TRIBUNNEWSWIKI.COM - Puluhan anjing dan kucing dievakuasi Komunitas pencinta satwa Animal Defenders sejak 2 Juli 2021 lantaran pemiliknya terpapar Covid-19.
Ketua dan pendiri Animal Defenders Doni Herdaru Tona mengungkapkan, kucing dan anjing tersebut harus dievakuasi karena rentan tak terawat saat pemiliknya diisolasi akibat terpapar virus corona.
"Kami sejak 2 Juli 2021, mengevakuasi laporan kasus hewan-hewan yang pemiliknya terkena Covid-19," kata Doni kepada wartakotalive.com, Minggu (8/8/2021).
"Ada 40-an anjing dan kucing yang sedang dan selesai kami tangani," katanya lagi.
Selama proses tersebut, Doni mengungkapkan ada kejadian saat dirinya mengevakuasi enam anjing menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.
Sebab, anjing tersebut setia menjaga jenazah majikannya yang meninggal karena terpapar virus corona di rumah.
Peristiwa itu terjadi di BSD, Serpong, Tangerang Selatan, sekitar 2 pekan lalu.
Baca: Sebaran Kasus Covid-19 di Luar Jawa dan Bali yang Alami Lonjakan, 34 Persen dari Skala Nasional
Baca: Luhut Sebut Pemerintah Berencana Jadikan Kartu Vaksin Covid-19 Syarat Akses ke Tempat Umum
Kala itu, pasien Covid-19 tengah menjalani isolasi mandiri (isoman).
Hingga akhirnya meninggal dunia, pasien tersebut tetap dijaga oleh anjing-anjingnya.
"Keenam anjing itu menjaga jenazah pemiliknya yang wafat saat menjalani isoman di rumah," kata Doni.
Doni mengatakan, evakuasi terhadap anjing dilakukan agar tim tenaga kesehatan dapat mengevakuasi jenazah.
Sehingga mereka juga bisa melakukan pemulasaran dan pemakaman terhadap jenazah Covid-19.
"Saat tim kami mengevakuasi 6 anjing dari rumah itu, kami juga menggunakan alat pelindung diri atau APD lengkap," ujarnya.
Doni mengaku dirinya belum menemukan hewan peliharaan yang dievakuasi mengalami sakit atau gejala terpapar corona.
"Kami belum menemukan gejala anjing-anjing dan kucing-kucing ini, sakit sama sekali. Semua sehat-sehat saja."
"Dan kami belum melakukan tes pada hewan ini, karena itu ranah dokter hewan yang menjadi rekanan kami," kata Doni.
Doni memastikan semua hewan dalam kondisi baik dan tidak ada gejala Covid-19.
"Juga pada anjing-anjing yang menjaga jenazah pemiliknya yang wafat saat isoman di rumah," kata Doni.
Namun demikian, pihaknya tidak melakukan swab kepada anjing dan kucing yang dievakuasi itu.
"Kami tidak swab hewan-hewan ini, karena patokan kami dari WHO yang menyatakan belum ada bukti ilmiah apa pun bahwa hewan bisa menularkan Covid. Kami perlakukan mereka seperti layaknya benda-benda lain yang bisa jadi penyebar virus dan bakteri," ujarnya.
Baca: Pemerintah Wacanakan Kartu Vaksin Covid-19 untuk Syarat ke Pusat Perbelanjaan hingga Restoran
Baca: Kronologi Penyebaran Covid-19 Varian Delta yang Paksa China Lakukan Lockdown Parsial Lagi