TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang pria misterius yang mengenakan topeng mnedatangi makam dalang kondang Ki Seno Nugroho.
Ditelusuri TribunJogja.com, rupanya pria tersebut adalah penggemar setia Ki Seno Nugroho.
Pria bernama Ngadiran (48) itu sudah mengagumi Ki Seno sejak 15 tahun lalu.
Uniknya, Ngadiran datang ke makam idolanya dengan penampilan tak biasa.
Selain topeng, Ngadiran juga bawa ornamen lainnya seperti, kerupuk dan botol dot, pun ikut meramaikan penampilannya.
Alhasil, dirinya terlihat begitu mencolok di tengah lautan manusia.
Dirinya terbilang spesial untuk ukuran penggemar.
Lantaran, dirinya sudah pernah diajak ikut manggung bersama dengan Ki Seno Nugroho di beberapa pagelaran wayang.
"Setiap Ki Seno ada manggung, pasti saya datang. Beliau pun sudah kenal saya. Setiap kali ada kesempatan beliau pasti mengajak saya ikut tampil bersama dengannya. Sampai beliau membuatkan dentingan gamelan khusus untuk saya agar bisa menari di atas panggung ," kenangnya kepada Tribunjogja.com, pada Rabu (04/11/2020).
Baca: Dalang Ki Seno Meninggal Dunia, Sempat Merasa Sakit Saat Bersepeda
Panggung terakhirnya dengan Ki Seno pada Maret 2020 lalu, di Mlati, Sleman.
Di mana, lakon yang dibawakan bercerita tentang Bagong Mbangun Ndeso.
Ia mengatakan, sosok Ki Seno sangat ramah dan sederhana.
Dirinya tak pernah mendapati Ki Seno dengan berwajah marah atau masam..
Karena, setiap penampilannya pasti selalu menghadirkan candaan yang segar.
"Beliau itu, orangnya apa adanya, suka bercanda. Namun, selama saya mengenalnya hal paling sulit membuatnya tertawa."
"Suatu hari, saya berhasil membuatnya tertawa lepas, ketika saya pakai topeng ini. Inilah alasan kenapa saya tetap memakainya di hari pemakaman beliau," tuturnya sambil memperlihatkan topengnya itu.
Topeng yang dipakainya pun, memiliki arti di setiap ornamennya.
Untuk topeng hitam sebagai personifikasi dari pemakaian masker di tengah pandemi.
Sedangkan, botol dot sebagai intrepretasi pentingnya asupan gizi, dan dua plastik kerupuk yang menggatung di sisi kanan dan kiri sebagai persamaan dengan diri manusia, yaitu apabila tidak dijaga dengan baik dapat melempem dan lemah.
Tak hanya itu, untuk datang kepemakaman Ki Seno, dirinya mengkayuh sepeda selama setengah jam dari rumahnya yang berada di daerah Tegal Mojo, Sleman.