Sekjen DPP PDIP Benarkan Rekaman Suara Bambang Pacul Soal Pilpres 2024 : Harusnya Off The Record

"Teh botol sosro, apapun makananannya Puan Maharani wakilnya, siapapun calon presidennya, wakile (wakilnya) PM (Puan Maharani)," kata Bambang Pacul


zoom-inlihat foto
Ketua-Bappilu-PDIP-Bambang-Wuryanto-Tribunnewscom-Taufik-Ismail.jpg
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beberapa waktu lalu, rekaman suara diduga milik Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul menghebohkan publik.

Pasalnya dalam rekaman tersebut, Bambang Pacul membahas soal Pilpres 2024.

Lebih lanjut, Bambang Pacul mengatakan dirinya mendukung penuh Puan Maharani maju menjadi wakil presiden.

Dirinya tak mempermasalahkan siapa yang akan maju menjadi presidennya nanti.

Meski demikian, Bambang Pacul mengatakan dirinya bersedia mundur jika Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo maju ke Pilpres 2024.

Kebenaran pemilik suara tersebut akhirnya dikonformasi oleh Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.

Baca: Gerindra Bertekad Calonkan Kembali Prabowo Subianto di Pilpres 2024, Waketum: Wakil Belum Dibahas

Baca: AHY Dikabarkan Maju Pilpres 2024, Respon Menohok Marzuki Ali: Indonesia Bukan Negara Pacitan

Ganjar Pranowo dan Puan Maharani
Ganjar Pranowo dan Puan Maharani (Kolase Tribunnewswiki/TRIBUNNEWS.COM)

Dalam rekaman wawancara yang diterima Tribunnews, Hasto membenarkan bahwa suara yang beredar milik Bambang Pacul.

Meski demikian, Hasto membantah informasi yang mengatakan bahwa Bambang Pacul saat itu sedang berbicara dengan Megawati Soekarnoputri.

Hasto mengatakan Bambang Pacul dalam rekaman tersebut sedang berbicara dengan wartawan.

"Itu Pak Bambang Pacul bukan dengan ibu Mega. Pak Bambang Pacul sedang di Jawa Tengah kemudian berbicara dengan wartawan yang seharusnya off the record tetapi malah ada yang bocorkan," kata Hasto, Minggu (6/5/2021).

Lebih lanjut, Hasto menerangkan bahwa soal Pilpres 2024, pihaknya masih dalam proses persiapan.

Dikatakan Hasto, persiapan tersebut memang harus dilaksanakan sebaik-baiknya.

Sehingga nantinya bila keputusan sudah diambil, seluruh jajaran PDIP bisa langsung bergerak.

"Strategi kita, namanya calon presiden dan wakil presiden ini kan mengemban tugas yang sangat penting secara ideologis. Nah, dengan demikian dipersiapkan dengan sebaik-baiknya melakukan konsolidasi, sehingga ketika Ibu Megawati Soekarnoputri dengan hak prerogratif mengambil keputusan, seluruh jajaran partai langsung bergerak termasuk untuk relawan,"beber Hasto.

Transkrip rekaman suara berdurasi 3 menit 46 detik yang diduga merupakan suara dari Bambang Wuryanto:

Ganjar Pranowo dan Puan Maharani
Ganjar Pranowo dan Puan Maharani (Instagram @ganjar-pranowo dan @endro_dc)

Teh botol sosro, apapun makananannya Puan Maharani wakilnya, siapapun calon presidennya, wakile (wakilnya) PM (Puan Maharani).

Kita punya partai sendiri kok. Punya golden tiket, nyalon dewe iso(nyalon sendiri bisa) kok.

Kene njaluk wakil mosok ora iso (kita minta wakil masa tidak bisa).

Pemilihan presiden itu apa, kalau kita hanya menurunkan pada level wapres, Gerindra dijadikan presiden dari PDIP senang tidak? Seneng to pak. Happy happy to pak.

Teorine sopo (teorinya siapa)? Koyo ngono ko dikekne wong liyo (kayak gitu kok dikasih ke orang lain), dia (Ganjar) itu siapa?

Sampeyan punya perusahaan, CEO mu top, emang kamu dapat warisan dari CEO mu. Gak akan to mas, warisan ya ke anaknya. Mbahnya sangkil apa.

Ya kalau belum ada yang lain, ya dia (Ganjar) sendiri yang mau meluncur ke atas.

Yang lain belum ada cerita. Puan Maharani cerita apa wong crito ora oleh (tidak boleh)? Tetep wae (tetap saja) surveine (surveinya) rendah.

Pokoke rumus (rumusnya) Puan Maharani Teh Botol Sosro. Apapun makanannya, minumnya teh botol sosro. Ya to?

Siapapun calon presidennya, wakile PM. Masuk akal ra? (Masuk akal tidak?) Apakah presidene Ganjar wakile Puan? Ya ga bener.

Dalam soal capres, DPD PDI Perjuangan tidak sejalan dengan kemauan Ganjar.

DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah tidak sejalan dengan kemauannya Ganjar.

Dalam hal pencalonan presiden.

Apa yang dilakukan DPD PDIP? Menunggu titah ketua umum. Kita sudah mempersiapkan. Kenapa? Saya akan ajak bicara ketua umum, saya jelaskan.

“Ora cul, iki aku intine Ganjar yang akan saya kasih rekomendasi”. Mohon izin bu saya mengundurkan diri.

Berani cul, berani, kenapa takut? Ngko nek Ganjar dikei (nanti kalau Ganjar diberikan) rekomendasi.

Kemungkinan iki ono ora (Kemungkinan ini ada tidak)? Ya ada, tapi nol koma nol nol persen (0,00%).

Sih ono (selama masih ada) Mbak Puan ra iso No (tidak bisa dong), teorine sopo (teori siapa)?

Lha dulu Pak Jokowi bisa. Lha dulu Mbak Puan sih indil-indil (imut-imut). Saiki ora iso (kalau sekarang tidak bisa).

Semua lorong kekuasaan Istana tahu, semua lorong di Senayan tahu, kurang opo (kurang apa)?

Kekuasaan republik itu hanya ada di dua titik, Senayan dan Istana.

Mbak Puan pernah bergerak di dua lorong itu kok, pengalamane wis duwe (sudah punya). Elite-elite wis kenal kabeh (sudah kenal semua), lebih gampang untuk berembuk.

Nanti kalau saya menegur, dia (Ganjar) marah.

"Memang kamu siapa Cul negur-negur aku? Sing iso negur aku ki Bu Mega." Kan ngono cocote dekke (Kan begitu mulutnya dia/Ganjar).

DPD dan Ganjar beda pendapat. Ben sing biji (biar yang menilai) ketua umum.

Nek aku dikei (kalau saya diberi) kewenangan yo tak (ya akan) tarung, tarung. Aku ra peduli (enggak peduli).

Ning tak kei reti sampeyan semua (tapi saya beritahu kalian semua). Kalau rekom ke Ganjar, Bambang Pacul mengundurkan diri dari jabatannya.

Satrio (ksatria) pak. Ora sudi aku didadekne (tidak sudi aku jadi) wong edan (orang gila).

Ganjar Pranowo tanggapi soal isu pencalonan dirinya menjadi capres dalam Pilpres 2024

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berpose usai wawancara khusus dengan Tribun Network di kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2020).
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berpose usai wawancara khusus dengan Tribun Network di kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2020). (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Pilpres 2024 mulai ramai dibahas mengingat pesta demokrasi tersebut tak lama lagi tiba.

Beberapa nama digadang-gadang memiliki elektabilitas tinggi untuk maju sebagai calon presiden selanjutnya.

Diantaranya adalah Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyanggah isu yang beredar soal pencalonannya di Pilpres 2024.

Ganjar malah melempar balik pertanyaan dan menunjukkan bahwa dirinya tak berminat maju di Pilpres 2024 mendatang.

“Sing arep maju iki sopo? (yang mau maju itu siapa) ke Pilpres 2024,” papar Ganjar Pranowo ditemui setelah acara seminar yang digelar di kawasan Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, Selasa (1/6/2021) sore.

Tak hanya soal Pilpres 2024, Ganjar Pranowo pun menanggapi mengenai hubungannya dengan PDIP.

Mengingat beberapa waktu lalu tersiar kabar tak sedap antara Ganjar Pranowo dengan partai bersimbol banteng hitam bermoncong putih tersebut.

“Aman, baik baik saja dengan PDIP,” kata Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo juga menanggapi soal kabar hubungan dirinya dan Puan Maharani sedang renggang.

“Hingga saat ini, saya sama Mbak Puan baik-baik saja, tidak ada masalah,” tandasnya.

Baca: Beredar Rekaman Suara Mirip Bambang Wuryanto: Siapapun Presidennya, Puan Maharani Wakilnya

Baca: Respons Ganjar Pranowo Saat Ditanya Soal Pilpres 2024 Mendatang

Baca: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, Daryanto)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Soal Rekaman Suara Bambang Pacul, Hasto: Seharusnya Off The Record tetapi Malah Ada yang Bocorka





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved