Akun Medsos Aktivis BEM UI Diretas, Safenet: Teror Ini Memperkeruh Iklim Demokrasi

Direktur Eksekutif Safenet menyebut teror digital justru makin memperkeruh dan memperburuk iklim demokrasi.


zoom-inlihat foto
WhatsApp-Diretas.jpg
Tribunjualbeli.com
Beberapa anggota BEM UI mendapatkan peretasan setelah melakukan kritik terkait “Jokowi: King of Lip Service”


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Empat akun media sosial dari aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) diretas setelah mengunggah kritik soal Presiden Joko Widodo

Peretasan ini sedang didalami oleh Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet).

Direktur Eksekutif Safenet, Damar Juniarto, menyebut pihaknya telah menerima laporan peretasan tersebut.

"Kami telah menerima laporan bahwa empat anggota BEM UI diganggu dengan serangan digital dalam waktu berdekatan. Sekarang laporan tersebut sedang ditindaklanjuti," ucap Damar, dikutip dari Kompas.com, Senin (28/6/2021).

Baca: Juluki Jokowi The King of Lip Service, Pihak BEM UI Diminta Takedown Konten dan Alami Peretasan

Baca: Penjelasan BEM UI Soal Julukan Jokowi The King of Lip Service: Kita Hanya Review Ulang

Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), Damar Juniarto, di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019).
Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), Damar Juniarto, di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019). (KOMPAS.com/Dian Erika)

Damar juga menutuk perbuatan para pelaku yang menyerang empat anggota BEM UI itu.

Menurut dia, peretasan adalah bagian dari represi digital yang marak terjadi.

"Cara-cara teror digital semacam ini merupakan bagian tak terpisahkan dari represi digital yang marak terjadi," kata Damar.

"Teror ini semakin memperkeruh dan memperburuk iklim demokrasi," ujarnya.

Ia menegaskan teror melalui peretasan harus terus dilawan, bahkan pelakunya mesti diusut dan dipidanakan.

Baca: Viral Sebutan Jokowi: The King of Lip Service, Kampus Langsung Panggil Pengurus BEM UI

Baca: Respons Istana tentang Sebutan Jokowi: The King of Lip Service oleh BEM UI

Ilustrasi peretasan
Ilustrasi peretasan (Pixabay/B_A)

"Kita tidak bisa terus menerus membiarkan teror seperti ini terjadi, apalagi dianggap normal. Ini bentuk kejahatan dan saya mendorong pelakunya diungkap dan dihukum sesuai dengan kejahatan yang dilakukan," ucap Damar.

Seperti diberitakan, beberapa anggota BEM UI yang mendapatkan peretasan setelah melakukan kritik kepada Jokowi.

Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra menjelaskan peretasan tersebut terjadi pada Minggu, (27/6/2021), dini hari.

“Pada 27 dan 28 Juni 2021, telah terjadi peretasan akun media sosial kepada beberapa pengurus BEM UI 2021,” sebut Leon melalui keterangan tertulisnya.

Baca: Universitas Indonesia (UI)

Baca: Ir H Joko Widodo (Jokowi)

 

 

Peretasan kali pertama dialami oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat BEM UI, Tiara, pada akun WhatsApp miliknya, lalu disusul peretasan kedua pada Wakil Ketua BEM UI, Yogie.

"Pukul 00.56, akun WhatsApp Tiara (Kepala Biro Hubungan Masyarakat BEM UI 2021) tidak dapat diakses dan tertulis bahwa akun tersebut telah keluar dari telepon genggam Tiara," kata Leon.

Selanjutnya peretasan juga dialami oleh Koordinator Bidang Sosial Lingkungan BEM UI, Naifah Uzlah, dan Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Syahrul Badri.

Dugaan peretasan ini merupakan buntut dari unggahan di akun Instagram BEM UI, Sabtu (26/6/2021), yang mengatakan bahwa Jokowi King Of Lip Service.

Unggahan BEM UI tentang “Jokowi: King of Lip Service” berisi sindiran bernada kritik bagi Presiden Jokowi.

Baca: Pendaftaran CPNS 2021 Segera Dibuka, Berikut Alur Pendaftaran via Laman Sscasn.bkn.go.id

Baca: Jokowi Bisa Tugaskan DPR untuk Revisi UU ITE, YLBHI: Harus Pastikan Bukan Sekedar Retorika Belaka

Fakta-fakta yang disuguhkan BEM UI dalam unggahan Jokowi: The King of Lip Service, Minggu (27/6/2021).
Fakta-fakta yang disuguhkan BEM UI dalam unggahan Jokowi: The King of Lip Service, Minggu (27/6/2021). (Instagram/@bemui_official)

BEM UI menilai ucapan Jokowi yang sering kali berbanding terbalik dengan realitas.

Beberapa preseden yang dikritik dalam unggahan BEM UI dari Jokowi, antara lain soal kerinduannya didemo, keinginannya agar revisi UU ITE memenuhi rasa keadilan, dan janji manis penguatan KPK.

Unggahan itu viral di media sosial dan, seperti biasa, membelah warganet yang masih terpolarisasi imbas percaturan politik pada beberapa pemilu lampau.

Karena unggahan tersebut, Leon dan perwakilan BEM UI diundang untuk memberikan klarifikasi kepada pihak rektorat yang diwakili oleh Direktur Kemahasiswaan UI.

Mereka juga akan membahas konten tersebut sesuai peraturan Universitas.

Baca: Polri Akan Pantau Media Sosial, Pelanggar UU ITE Bakal Langsung di-DM Polisi, Ini Mekanismenya

Baca: Inilah 9 Pasal UU ITE Dianggap Pasal Karet, Kapolri Listyo: Bisa Membuat Polarisasi di Masyarakat

Leon juga mengaku diminta untuk menurunkan atau menghapus unggahan tersebut.

“Kemarin baru minta klarifikasi dari rektorat ke BEM.

Sama tanya apakah bisa di-takedown, dan akan bahas kelanjutannya sesuai peraturan Universitas,” kata Leon.

Leon mengatakan bahwa dalam pertemuan itu pihaknya menolak permintaan untuk menghapus unggahan terkait kritik kepada Jokowi.

“Kami menolak,” jawabnya singkat.

Simak artikel lainnya mengenai Jokowi: The King of Lip Service di sini

(Tribunnewswiki.com/Saradita, Kompas.com/Tatang Guritno)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved