Di sisi lain, Hamas juga melancarkan serangan ke Israel dengan menembakkan roket.
Roket ini ditembakkan dari area warga sipil di Gaza dan mengarah ke area warga sipil di Israel.
Ada satu roket yang dilaporkan mengenai sebuah sinagog di selatan Kota Ashkelon. Namun, tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Baca: Sejarah Berdirinya Israel, Negara Satu-satunya di Dunia dengan Rakyat Mayoritas Yahudi
Serangan sebelumnya
Dalam serangan udara Israel pada Minggu dini hari, memembuat beberapa keluarga terkubur di bawah puing-puing bangunan.
Ada tiga bangunan yang terkena serangan selama 5 menit. Pecahan kaca dan puing-puing dilaporkan menutupi jalan.
Konflik ini adalah yang terparah sejak 2014 yang lalu.
Juru bicara militer Israel mengatakan serangan itu menargetkan infrastruktur bawah tanah milik militer Hamas.
Baca: Israel Dituduh Gunakan Media untuk Perdaya Hamas, Sebut Serangan Darat ke Gaza Telah Dimulai
Serangan itu juga merusak sejumlah gedung tertinggi di Gaza, termasuk gedung yang digunakan sebagai kantor media.
Netanyahu menduga intelijen militer Hamas beroperasi di dalam gedung itu.
"Ini target yang sah," kata Netanyahu kepada CBS.
Korban tewas
Setidaknya telah ada 188 warga Palestina yang tewas karena serangan udara di Gaza.
Sebanyak 55 di antaranya anak-anak, dan 33 di antaranya perempuan.
Korban luka dilaporkan ada sebanyak 1.230 orang.
Sementara itu, di Israel dilaporkan ada 8 orang tewas akibat 3.100 serangan roket yang diluncurkan dari Gaza.
Hamas dan grup militan Jihad Islam mengakui adanya 20 tentara mereka yang tewas.
Namun, Israel mengatakan jumlah yang sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi.
(Tribunnewswiki/Tyo)
Baca berita tentang konflik Israel-Palestina lainnya di sini.