Agresi Militer Belanda I

21 Juli 1947: Gubernur jendral Van Mook mengumumkan dimulainya Operatie Product, kemudian dikenal sebagai Agresi Militer Belanda I.


zoom-inlihat foto
agresi-militer-belanda-i.jpg
kodam14hasanuddin-tniad.mil.id via GridHot.ID
Jenderal Sudirman kala memimpin perang Gerilya terhadap Agresi Militer I dan II Belanda.

21 Juli 1947: Gubernur jendral Van Mook mengumumkan dimulainya Operatie Product, kemudian dikenal sebagai Agresi Militer Belanda I.




  • Kronologi #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pada Juli 1947, Gubernur jendral Belanda Van Mook mengeluarkan ultimatum agar pasukan Indonesia ditarik mundur dari garis batas demarkasi sejauh 10 km.

Ultimatum tersebut ditolak secara tegas oleh pemimpin Indonesia.

Belanda menginginkan agresi militer terhadap Indonesia.

Tujuannya adlaah menguasai secara penuh wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam.

Belanda mengatakan kepada dunia Internasional bahwa aksi tersebut hanya polosional dan merupakan urusan dalam negeri.

Belanda beralasan aksi ini merupakan bentuk pemulihan keamanan Indonesia.

Hal terebut dilakukan untuk mempertahankan penafsiran terhadap perjanjian Linggarjati.

Bung Karno di atas Jeep Belanda
Bung Karno di atas Jeep Belanda (INTISARI/Moh Habib Asyhad)

Secara militer, agresi militer Belanda I bertujuan untuk memusnahkan atau melawan TNI.

Dari segi politis, Belanda ingin merebut daerah-daerah strategis di Indonesia.

Dari segi ekonomi, Belanda enggan melepaskan Indonesia yang memiliki kekayaan alam berlimpah.

Van Mook berpidato melalui radio yang menyatakan bahwa Belanda tidak lagi terikat oleh Perjanjian Linggarjati.

Bahkan ada yang menyebut Van Mook merobek kertas perjanjian tersebut.

Kala itu, sekitar 100 ribu tentara Belanda sudah bersenjata lengkap.

Mereka juga dilengkapi dengan peralatan tempur modern yang diperoleh dari Inggris dan Australia. (1)

Tentara
Ketika pasukan khusus Belanda menyerbu Yogya (INTISARI/Ade Sulaeman)

Pada 21 Juli 1947 Belanda melancarkan agresi militer I dengan menyerang daerah Republik Indonesia di Jawa dan Sumatra.

Pasukan TNI tidak siap menghadapi serangan mendadak tersebut.

Serangan pertama itu membuat TNI terpencar-pencar.

Dalam kondisi demikian, TNI mencoba membangun daerah pertahanan baru.

Kemudian TNI menggunakan taktik perang gerilya.

Perang gerilya ini berhasil membatasi ruang gerak Belanda.

Gerak pasukan Belanda hanya ada di jalan raya dan pusat kota.

Sementara itu, daerah luar kota dan pinggir dikuasai oleh TNI.

Kejadian ini mendapat perhatian dari dunia internasional.

Pada tanggal 1 Agustus 1947, Dewan Keamanan PBB meminta kedua belah pihak menghentikan peperangan ini.

Karena itu, gencatan senjata diadakan pada 4 Agustus 1947.

Untuk mengawasi gencatan senjata ini, dibentuk komisi konsuler yang anggotanya terdiri atas konsul jenderal yang ada di Indonesia.

Komisi konsuler diketuai oleh Dr Walter Foote dari Amerika.

Anggotanya terdiri dari Konsul Jenderal Cina, Prancis, Australia, Belgia, dan Inggris.

Komisi tersebut juga diperketat dengan pasukan militer Amerika Serikat dan Prancis yang bertugas sebagai peninjau militer.

Berdasarkan laporan komisi konsuler, Belanda tetap mengadakan gerakan militer pada 30 Juli hingga 4 Agustus 1947. (2)

  • Perlawanan Bangsa Indonesia #


Pasukan tentara dan para tokoh Indonesia berjuang keras menghadapi pertarungan Agresi Militer Belanda I.

Hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu merdeka dan sanggup berdaulat.

Selain dengan pertempuran, juga dilakukan diplomasi.

Diplomasi terbukti berhasil dengan munculnya reaksi keras dunia internasional terhadap agresi militer yang dilancarkan Belanda.

Kala itu India dan Australia mengajukan resolusi ke Dewan Keamanan PBB. (3)

Dewan keamanan PBB menyebut konflik antara Belanda dan Republik Indonesia dengan sebutan The Indonesian Question.

Berikut beberapa resolusi yang didalamnya membahas mengenai konflik antara Belanda dan Republik Indonesia.

- Resolusi No. 27 tanggal 1 Augustus 1947

- Resolusi No. 30 dan 31 tanggal 25 Agustus 1947

- Resolusi No. 36 tanggal 1 November 1947

- Resolusi No. 67 tanggal 28 Januari 1949.

Selain itu, Polandia dan Uni Soviet juga mendesak agar pasukan Belanda di tarik dari Wilayah Republik Indonesia. (4)

Berkat berbagai perjuangan dan dukungan internasional, Belanda menerima resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan serangan.

ILUSTRASI - Persiapan pasukan Indonesia menghadapi Operasi Jayawijaya
ILUSTRASI - Persiapan pasukan Indonesia menghadapi Operasi Jayawijaya (INTISARI/Moh Habib Asyhad)

  • Dampak #


Akibat agresi yang dilakukan, beberapa perkebunan luas yang ada di Jawa dan Sumatra berhasil dikuasai Belanda.

Meski Belanda sudah menerima seruan gencatan senjata PBB, mereka tetap melakukan usaha untuk mempertahankan daerah yang telah berhasil diduduki. (3)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)

Untuk terus update informasi tribunnewswiki.com, ikuti kami di:

Instagram @tribunnewswiki

Fanpage Facebook Tribunnews Wiki

Youtube TribunnewsWiki Official



Nama Agresi Militer Belanda I
Klasifikasi Agresi Militer
Negara yang Terlibat Indonesia
Belanda
Tanggal 21 Juli 1947


Sumber :


1. sejarahlengkap.com
2. www.artikelsiana.com
3. satujam.com
4. sejarahlengkap.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Sanubari Jakarta (2012)

    Sanubari Jakarta adalah film drama omnibus Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved