Profil Ki Manteb Soedharsono, Dalang Kondang Asal Jawa Tengah yang Punya Julukan Dalang Setan

Berikut profil Ki Manteb Soedharsono yang dikabarkan meninggal dunia pada Jumat, (2/7/2021), pagi.


zoom-inlihat foto
Ki-Manteb-Soedharsono-333.jpg
Tribun Jateng/Akbar Hari Mukti
Suasana penyerahan penghargaan tingkat dunia, Remarkable of Contribution Certifikate kepada Ki Manteb Soedarsono di Gedung Pendopo ISI Solo, Senin (3/7/2017) malam atas kontribusinya menjaga tradisi seni wayang. TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI


Selain itu ia juga menciptakan adegan flashback yang sebelumnya hanya dikenal dalam dunia perfilman dan karya sastra saja.

Ia berpendapat jika ingin menjadi dalang sabet yang mahir, maka harus bisa membuat wayang dengan tangannya sendiri.

Ki Manteb mulai mendalang sejak kecil, tetapi popularitasnya sebagai seniman tingkat nasional baru diperhitungkan publik sejak ia menggelar pertunjukan Banjaran Bima sebulan sekali selama setahun penuh di Jakarta pada tahun 1987.

Ketika Ki Narto Sabdo meninggal dunia tahun 1985, seorang penggemar beratnya bernama Soedharko Prawiroyudo merasa sangat kehilangan.

Soedharko kemudian bertemu dengan murid Ki Narto, yaitu Ki Manteb yang dianggap memiliki beberapa kemiripan dengan gurunya itu.

Ki Manteb pun diundang untuk mendalang dalam acara khitanan putra Soedharko.

Sejak itu, hubungan Soedharko dengan Ki Manteb semakin akrab.

Sudarko pun bertindak sebagai promotor pergelaran rutin Banjaran Bima di Jakarta yang dipentaskan oleh Ki Manteb.

Pergelaran tersebut diselenggarakan setiap bulan sebanyak 12 episode sejak kelahiran sampai kematian Bima, tokoh Pandawa.

Ki Manteb mengaku, Banjaran Bima merupakan tonggak bersejarah dalam hidupnya.

Sejak itu namanya semakin terkenal.

Dalang Ki Manteb Soedharsono
Dalang Ki Manteb Soedharsono (Dok Pemkot Semarang)

Dapat Rekor MURI

Bahkan, pada tahun 1990-an, tingkat popularitasnya telah melebihi Ki Anom Suroto, yang juga menjadi kakak angkatnya.

Pada tanggal 4–5 September 2004, Ki Manteb membuat rekor dengan mendalang 24 jam tanpa henti dengan lakon Baratayudha.

Pertunjukannya ini bertempat di RRI Semarang, Jalan A. Yani 144–146 Semarang.

Berkat pementasannya ini, ia mendapatkan rekor MURI pentas wayang kulit terlama.

Penghargaan

1. Pada tahun 1982 Ki Manteb menjadi juara Pakeliran Padat se-Surakarta.

2. Tahun 1995 Ki Manteb mendapat penghargaan dari Presiden Soeharto berupa Satya Lencana Kebudayaan.

3. Pada tahun 2004 Ki Manteb memecahkan rekor MURI mendalang selama 24 jam 28 menit tanpa istirahat.

4. Tahun 2010 mendapat penghargaan “Nikkei Asia Prize Award 2010” dalam bidang kebudayaan.

5. Penghargaan dari Union Internationale de la Marionnette-International Puppetry Association (Unima) 2017 atas kontribusinya menjaga tradisi seni wayang.

Baca: Dalang Anom Subekti

Baca: Bikin Heboh, Sosok Pria Bertopeng Datangi Makam Dalang Kondang Ki Seno Nugroho

(TribunnewsWiki.com/Restu)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved