Universitas Indonesia (UI)

Universitas Indonesia adalah kampus modern, komprehensif, terbuka, multi budaya, dan humanis yang mencakup disiplin ilmu yang luas


zoom-inlihat foto
kampus-universitas-indonesia.jpg
Tribunnews.com
Kampus Universitas Indonesia

Universitas Indonesia adalah kampus modern, komprehensif, terbuka, multi budaya, dan humanis yang mencakup disiplin ilmu yang luas




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Universitas Indonesia (UI) adalah kampus modern, komprehensif, terbuka, multi budaya, dan humanis yang mencakup disiplin ilmu yang luas.

UI saat ini secara simultan selalu berusaha menjadi salah satu universitas riset atau institusi akademik terkemuka di dunia.

Sebagai universitas riset, upaya-upaya pencapaian tertinggi dalam hal penemuan, pengembangan dan difusi pengetahuan secara regional dan global selalu dilakukan.

Sementara itu, UI juga memperdalam komitmen dalam upayanya di bidang pengembangan akademik dan aktifitas penelitian melalui sejumlah disiplin ilmu yang ada dilingkupnya.

Cikal bakal UI bermula pada tahun 1849 dan UI merupakan representasi institusi pendidikan dengan sejarah paling tua di Asia.

Telah menghasilkan lebih dari 400.000 alumni, UI secara kontinyu melanjutkan peran pentingnya di level nasional dan dunia.

Bagaimanapun UI tidak bisa melepaskan diri dari misi terkininya menjadi institusi pendidikan berkualitas tinggi, riset standar dunia dan menjaga standar gengsi di sejumlah jurnal internasional.

UI secara aktif mengembangkan kerja sama global dengan banyak perguruan tinggi ternama dunia.

Selain itu, UI saat ini juga memperkuat kerjasamanya dengan beberapa asosiasi pendidikan dan riset diantaranya: APRU (Association of Pacific Rim Universities) dengan peran sebagai Board of Director, AUN (ASEAN University Network), and ASAIHL (Association of South East Asia Institution of Higher Learning).

Secara geografis, posisi kampus UI berada di dua area, Salemba dan Depok.

Mayoritas fakultas berada di Depok dengan luas lahan mencapai 320 hektar dengan atmosfer green campus karena hanya 25% lahan digunakan sebagai sarana akademik, riset dan kemahasiswaan.

75% wilayah UI bisa dikatakan adalah area hijau berwujud hutan kota.

Sebuah area yang menjanjikan nuansa akademik bertradisi yang tenang dan asri. 

  • Sejarah


Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1849 membangun sebuah sekolah tinggi ilmu kesehatan.

Pada Januari 1851 sekolah tersebut secara resmi dinamakan sebagai Dokter-Djawa School.

Sekolah tinggi ini mengkhususkan diri pada ilmu kedokteran, tepatnya pendidikan tenaga mantri.

Setelah sempat mengalami perubahan nama di akhir abad 19, tepatnya di tahun 1898, nama Dokter-Djawa School berubah menjadi School tot Opleiding van Indische Artsen (School of Medicine for Indigenous Doctors) atau dikenal juga sebagai STOVIA.

Selama 75 tahun STOVIA berfungsi sebagai tempat pendidikan terbaik untuk calon dokter di Indonesia, sebelum ditutup pada 1927.

Namun demikian, sebuah Sekolah Kedokteran kemudian dibangun bersama dengan empat sekolah tinggi lain di beberapa kota di Jawa.

Sekolah tinggi tersebut adalah Technische Hoogeschool te Bandoeng (Fakultas Teknik) yang berdiri di Bandung pada 1920, Recht Hoogeschool (Fakultas Hukum) di Batavia pada 1924, Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte (Fakultas Sastra dan Kemanusiaan) di Batavia pada 1940, dan setahun kemudian dibangunlah Faculteit van Landbouwweteschap (Fakultas Pertanian) di Bogor.

Lima sekolah tinggi tersebut merupakan pilar dalam menciptakan the Nood-universiteit (Universitas Darurat), yang dibangun pada tahun 1946.

Zaman Kemerdekaan (1947-1960an)

Nood-universiteit berganti nama menjadi Universiteit van Indonesië pada tahun 1947 dan berpusat di Jakarta.

Beberapa professor nasionalis, salah satunya adalah Prof. Mr. Djokosoetono, melanjutkan fungsinya sebagai pengajar untuk Universiteit van Indonesië di Yogyakarta, yang saat itu menjadi ibukota negara.

Ibukota Indonesia kemudian kembali ke Jakarta pada 1949 setelah Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia. 

Universiteit van Indonesië Yogjakarta juga kembali pindah ke Jakarta.

Universiteit van Indonesië kemudian disatukan menjadi “Universiteit Indonesia” pada 1950.

 Universitas ini mempunyai Fakultas Kedokteran, Hukum, Sastra dan Filsafat di Jakarta, Fakultas Teknik terletak di Bandung, Fakultas Pertanian di Bogor, Fakultas Kedokteran Gigi di Surabaya, serta Fakultas Ekonomi ada di Makasar.

Fakultas-fakultas yang berada di luar Jakarta kemudian berkembang menjadi universitas-universitas terpisah di antara tahun 1954-1963. 

Universitas Indonesia di Jakarta mempunyai kampus di Salemba dan terdiri dari beberapa Fakultas seperti: Kedokteran, Kedokteran Gigi, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Sastra, Hukum, Ekonomi, dan Tehnik.

Pada perkembangan selanjutnya berdirilah Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kesehatan Masyarakat, llmu Komputer dan kemudian Fakultas Keperawatan.

Zaman Modern (1970an-sekarang)

Sebelum kampus Universitas Indonesia di Depok dibangun pada 1987, Universitas Indonesia memiliki tiga lokasi kampus yaitu di Salemba, Pegangsaan Timur dan Rawamangun.

Setelah kampus baru  didirikan di lahan seluas 320 hektare di Depok, kampus Rawamangun yang mencakup beberapa fakultas dipindah, sementara kampus Salemba masih dipertahankan untuk Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi dan Program Pascasarjana.

Tidak lama setelah tahun 2000, Universitas Indonesia menjadi satu dari beberapa universitas yang mempunyai status  Badan Hukum Milik Negara di Indonesia.

Perubahan status ini membawa perubahan yang signifikan untuk Universitas Indonesia yaitu otonomi yang lebih besar dalam pengembangan akademis dan pengelolaan keuangan.

Dari perspektif sejarah ini, Universitas Indonesia telah tumbuh secara progresif menjadi sebuah institusi yang mengarah menjadi pemimpin di bidang kemanusiaan dan peradaban dengan menyeimbangkan nilai-nilai akademis, moralitas dan seni.

Melalui kelebihan-kelebihan ini, Universitas Indonesia berniat untuk menghasilkan bangsa Indonesia menjadi masyarakat yang lebih makmur dan demokratis, dengan berfokus pada perdamaian, keadilan dan nilai-nilai peduli lingkungan yang kuat.

Pada era reformasi, pemerintah menilai UI telah memiliki kemampuan pengelolaan yang cukup untuk memperoleh kemandirian, otonomi, dan tanggung jawab yang lebih besar dalam berperan sebagai kekuatan moral yang mendukung pembangunan nasional.

Berdasarkan hal tersebut maka pemerintah menerbitkan PP No. 152 / 2000 yang menetapkan Universitas Indonesia sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN).

Dalam masa pelaksanaan UI sebagai BHMN, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan penting seperti UU No. 20 / 2003 tentang
 Sistem Pendidikan Nasional dan PP No. 19 / 2005 
tentang Standar Nasional Pendidikan yang dalam beberapa aspek ternyata belum sepenuhnya mendukung kelancaran penyelenggaraan UI sebagai BHMN.

Dalam sepuluh tahun terakhir, dinamika perkembangan internal dan eksternal yang melingkupi UI sangat terasa pengaruhnya terhadap pasang surut kondisi UI.

Di antaranya adalah, disahkannya oleh pemerintah UU no 12 / 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang kemudian menjadi naungan bagi status hukum UI.

Menurut UU tersebut, Perguruan Tinggi BHMN dan Perguruan Tinggi BHMN yang telah berubah menjadi Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah dengan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum, ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH).

Pelaksaaan UU tersebut, khususnya pasal 66 ayat (2), mengantarkan kepada ditetapkannya oleh pemerintah PP No. 68 / 2013 tentang Statuta Universitas Indonesia (Statuta UI).

  • Identitas


Lambang Universitas Indonesia diciptakan pada tahun 1952 oleh Sumaxtono (nama aslinya Sumartono), mahasiswa Angkatan 1951 Seni Rupa Fakulteit Teknik Universiteit Indonesia, Bandung. Ide dasar dari lambang tersebut adalah kala-makara, yang merupakan dua kekuatan yang ada di alam: kala sebagai kekuatan di atas (kekuatan matahari) dan makara sebagai kekuatan di bawah (kekuatan bumi).

Kedua kekuatan itu dipadukan dan distilir Sumaxtono menjadi makara yang melambangkan Universitas Indonesia sebagai baik sumber ilmu pengetahuan, maupun hasilnya, yang menyebar ke segala penjuru.

Lambang Universitas Indonesia terdiri dari dua unsur, yaitu: pohon dengan cabang- cabangnya dan makara:

Loga Universitas Indonesia (UI)
Loga Universitas Indonesia (UI)

Makna lambang Universitas Indonesia adalah sebagai berikut:

Pohon berikut cabang dan kuncup melambangkan pohon ilmu pengetahuan dengan cabang-cabang ilmu pengetahuannya, sementara kuncup tersebut suatu saat akan mekar dan menjadi cabang ilmu pengetahuan baru.

Kuncup-kuncup itu akan senantiasa mekar selama pohon ilmu pengetahuan itu hidup.

Dengan demikian, Sumaxtono ingin menyatakan bahwa cabang-cabang ilmu pengetahuan akan berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan zaman.

Makara yang mengalirkan air melambangkan hasil yang memancar ke segala penjuru.

Makna yang diberikan Sumaxtono adalah Universitas Indonesia sebagai sumber ilmu pengetahuan, akan menghasilkan sarjana-sarjana yang cerdas, terampil, penuh ketakwaan, berbudi luhur, dan berkepribadian, serta bersikap terbuka, tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu dan teknologi serta masalah yang dihadapi masyarakat, dan mampu menyelesaikannya sesuai dengan kaidah-kaidah akademik, di mana pun mereka berada.

Rancangan desain berikut maknanya diperlihatkan oleh Sumaxtono kepada Srihadi (mahasiswa Seni Rupa FT-UI, Bandung Angkatan 1952) pada tahun 1952. Prof. KRHT H. Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, M.A. – yang juga pencipta lambang Institut Teknologi Bandung – tidak mengetahui kapan dan siapa yang mengesahkan lambang UI tersebut.

Yang pasti adalah, sampul buku Universiteit Indonesia, Fakulteit Teknik, Bandung: Rentjana Untuk Tahun Peladjaran 1952-1953 (Percetakan AID, Bandung, 120 hlm.) menggunakan lambang Universitas Indonesia untuk pertama kali seperti yang dibuat oleh Sumaxtono (tanpa bingkai segilima).

  • Visi dan Misi


Visi yang tercantum dalam Statuta adalah: “Menjadi pusat ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan yang unggul dan berdaya saing, melalui upaya mencerdasakan kehidupan bangsa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga berkontribusi bagi pembangunan masyarakat Indonesia dan dunia”.

Tahapan Visi 2015-2019 sebagaimana amanat dalam RPJP, tahapan visi 5 tahun pertama (2015-2020) adalah: 

“Mewujudkan Universitas Indonesia menjadi PTN BH yang mandiri dan unggul serta mampu menyelesaikan masalah dan tantangan pada tingkat nasional maupun global, menuju unggulan di Asia Tenggara”

Misi 

Menyediakan akses yang luas dan adil, serta pendidikan dan pengajaran yang berkualitas.

Menyelenggarakan kegiatan Tridharma yang bermutu dan relevan dengan tantangan nasional serta global.

Menciptakan lulusan yang berintelektualitas tinggi, berbudi luhur dan mampu bersaing secara global.

Menciptakan iklim akademik yang mampu mendukung perwujudan visi UI

Tujuan

Menciptakan komunitas pendidikan yang inklusif, berdasarkan pada adab, kepercayaan, integritas, saling menghargai dan kebhinekaan dalam lingkungan yang aman dan bersahabat;

Menyiapkan peserta didik agar menjadi lulusan yang cerdas dan bernurani melalui penyediaan program pendidikan yang jelas dan terfokus sehingga dapat menerapkan, mengembangkan, memperkaya, dan memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan;

Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan serta mengupayakan penerapannya untuk meningkatkan martabat dan kehidupan masyarakat, dan memperkaya kebudayaan nasional;

Mendorong dan menguatkan pengembangan ilmu-ilmu yang telah ada, maupun ilmu-ilmu dan kajian baru dalam bidang monodisiplin, multidisiplin, interdisiplin, demi menjawab tantangan persoalan kehidupan yang makin kompleks;

Mendorong dan mendukung peran serta aktif sivitas akademika dalam pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat yang demokratis, sejahtera, dan beradab sebagai kekuatan moral yang mandiri;

Memperkuat peran sebagai penyelenggara pendidikan tinggi, dan bekerjasama dengan lembaga dan asosiasi profesi, sehingga lulusan dapat memperoleh keahlian pada tingkat professional;

Meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan kepada bangsa, negara, dan dunia melalui kolaborasi, kemitraan, dan kesempatan untuk pengayaan budaya dan pendidikan berkelanjutan, dan;

Berinvestasi pada pengembangan professional bagi semua warga UI dan juga dalam teknologi bermanfaat dalam rangka mencapai keunggulan kompetitif melalui pengajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

  • Pimpinan


Pimpinan universitas adalah Rektor dan para Wakil Rektor, bertugas antara lain menjalankan fungsi pengelolaan universitas secara keseluruhan, melaksanakan penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada kepada masyarakat, membina sivitas akademika (dosen & mahasiswa) serta membina hubungan dengan alumni, baik di lingkungan universitas dan masyarakat.

Rektor diangkat/diberhentikan oleh Majelis Wali Amanat untuk masa jabatan 5 tahun, setelah melalui proses pemilihan yang diadakan khusus dalam suatu rapat terbuka Majelis Wali Amanat.

Berikut ini adalah susunan Pimpinan UI periode 2014-2019 :

Prof.Dr.Ir. Muhammad Anis, M. Met.

Meraih gelar guru besar dalam bidang metalurgi pada tahun 2013 dengan pidatonya yang berjudul “Aplikasi Metalurgi pada Pengelasan Logam.”

Sebelum menduduki jabatan sebagai Rektor UI 2014-2019, merupakan Pejabat Rektor pada  periode 2013-2014.

Prof. Dr. Bambang Wibawarta, S.S., M.A.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan

Saat ini juga merangkap sebagai Penanggungjawab Penyelenggaraan Program Studi-Program Studi Pascasarjana Eks Program Pascasarjana. Dikukuhkan sebagai guru besar bidang susastra pada tahun 2013.

Pada tahun 2001, aktif sebagai peneliti di Tohuku University.

Jabatan terakhir sebelum menjadi wakil rektor yaitu Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI.

Prof. Sidharta Utama, Ph.D, CFA.

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi Umum

Pengajar di Departmen Akuntansi.

Sebelum ditunjuk untuk menjabat posisi Wakil Rektor, menjabat sebagai Sekretaris Majelis Wali Amanat Universitas.

Prof. Dr. rer. nat Rosari Saleh

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi

Meraih gelar doktor Fahrbereich Physik Philipps di Universitaet Marburg, Jerman.

Ia melakukan beberapa penelitian di bidang nanopartikel.

Sebelum dikukuhkan sebagai wakil rektor, menjabat sebagai wakil ketua pengurus Institute of Human Virology and Cancer Biology (IHVCB) UI.

Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA

Wakil Rektor Bidang SDM dan Kerjasama

Sebelumnya pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik periode 2013-2017.

Selain menjabat sebagai Wakil Rektor, masih aktif mengajar di FTU I yang telah dijalani.

  • Fakultas, Sekolah dan Program


Saat ini UI terdiri dari 13 Fakultas, Program Pasca Sarjana dan Program Vokasi.

Ketigabelas fakultas tersebut adalah Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Ilmu Keperawatan, Farmasi, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Teknik, Psikologi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Hukum, Ekonomi, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Pengetahuan Budaya, Ilmu Komputer.

Program Studi yang terdapat di UI saat ini berjumlah 291 program studi, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 47.166 orang dan 309 orang mahasiswa asing yang mengikuti program bergelar maupun non-gelar

  • Fasilitas


Universitas Indonesia (UI) terus berupaya memperbaiki administrasi dan pelayanan kepada para mahasiswa.

Peningkatan pelayanan terhadap mahasiswa ditujukan untuk memfasilitasi kegiatan belajar-mengajar dan kehidupan sosial mahasiswa di lingkungan kampus UI.

Lingkungan kehidupan kampus ini diharapkan mampu membantu mencetak mahasiswa yang berkemampuan teknis, terampil, dan memiliki wawasan humanis.

Kualitas pembentukan manusia yang utuh perlu ditunjang infrastruktur seperti layanan kesehatan, gedung pertemuan, sarana dan prasarana olahraga, sarana ibadah, poliklinik, transportasi, akomodasi, teknologi informasi, dan asuransi.

Keberadaan sarana penunjang itu diharapkan membuat sivitas akademika UI bisa mengembangkan segenap potensinya untuk menjadi manusia yang unggul.

UI akan senantiasa terus melakukan standardisasi layanan berkelas dunia.

Universitas Indonesia tidak akan berhenti meningkatkan kualitas layanan sejajar dengan universitas kelas dunia lainnya.

Peningkatan kualitas yang berkelanjutan akan terus dilakukan dengan tujuan membuat kampus UI nyaman, hijau, rapi, teratur, dan memudahkan aktivitas civitas akademika.

Selain itu, Universitas Indonesia memiliki fasilitas transportasi yakni : 

Bis Kuning

Universitas Indonesia menyediakan 13 unit bus kampus untuk melayani kebutuhan transportasi mahasiswa di dalam kampus.

Bus-bus kuning tersebut secara rutin akan melayani rute di dalam kampus mulai pukul 07.00 hingga pukul 21.00.

Jika ingin meminjam Bis Kuning dapat menghubungi Direktorat Kemahasiswaan.

Bus Eksekutif

Universitas Indonesia saat ini menyediakan bus AC dan non-AC untuk memberikan pelayanan transportasi khususnya transportasi keluar kampus.

Bus-bus tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan seperti study tour, karya wisata, penelitian lapangan, dan sebagainya dengan biaya relatif terjangkau.

  • Prestasi


Universitas Indonesia telah mendapatkan berbagai penghargaan di antaranya :

Universitas Indonesia tampil di rangking pertama untuk kategori universitas asal Indonesia versi QS dan peringkat 67 Asia pada tahun 2016.

Universitas Indonesia tampil di rangking pertama untuk kategori universitas asal Indonesia versi QS dan peringkat 79 Asia pada tahun 2015.

Universitas Indonesia tampil di rangking pertama untuk kategori universitas asal Indonesia versi QS dan peringkat 71 Asia pada tahun 2014.

Universitas Indonesia tampil di rangking pertama untuk kategori universitas asal Indonesia versi QS dan peringkat 64 Asia pada tahun 2013.

Universitas Indonesia tampil di rangking pertama untuk kategori universitas asal Indonesia versi QS, peringkat 59 Asia, dan peringkat 273 dunia pada tahun 2012.

Universitas Indonesia tampil di rangking pertama untuk kategori universitas asal Indonesia versi QS, peringkat 50 Asia, dan peringkat 217 dunia pada tahun 2011.

Universitas Indonesia tampil di rangking pertama untuk kategori universitas asal Indonesia versi QS dan peringkat 50 Asia pada tahun 2010.

Universitas Indonesia tampil di rangking pertama untuk kategori universitas asal Indonesia versi THES tahun 2016.

Universitas Indonesia tampil di rangking pertama untuk kategori universitas asal Indonesia versi THES tahun 2015.

Universitas Indonesia tampil di rangking pertama untuk kategori universitas asal Indonesia versi THES tahun 2009.

Universitas Indonesia tampil di rangking pertama untuk kategori universitas asal Indonesia versi THES tahun 2008.

Universitas Indonesia rangking ke 250 di THES tahun 2006 sebagai Universitas berkelas dunia dan rangking 395 di THES 2007.

Universitas Indonesia tampil di rangking pertama untuk kategori universitas asal Indonesia versi Webometric dan peringkat 13 Asia Tenggara pada tahun 2016.

Universitas Indonesia tampil di rangking 3 untuk kategori universitas asal Indonesia versi Webometric pada tahun 2015.

Universitas Indonesia tampil di rangking 2 untuk kategori universitas asal Indonesia versi Webometric pada tahun 2014.



Informasi
Nama Universitas Indonesia (UI)
Motto Veritas, Probitas, Iustitia (Kebenaran, Kejujuran, Keadilan)
Didirikan 1849 (sebagai Dokter-Djawa School Batavia) 1954-sekarang (sebagai Universitas Indonesia)
Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met (sejak 4 Desember 2014)
Jumlah Mahasiswa 46.771 (2018)
Staf Akademik 2.267 (2018)
Lokasi Depok, Jawa Barat, Indonesia
Maps https://goo.gl/maps/ZfTgQFmvqYCpBsUM6
Kontak Phone: +62 21 786 7222
Contact Center: 1500 002
Whatsapp: 08 15 15000 002
Fax: +62 21 78849060
Email humas-ui@ui.ac.id
Situs Resmi https://www.ui.ac.id/








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Kecelakaan di Tol Cipularang, Truk

    Insiden kecelakaan terjadi di KM 91 Tol Cipularang,
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved