Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM- Isolasi mandiri adalah memisahkan orang yang terinfeksi COVID-19 dari mereka yang tidak terinfeksi.
Orang-orang yang berada dalam isolasi harus tinggal di rumah sampai aman bagi mereka untuk berada di sekitar orang lain.
Saat di rumah, siapa pun yang sakit atau terinfeksi harus berpisah dari orang lain, tinggal di "kamar sakit" atau lantai tertentu dan menggunakan kamar mandi terpisah (jika tersedia). (1)
Jika ingin memberikan makanan atau obat kepada orang isolasi mandiri sebaiknya ditaruh di depan pintu.
Orang yang melakukan isolasi mandiri tidak boleh menerima tamu.
Isolasi mandiri juga berlaku bagi mereka yang tinggal satu rumah dengan orang yang menunjukkan gejala terinfeksi virus corona.
Disarankan isolasi ini selama 14 hari, dihitung sejak ada gejala.
Hal ini karena kadang perlu waktu 14 hari sebelum kita menunjukkan gejala terserang virus.
Jika sampai hari ke-14 tidak terlihat tanda-tanda atau gejala, maka isolasi ini bisa diakhiri. (2)
Baca: Covid-19 Varian Lambda
Syarat Isolasi Mandiri #
Berikut adalah orang-orang yang disarankan untuk melakukan protokol isolasi mandiri:
- Terkonfirmasi COVID-19 dengan pemeriksaan PCR, tetapi tidak mengalami gejala COVID-19 atau hanya mengalami gejala ringan, seperti batuk, demam, atau sakit tenggorokan yang bisa diatasi di rumah.
- Mendapatkan hasil positif pada rapid test antigen dan tidak dapat melakukan konfirmasi dengan PCR.
- Melakukan kontak dengan orang yang positif COVID-19
Terkonfirmasi positif saat exit test pada masa karantina.
Namun, isolasi mandiri hanya bisa dilakukan pada orang yang:
- Berusia di bawah 45 tahun.
- Tidak memiliki penyakit penyerta, seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, atau penyakit paru yang kronis.
- Memiliki rumah dengan kamar yang terpisah untuk setiap penghuninya.
- Memiliki kamar mandi di dalam rumah.
Jika salah satu dari syarat di atas tidak terpenuhi, isolasi perlu dilakukan di tempat yang disediakan oleh pemerintah atau kelurahan. (3)
Baca: Covid-19 Varian Kappa
Cara Isolasi Mandiri #
Persiapan Isolasi Mandiri
1. Menyiapkan stok obat-obatan dasar seperti vitamin C, D, ZN (zinc) atau jenis obat-obatan lain sesuai anjuran dokter.
2. Mempersiapkan alat-alat kesehatan dasar seperti thermometer atau alat pengukur suhu badan dan oxymeter yang mengukur saturasi oksigen.
3. Ketiga, mempersiapkan masker dan cairan disinfektan yang dapat terbuat dari air dengan sabun atau deterjen maupun cairan disinfektan dalam jumlah yang cukup.
4. Mempersiapkan ruangan terpisah yang tidak terakses oleh anggota keluarga lainnya.
5. Mempersiapkan daftar kontak orang terdekat dan terpercaya maupun hotline penting untuk kebutuhan darurat. (4)
Baca: Vitamin
Protokol Isolasi Mandiri #
1. Menerapkan pola hidup bersih yang sehat dengan berolahraga 3 -5 kali seminggu, makan makanan gizi seimbang, mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.
2. Pengelolaan sampah dan limbah harian harus dilakukan dengan hati-hati oleh pendamping, minimal yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Lalu, barang habis pakai setelah digunakan harus disimpan dalam wadah tertutup, sedangkan barang tidak habis pakai harus dibersihkan terpisah dengan barang yang digunakan oleh anggota keluarga lainnya.
3. Melakukan disinfeksi rutin khususnya kepada alat rumah tangga yang sering disentuh contohnya gagang pintu, kran, toilet, wastafel, saklar, meja atau kursi.
4. Menjamin ruangan isolasi mandiri mendapat sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik secara rutin dengan membuka jendela kamar.
5. Rutin mencatat perkembangan gejala suhu tubuh, laju nafas maupun saturasi oksigen perharinya dengan alat kesehatan yang dimiliki.
Untuk memudahkan proses pencatatanan yang akurat oleh petugas Puskesmas yang mengawasinya.
6. Pastikan isolasi mandiri 10 hari untuk kasus tanpa gejala dan 10 hari dengan kasus gejala ringan dengan tambahan 3 hari dalam keadaan tanpa gejala.
7. Jika terjadi perburukan kondisi, yang umumnya disertai gejala demam, batuk, sesak nafas cepat, dengan frekuensi lebih dari 30 kali permenit maka segera hubungi nomor darurat dan layanan dokter atau petugas puskesmas setempat.
8. Pastikan protokol saat memobilisasi pasien ke puskesmas atau rumah sakit diterapkan secara ketat. Menggunakan ambulan milik pemerintah setempat dengan petugas yang memiliki APD lengkap. (4)
Baca: PPKM Level 4
Kriteria pasien sembuh Covid-19 #
Isolasi mandiri bisa berakhir setelah 10 hari.
Isolasi mandiri dilakukan minimal selama 10 hari ditambah tiga hari.
Seseorang telah menjalani isolasi mandiri tidak perlu menjalani tes PCR kembali untuk dinyatakan sembuh.
Sebab, PCR tak bisa membedakan antara virus aktif yang sedang menginfeksi dengan virus yang inaktif atau sisa-sisa partikel virus.
Seorang yang akan mengakhiri isolasi mandiri, dianjurkan bertanya pada tenaga medis untuk waktu yang tepat kapan harus mengakhiri isolasi mandiri.
Hal ini agar pasien tidak mengakhiri pengobatan saat kondisi tubuh masih perlu pengobatan karena bisa berbahaya. (5)
Baca: Covid-19 Varian Alpha
(Tribunnewswiki.com/ Husna)
| Nama lain | Isoman (Isolasi Mandiri) |
|---|
| Waktu pelaksanaan isolasi mandiri | Disarankan isolasi mandiri selama 14 hari, dihitung sejak ada gejala. |
|---|
Sumber :
1. www.cdc.gov
2. www.bbc.com
3. www.alodokter.com
4. www.tribunnews.com
5. www.kompas.com