RS di Sumut Ketahuan Beri Infus Kedaluwarsa Lewat 2 Bulan, Terbongkar karena Keluhan Pasien

Sudah kedaluwarsa pada Mei 2021, RSUD di Sumut nekat berikan cairan infus kepada pasien balita yang didiagnosa demam berdarah.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-infus.jpg
Istimewa
RS di Sumut Ketahuan Beri Infus Kedaluwarsa Lewat 2 Bulan, Terbongkar karena Keluhan Pasien


“Kami melapor bukan hanya karena tak terima, tetapi agar rumah sakit juga bisa memperbaiki pelayanan mereka,” pungkas Adam.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Setiawan membenarkan jika pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi.

Namun Deni enggan membeberkan lebih jauh soal perkembangan penanganan kasus ini.

“Sudah ada yang diperiksa. Sabar dulu ya. Kita masih lidik,” pungkasnya.

Baca: Viral Video Jenazah Pasien Covid-19 Digeletakkan di Pinggir Jalan, Puskesmas Jember Beri Bantahan

Baca: Lobang Jepang

Dinkes angkat bicara

Menanggapi masalah terkait, Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) angkat bicara terkait kejadian tersebut.

Kepala Dinkes Labusel Faisal Harahap mengatakan, pihaknya mengetahui dugaan infus kedaluwarsa tersebut setelah informasinya viral di media sosial.

“Sudah viral baru kami tahu,” kata Faisal saat dihubungi, Kamis (29/7/2021).

Ia mengaku sudah memanggil pihak RS yang bersangkutan.

Namun sampai saat ini, pihak RS masih belum datang untuk memberikan klarifikasi.

Apabila ditemukan pelanggaran dari pihak rumah sakit, menurut Faisal, akan ada sanksi yang diberikan.

“Nanti kita lihat, tingkat kesalahannya sebesar apa. Kalau pegawainya salah, nanti itu wewenang direktur rumah sakit,” kata Faisal, dikutip dari Kompas.com.

Ilustrasi pasien di rumah sakit.
Ilustrasi pasien di rumah sakit. (EPA-Efe/STR)


Faisal enggan berspekulasi dan berasumsi soal kejadian itu.

Namun dia memastikan masalah ini akan diselesaikan sampai tuntas.

Faisal juga menjelaskan jika proses pengawasan di rumah sakit milik Pemkab Labusel itu sudah sangat optimal.

Alat maupun obat-obatan yang digunakan di rumah sakit itu diawasi secara ketat dan berkala.

“Obat-obatan, termasuk cairan infus yang sudah kedaluwarsa biasanya disimpan di tempat khusus dan tersendiri, agar tak tercampur dengan yang lain,” kata dia.

Sementara itu, Direktur RSUD Kotapinang Febri Harahap sampai berita ini ditulis belum memberi keterangan.

Panggilan telepon hingga pesan singkat yang ditujukan kepadanya belum juga direspons.

Baca: Wisata Desa Sendang Semurup

Baca: Bantah Warkop Serobot Tanah, Pemilik yang Juga Korban Penganiayaan: Sudah 10 Tahun Baru Diminta Izin

(TribunnewsWiki.com/Rest)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved