TRIBUNNESWIKI.COM - Amerika Serikat (AS) berencana mengirimkan bantuan senilai jutaan dolar kepada warga Palestina.
Pemerintahan Joe Biden telah menyampaikan kepada Kongress atau parlemen bahwa bantuan itu diberikan kepada kelompok-kelompok Palestina di Tepi Barat dan Gaza.
Bantuan itu untuk mendukung proyek pertukaran dan rekonsiliasi dengan Israel. Namun, identitas penerima bantuan belum diungkapkan oleh AS.
Diberitakan dari Associated Press, Departemen Luar Negeri AS pada Jumat, (15/5/2021), mengatakan bantuan sebanyak $10 juta itu adalah bagian dari dana sebanyak lebih dari $100 juta yang pemerintah alokasikan kepada Palestina awal tahun ini.
Badan AS untuk Pembangunan Internasional menyebut bantuan itu akan mendukung usaha mempertemukan kelompok-kelompok yang terdampak konflik untuk mengatasi perpecahan yang mungkin disebabkan oleh perbedaan-perbedaan, seperti etnis, agama, status, kelas, atau afiliasi politik di area yang terdampak oleh konflik dan perang sipil.
Dana bantuan itu dikatakan sebagian besar akan digunakan untuk proyek lintas-perbatasan antara Israel dan Tepi Barat dan Gaza.
Baca: Israel Kembali Lakukan Serangan Besar, Gaza Diguncang Ledakan selama 10 Menit
Namun, dana itu mungkin juga digunakan untuk berbagai program untuk orang Yahudi dan Arab yang tinggal di Isrel.
Pemerintahan Biden percaya bahwa pendekatan yang dilakukan Trump dalam menangani konflik di Timur Tengah tidak cocok.
Selain itu, pemerintahan AS saat ini telah mengumumkan adanya bantuan $130 juta kepada warga Palestina.
Bantuan itu kemungkinan besar bertujuan untuk mendorong mereka kembali bernegosiasi dengan Israel.
Kondisi terkini konflik Israel-Palestina
Pesawat militer Israel meluncurkan serangkaian serangan besar di beberapa lokasi di Kota Gaza pada Senin dini hari, (17/5/2021).
Ini terjadi beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan isyarat akan adanya pertempuran keempat dengan Hamas.
DIlansir dari Associated Press, serangan ini lebih besar, lebih berdampak luas, dan lebih lama dari serangkaian serangan udara sehari sebelumnya yang menewaskan 42 warga Palestina.
Selain itu, serangan terbaru ini juga dilaporkan mengguncang Kota Gaza selama 10 menit.
Media setempat mengabarkan jalan utama yang ada di barat kota, kompleks keamanan, dan ruang terbuka menjadi beberapa target dalam serangan.
Jalur pasokan listrik juga rusak akibat serangan udara ini. Namun, belum ada laporan akan adanya korban.
Baca: Jokowi Ajak Erdogan dan Sejumlah Pemimpin Negara untuk Hentikan Agresi Israel di Palestina
Pidato Netanyahu dan serangan Hamas
Dalam pidatonya yang disiarkan melalui televisi pada hari Minggu, Netanyahu mengatakan serangan Israel akan berlanjut dalam kekuatan penuh.
Israel, kata dia, "ingin kelompok Hamas membayar harga mahal."
Di sisi lain, Hamas juga melancarkan serangan ke Israel dengan menembakkan roket.
Roket ini ditembakkan dari area warga sipil di Gaza dan mengarah ke area warga sipil di Israel.
Ada satu roket yang dilaporkan mengenai sebuah sinagog di selatan Kota Ashkelon. Namun, tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Baca: Sejarah Berdirinya Israel, Negara Satu-satunya di Dunia dengan Rakyat Mayoritas Yahudi
Serangan sebelumnya
Dalam serangan udara Israel pada Minggu dini hari, memembuat beberapa keluarga terkubur di bawah puing-puing bangunan.
Ada tiga bangunan yang terkena serangan selama 5 menit. Pecahan kaca dan puing-puing dilaporkan menutupi jalan.
Konflik ini adalah yang terparah sejak 2014 yang lalu.
Juru bicara militer Israel mengatakan serangan itu menargetkan infrastruktur bawah tanah milik militer Hamas.
Baca: Israel Dituduh Gunakan Media untuk Perdaya Hamas, Sebut Serangan Darat ke Gaza Telah Dimulai
Serangan itu juga merusak sejumlah gedung tertinggi di Gaza, termasuk gedung yang digunakan sebagai kantor media.
Netanyahu menduga intelijen militer Hamas beroperasi di dalam gedung itu.
"Ini target yang sah," kata Netanyahu kepada CBS.
Korban tewas
Setidaknya telah ada 188 warga Palestina yang tewas karena serangan udara di Gaza.
Sebanyak 55 di antaranya anak-anak, dan 33 di antaranya perempuan.
Korban luka dilaporkan ada sebanyak 1.230 orang.
Sementara itu, di Israel dilaporkan ada 8 orang tewas akibat 3.100 serangan roket yang diluncurkan dari Gaza.
Hamas dan grup militan Jihad Islam mengakui adanya 20 tentara mereka yang tewas.
Namun, Israel mengatakan jumlah yang sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi.
(Tribunnewswiki/Tyo)
Baca berita tentang konflik Israel-Palestina lainnya di sini.