Viral Pasien Covid-19 Dianiaya, Bupati Toba: Warga Coba Amankan Korban karena Ludahi Tetangga

Viral pasien Covid-19 jadi korban penganiyaan warga sekitar, Bupati Toba sebut korban bukan dianiaya melainkan diamankan karena meresahkan.


zoom-inlihat foto
viral-pasien-Covid-19-dianiaya-warga3.jpg
Instagram/@jhosua_lubis
Viral Pasien Covid-19 Dianiaya, Bupati Toba: Warga Coba Amankan Korban karena Ludahi Tetangga


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bupati Toba Poltak Sitorus angkat bicara menganai video viral pasien Covid-19 dianiaya warga sekitar.

Seperti yang diketahui, seorang pria yang dinyatakan positif Covid-19 menjadi korban penganiayaan warga sekitar rumahnya.

Korban tinggal di Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Saat melalukan isolasi mandiri (isoman), pria berusia 45 tahun itu diperlakukan layaknya hewan oleh warga.

Pasien Covid-19 tersebut didorong menggunakan bambu hingga tersungkur ke tanah.

Kejadian tersebut tejadi pada Kamis (22/7/2021).

Kini, Bupati Toba Poltak Sitorus memberikan penjelasan terkait peristiwa viral ini.

Pemkab mengatakan, pria yang diketahui bernama Salamat Sianipar ini bukan dianiaya melainkan diamankan.

viral pasien Covid-19 dianiaya warga3
Tangkapan layar video viral seorang pasien covid-19 yang tengah isolasi mandiri menjadi korban penganiayaan warga.


"Bukan untuk kekerasan, hanya mengamankan,"

"Saya lihat masyarakat desa juga sangat peduli dengan pak Selamat Sianipar ini," kata Bupati Toba, Sabtu 24/7/2021).

Di sisi lain, Kepala Desa Pardomuan, Toba, Timbang Sianipar menjelaskan, mulanya pihaknya sudah melakukan isolasi mandiri kepada Sianipar dan telah disetujui keluarga.

Bahkan, kebutuhan Sianipar selama menjalani isolasi mandiri dipenuhi pemerintah Desa.

"Beras 1 karung, telur 1 papan, dencis 2 kaleng, garam, minyak goreng, sabun mandi, sudah kami siapkan untuk saudara Selamat Sianipar," ucap Kades Pardomuan.

Namun saat menjalani isolasi mandiri, Sianipar disebut kembali pulang ke rumah.

"Kembali ke rumah orang tuanya lagi, jadi saya langsung terjun ke rumah saudara Selamat Sianipar," sambungnya.

Istri Sianipar, Risma mengakui bahwa sang suami kabur saat menjalani isolasi mandiri.

Risma mengaku suaminya diamankan warga karena dirinya beserta anaknya sudah lari terlebih dahulu saat hendak dipeluk oleh Sianipar.

"Anak ku mau dipeluk, 'nggak mau pak'. Lari kami. Jadi warga yang ngapakan nya, kami udah lari ke bawah," tutur Risma.

Kemudian dijelaskan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, dalam video yang beredar warga sedang berusaha mengamankan Sianipar yang lari saat isoman.

Baca: Pengakuan Warga soal Aksi Penganiayaan Pasien Covid-19 di Sumut: Stress atau Apa, Dia Peluk Orang

Baca: Isolasi Mandiri

Sianipar disebut terus-menerus mencoba memeluk warga di sekelilingnya.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved