Profil Ki Manteb Soedharsono, Dalang Kondang Asal Jawa Tengah yang Punya Julukan Dalang Setan

Berikut profil Ki Manteb Soedharsono yang dikabarkan meninggal dunia pada Jumat, (2/7/2021), pagi.


zoom-inlihat foto
Ki-Manteb-Soedharsono-333.jpg
Tribun Jateng/Akbar Hari Mukti
Suasana penyerahan penghargaan tingkat dunia, Remarkable of Contribution Certifikate kepada Ki Manteb Soedarsono di Gedung Pendopo ISI Solo, Senin (3/7/2017) malam atas kontribusinya menjaga tradisi seni wayang. TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI


Ia dilahirkan di Dusun Jatimalang, Kelurahan Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada tanggal 31 Agustus 1948.

Baca: Ki Mantep Soedharsono Meninggal Dunia, Sempat Pergi ke Jakarta Hadiri Pentas Wayang

Baca: Ki Manteb Soedharsono

Namun, dia kemudian berdomisili di Dusun Sekiteran, Kelurahan Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Ki Manteb Soedharsono adalah putra dari seorang dalang yang bernama Ki Hardjo Brahim.

Ki Hardjo Brahim sendiri adalah seniman tulen yang tidak memiliki pekerjaan lain kecuali mendalang.

Manteb sebagai putra pertama dididik dengan keras agar bisa menjadi dalang tulen seperti dirinya.

Ki Hardjo sering mengajak Manteb ikut mendalang ketika ia mengadakan pertunjukan.

Sementara itu, ibu Manteb yang juga seorang seniman, penabuh gamelan, lebih suka jika putranya itu memiliki pekerjaan sampingan.

Itulah sebabnya, Manteb pun disekolahkan di STM Manahan, Solo.

Namun, sejak kecil Manteb sudah laris sebagai dalang sehingga pendidikannya pun terbengkalai.

Akhirnya, ia memutuskan untuk berhenti sekolah untuk mendalami karier mendalang.

Karier

Dalam meniti kariernya sebagai dalang, Ki Manteb banyak belajar kepada para dalang senior, misalnya kepada dalang legendaris Ki Narto Sabdo pada tahun 1972, dan kepada Ki Sudarman Gondodarsono yang ahli sabet, pada tahun 1974.

Hal ini ia lakukan lantaran pada tahun 1970-an dan 1980-an, dunia pedalangan wayang kulit dikuasai oleh Ki Narto Sabdo dan Ki Anom Suroto.

Ki Manteb berusaha keras menemukan jati diri untuk bisa tetap eksis dalam kariernya.

Jika Ki Narto mahir dalam seni dramatisasi, sedangkan Ki Anom mahir dalam olah suara, maka Ki Manteb memilih untuk mendalami seni menggerakkan wayang, atau yang disebut dengan istilah sabet.

Ki Manteb mengaku hobi menonton film kung fu yang dibintangi Bruce Lee dan Jackie Chan, untuk kemudian diterapkan dalam pedalangan.

Untuk mendukung keindahan sabet yang dimainkannya, Ki Manteb pun membawa peralatan musik modern, misalnya tambur, biola, terompet, ataupun simbal ke atas pentas.

Pada awalnya hal ini banyak mengundang kritik dari para dalang senior.

Namun, tidak sedikit pula yang mendukung inovasi Ki Manteb.

Keahlian Ki Manteb dalam olah sabet tidak hanya sekadar adegan bertarung saja, tetapi juga meliputi adegan menari, sedih, gembira, terkejut, mengantuk, dan sebagainya.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved