Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gencatan senjata ialah upaya penghentian perang atau konflik bersenjata dalam bentuk apa pun untuk sementara, DAN kedua belah pihak yang terlibat sepakat untuk menghentikan tindakan agresif masing-masing.
Gencatan senjata dapat disebut sebagai bagian dari perjanjian formal, tetapi bisa juga sebagai bagian pemahaman informal antara kedua belah pihak.
Sebagai contoh, pada tanggal 25 Desember 1914, dalam Perang Dunia I, terjadi gencatan senjata informal karena Jerman dan Inggris ingin merayakan Natal.
Tidak ada perjanjian yang ditandatangani, kemudian setelah beberapa hari peperangan kembali berlanjut.
Contoh lain dari gencatan senjata terjadi antara Israel dan Otoritas Palestina pada tanggal 8 Februari 2005.
Ketika itu, pemimpin delegasi Palestina, Saeb Erakat, menyatakan gencatan senjata mereka: "Kami setuju bahwa hari ini Presiden Abbas akan mengumumkan penghentian permusuhan secara penuh terhadap orang Israel di mana pun dan Perdana Menteri Sharon akan mengumumkan penghentian kekerasan dan aktivitas militer terhadap orang Palestina di mana pun."
Baca: Agresi Militer Belanda I
Baca: Negara Palestina
Tujuan #
Gencatan senjata merupakan upaya penghentian kekerasan sementara yang tidak menyelesaikan konflik besar, tetapi dimaksudkan sebagai langkah ke arah itu.
Gencatan senjata termasuk langkah pertama dan penting dalam menyelesaikan konflik kekerasan agar terjadi perdamaian.
Deklarasi ini mengubah lanskap politik dengan memberikan periode pendinginan sebagai pembuka jalan untuk negosiasi masalah yang tidak dapat ditangani selama masa permusuhan.
Kekerasan melahirkan kecemasan, ketakutan, dan permusuhan yang biasanya menghalangi negosiasi.
Terhalangnya negosiasi membuat kedamaian atas perselisihan yang mendasari akan semakin sulit.
Sebaliknya, kekerasan berkelanjutan, dengan pertumpahan darah hanya akan mendorong masing-masing pihak untuk mengejar strategi sepihak demi mampu menghancurkan lawan secara langsung.
Untuk mengatasi efek polarisasi kekerasan, dimungkinkan deklarasi gencatan senjata bersama atau sepihak menjadi hal yang penting.
Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa deklarasi gencatan senjata akan rapuh rusak dalam beberapa bulan pertama.
Hal itu tak lepas dari komitmen politik masing-masing pihak.
Gencatan senjata apa pun dapat renggang karena ketegangan dan skeptisisme yang tinggi.
Jika satu pihak tidak memiliki niat tulus untuk mencapai penyelesaian yang dinegosiasikan, seluruh proses akan terancam.
Selain itu, gencatan senjata sering dimanipulasi sebagai alat untuk keuntungan politik atau strategis.
Misalnya, satu pihak dapat menggunakan gencatan senjata untuk menyusun kembali kapasitas perangnya dan/atau menggerakkan pasukannya ke posisi taktis yang lebih kuat.
Gencatan senjata yang berhasil sering kali membutuhkan dasar kepercayaan di antara musuh.
Seperti kesadaran bahwa kekerasan terus-menerus merusak diri sendiri, pengakuan atas peran seseorang dalam menciptakan konflik atau empati terhadap musuh.
Namun, aspek tersulit dalam mengelola gencatan senjata adalah kemampuan untuk mendapatkan dukungan dari semua pemangku kepentingan dalam suatu konflik.
Baca: Hamas (Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah)
Baca: Israel
Aturan Umum #
Aturan umum mengenai gencatan senjata dirumuskan dalam Konferensi Perdamaian Den Haag tahun 1907 serta tertuang dalam peraturan perang darat Den Haag.
Sesuai ketentuan peraturan tersebut, permusuhan dapat dilanjutkan dalam gencatan senjata yang tidak terbatas setelah pemberitahuan yang tepat atau pelanggaran serius terhadap gencatan senjata.
Tindakan yang merupakan pelanggaran serius di antaranya penyerangan yang disengaja, perebutan poin di luar garis partai, dan penarikan pasukan dari posisi yang tidak menguntungkan atau lemah.
Baca: Israel Defense Forces (IDF)
Baca: Palestine Liberation Organization (PLO)
(TribunnewsWiki.com/Septiarani)
| Pengertian | Penghentian konflik bersenjata untuk sementara |
|---|
| Tujuan | Memberikan periode pendinginan sebagai jalan negosiasi masalah |
|---|