, ketika usianya menginjak 89 tahun. (1) (2)

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 28 Oktober Hari Sumpah Pemuda

Baca: 17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional : Kongres Pemuda Kedua

  • Pendidikan


Nasution menuntut ilmu dengan belajar di Europeesche Lagere School (ELS, Sekolah Dasar Eropa) di Sabang pada tahun 1912.

Tiga tahun setelahnya, yakni di tahun 1915, Nasution pindah sekolah ke ELS di Solok.

Kemudian, setahun kemudian, yakni pada tahun 1916, ia kembali berpindah ke ELS di Sibolga dan ELS di Tanjung Pinang, hingga akhirnya menamatkan studinya pada 1918.

Setelah lulus, Nasution kemudian melanjutkan pendidikannya di sekolah kedokteran STOVIA di Batavia pada tahun 1919.

Di sana, ia aktif dalam gerakan kemahasiswaan serta bergabung dengan persatuan Jong Sumatranen Bond (Persatuan Pelajar Sumatra).

Namun, Nasution hanya belajar di STOVIA selama dua tahun dan keluar pada tahun 1921.

Nasution kemudian melanjutkan sekolahnya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO, Sekolah Menengah Pertama).

Berkat prestasi akademisnya di sekolah tersebut, Nasution berhasil diterima sebagai siswa di Algemeene Middelbare School (AMS, Sekolah Menengah Atas) di Yogyakarta.

Selama bersekolah di sana, Nasution dikenalkan dengan ideologi nasionalis oleh temannya, Mohammad Yamin.

Kemudian, pada pertengahan 1927, ia berhasil lulus dengan nilai bagus, yang kemudian mengantarkan dia untuk meneruskan studi di Rechtschoogeschool (Sekolah Tinggi Hukum) di Batavia.

Selama di Rechtschoogeschool, Nasution menjadi salah satu pendiri organisasi Pemuda Indonesia, yang kemudian hari menyelenggarakan Kongres Pemuda Kedua di Batavia. (1)

Baca: STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen)

  • Karier


Setelah mendapat gelar Meester in de Rechten (Magister Hukum) dari Rechtschoogeschool (Sekolah Tinggi Hukum), Nasution memulai kariernya sebagai pengacara di Kutaraja, Aceh pada 16 Juli 1934.

Ketika memasuki masa pendudukan Jepang, SM Amin bekerja sebagai seorang hakim di Sigli.

Setahun kemudian, Ia dipindahtugaskan sebagai direktur Sekolah Menengah Atas Kutaraja dan menjadi anggota Partai Indonesia Raya (Parindra).

Setelah proklamasi kemerdekaan, pada 17 Agustus 1945, pemerintah Indonesia segera membentuk provinsi, salah satunya Provinsi Sumatera, yang terdiri dari beberapa karesidenan, satu diantaranya yakni Sumatera Utara.

SM Amin lantas dilantik oleh Gubernur Sumatera, Teuku Muhammad Hasan, untuk menjabat sebagai Gubernur Muda Sumatera Utara, pada 14 April 1947. (2)

Partai Indonesia Raya atau Parindra merupakan sebutan yang digunakan untuk menggabungkan beberapa organisasi pergerakan Indonesia.
Partai Indonesia Raya atau Parindra merupakan sebutan yang digunakan untuk menggabungkan beberapa organisasi pergerakan Indonesia. (kompas.com)

Baca: Partai Indonesia Raya (Parindra)

Baca: Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

  • Kiprah


Pada suatu ketika, Nasution sedang mendatangi rumah ibunya di Desa Mandailing, Siantar.

Namun, ketika sampai, rumah sang ibu telah dikepung oleh tentara Belanda, kemudian Nasution ditangkap.

Ia lalu dibawa ke Medan dan dijebloskan ke dalam tahanan rumah milik seorang pria bernama Yusuf.

Selama ditahan, Nasution ikut mengamati persiapan pembentukan Negara Sumatera Timur.

Empat puluh hari kemudian, Nasution berhasil melarikan diri dari rumah tahanan tersebut.

Pada 17 Januari 1948, ia diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai Gubernur Muda Utara.

Akan tetapi, pada 15 April 1948, berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1948, Provinsi Sumatera dihapuskan dan karesidenan Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan menjadi sebuah provinsi.

Nasution kemudian dilantik oleh Presiden Soekarno sebagai Gubernur Sumatera Utara pada 19 Juni 1948.

Selama menjabat, Nasution mengeluarkan kebijakan yakni mencetak uang daerah untuk Provinsi Sumatera Utara, yaitu Uang Republik Indonesia Sumatera Utara, sebagai usaha memperbaiki perekonomian.

Uang tersebut kemudian resmi dikeluarkan pada 1 Maret 1949 dengan tanda tangan Nasution tertera di atasnya.

Ia menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara selama dau periode, yakni hingga tahun 1949.

Kemudian, ia kembali menjadi Gubernur Sumut pada 23 Oktober 1953 sampai 12 Maret 1956. (2)

Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Dr. Ir. H. Soekarno

  • Penghargaan


• Pahlawan Nasional Indonesia (Presiden Joko Widodo, 10 November 2020)

• Bintang Mahaputera Adipradana (Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, 10 November 2009)

• Bintang Mahaputra (Presiden B.J. Habibie, 1998)

• Bintang Jasa Utama (Presiden Soeharto, 1991)

• Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (1991)

• Satya Lantjana Peringatan Perdjoeangan Kemerdekaan RI (1961). (1)

Baca: BJ Habibie: Kumpulan Prestasi dan Penghargaan

Baca: Susilo Bambang Yudhoyono

 

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Sutan Mohammad Amin Nasution
Lahir Aceh, pada 22 Februari 1904
Wafat Jakarta, 16 April 1993
Jabatan Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Riau
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Kecelakaan di Tol Cipularang, Truk

    Insiden kecelakaan terjadi di KM 91 Tol Cipularang,
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved