TRIBUNNEWSWIKI.COM – Polisi tengah memburu Ahmad Sofian, seorang warga Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, yang diduga menjadi provokator dalam aksi ‘Jokowi End Game’ pada Sabtu (24/7/2021).
Sosoknya menjadi sorotan setelah muncul sebaran poster yang menuntut dia ditangkap dan dipenjara.
Bahkan, sebaran poster yang berjudul "Penjarakan Ahmad Sofian" pun ikut viral di media sosial.
Ketua RT setempat, Yudi, menjelaskan Sofian tidak terlihat sejak wajahnya terpampang di media sosial sebagai provokator aksi.
Yudi mengaku saat Jumat malam, Ahmad Sofian masih terlihat di lingkungannya.
Baca: Seruan Demo Jokowi End Game, Mahfud MD: Ada Kelompok Tak Murni Ingin Serang Pemerintah
Baca: Demo Jokowi End Game, Masyarakat Diimbau Tak Terhasut
"Waktu malam Jumat itu kita masih lihat dia, bahkan waktu Idul Adha kemarin dia nyumbang kambing," kata Yudi dikutip dari Wartakotalive.com.
Yudi menceritakan ia mengetahui warganya menjadi target penangkapan aparat Kepolisian dari sosial media Twitter.
Ia tidak menyangka bahwa Sofian menjadi buruan polisi lantaran dianggap sebagai provokator demo Jokowi End Game.
"Ya saya kaget aja, enggak nyangka karena dia kesehariannya kurang bersosialisasi," ucap dia.
Yudi menambahkan sejak pagi sampai sore ini aktivitas di rumah sofian juga sepi.
Baca: Sebanyak 3.385 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Kawal Demo ‘Jokowi End Game’
Baca: Ada Imbauan Aksi Jokowi End Game Hari Ini, Polisi Tutup Akses Jalan ke Istana Negara
Tidak terlihat ada keluarga Sofian yang keluar rumah paska ramai jadi pembicaraan jagat maya.
"Kalau buat ketemu sekarang mungkin agak susah ya, karena mereka kan lagi begini keadaannya," kata dia.
Wajah Ahmad Sofian menyebar di sosial media dengan tulisan 'Penjarakan orang ini!, Provokator Nasional aksi Jokowi End Game, karyawan Wendys Neo Soho Jakarta Barat'.
Selebaran ajakan aksi demo ‘Jokowi End Game’ ini menuntut PPKM dihentikan.
Baca: PPKM Level 4 Diperpanjang hingga 2 Agustus 2021, PKL Buka hingga 20.00 WIB, Makan di Tempat 20 Menit
Baca: Cara Mendapatkan Bantuan Tunai Rp1,2 Juta bagi PKL yang Terdampak PPKM Level 4
Mahfud MD sebut kelompok tak murni
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut ada kelompok tak murni yang ingin menyerang pemerintah.
Hal ini terkait seruan demontrasi bertajuk ‘Jokowi End Game’ yang menuntut menolak PPKM.
Kelompok tak murni ini, menurut Mahfud MD, ingin memanfatkan situasi yang ada.
"Pemerintah mengetahui bahwa sekelompok orang memiliki keinginan untuk memanfaatkan situasi.
Tadi ada kelompok yang murni, lalu ada kelompok yang tidak murni.