Pertusis

Pertusis atau juga disebut batuk rejan yaitu batuk dengan ciri khas berupa suara tarikan napas kencang (whoop) di awal atau sela-sela batuk tiada henti.


zoom-inlihat foto
pertusis-batuk-rejan.jpg
honestdocs.id
pertusis / batuk rejan

Pertusis atau juga disebut batuk rejan yaitu batuk dengan ciri khas berupa suara tarikan napas kencang (whoop) di awal atau sela-sela batuk tiada henti.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pertusis atau juga disebut batuk rejan yaitu batuk dengan ciri khas berupa suara tarikan napas kencang (whoop) di awal atau sela-sela batuk tiada henti.

Gejala batuk rejan berbeda, dan tergantung stadium atau fase yang dialami.

Berdasarkan stadiumnya, pertusis dibagi menjadi stadium kataral, paroksismal, dan konvalesen.

Fase tersebut biasanya berlangsung selama tiga bulan. Karena itu, orang Indonesia sering menyebutnya sebagai batuk 100 hari.

Batuk rejan termasuk infeksi saluran pernapasan yang sangat menular.

Bila tidak diatasi dengan benar, pertusis dapat menyebabkan banyak komplikasi, khususnya pada bayi.

Baca: Laringitis

Baca: Mimisan

Batuk rejan ditandai dengan batuk keras yang terjadi secara terus-menerus yang biasanya diawali dengan tarikan napas panjang lewat mulut
Batuk rejan ditandai dengan batuk keras yang terjadi secara terus-menerus yang biasanya diawali dengan tarikan napas panjang lewat mulut (halodoc)

  • Gejala


Gejala batuk rejan atau pertusis bisa berbeda-beda, sesuai dengan stadium yang dialami oleh pasien. Berikut penjelasannya:

Gejala stadium 1 (stadium kataral)

• Pilek

• Demam, tapi suhu badan tidak tinggi

• Batuk ringan yang jarang, namun semakin lama bisa semakin berat dan lebih sering

Gejala stadium 2 (stadium paroksismal)

Batuk yang sering dan cepat yang disertai dengan bunyi 'whoop' di tiap akhir batuk. Inilah alasan pertusis disebut whooping cough.

Serangan batuk paroksismal ini biasanya terjadi pada malam hari, dengan rata-rata 15 kali serangan tiap 24 jam.

Frekuensi batuk akan meningkat dalam 1-2 minggu pertama dan menetap selama 2-3 minggu. Setelah itu, frekuensi batuk perlahan-lahan akan berkurang.

Selain frekuensi batuk yang sering, stadium paroksismal juga bisa memicu sianosis (kulit dan bibir menjadi biru), muntah, dan rasa lelah yang berlebihan.

Gejala stadium 3 (stadium konvalesen)

• Gejala pertusis akan membaik

• Batuk paroksismal mulai berkurang dalam 2-3 minggu setelah stadium 2

Mungkin saja ada tanda dan gejala batuk rejan yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Batuk Rejan pada anak
Batuk Rejan pada anak (halodoc)

Baca: Tuberkulosis (TB)

Baca: Pneumonia

  • Penyebab


Batuk rejan disebabkan oleh infeksi bakteri Bordetella pertussis di saluran pernapasan.

Infeksi bakteri ini akan menyebabkan pelepasan racun dan membuat saluran napas meradang.

Tubuh merespons hal tersebut dengan memproduksi banyak lendir untuk menangkap bakteri yang selanjutnya dikeluarkan dengan batuk.

Kombinasi peradangan dan penumpukan lendir bisa membuat penderita sulit bernapas.

Oleh karena itu, penderita harus berusaha menarik napas lebih kuat, yang kadang memunculkan bunyi lengking (whoop) tepat sebelum batuk-batuk.

Semua orang bisa terkena batuk rejan. Namun, risiko terkena penyakit ini lebih tinggi pada orang-orang dengan kondisi di bawah ini:

• Bayi berusia di bawah 12 bulan atau lansia

• Belum menjalani atau melengkapi vaksinasi pertusis

• Berada di area wabah pertusis

• Sedang hamil

• Sering melakukan kontak dengan penderita pertusis

• Menderita obesitas

• Memiliki riwayat asma

ilustrasi imunisasi
ilustrasi imunisasi (halodoc)

Baca: Flu Singapura

Baca: Sleep Apnea

  • Pengobatan


Cara mengobati batuk rejan umumnya tergantung pada tingkat keparahan dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya. Beberapa metode penanganan ini meliputi:

1. Pemberian antibiotik

Antibiotik akan membunuh bakteri penyebab batuk rejan dan mempercepat penyembuhan.

Obat ini juga dianjurkan sebagai pencegahan penularan pada anggota keluarga lain yang tinggal serumah dengan penderita.

Jenis antibiotik yang biasanya direkomendasikan meliputi azitromisin, klaritromisin, eritromisin, dan sulfametoksazol.

Harap diingat bahwa penderita biasanya tidak dianjurkan untuk menggunakan obat pereda batuk.

Pasalnya, obat ini tidak memiliki efek apapun dalam menghentikan batuk rejan.

2. Perawatan di rumah

Untuk meredakan batuk dan melancarkan proses penyembuhan batuk rejan, pasien bisa melakukan:

• Beristirahat yang cukup

• Minum banyak cairan, seperti air putih, jus, dan sup

• Makan dalam porsi sedikit, tapi sering untuk mencegah muntah setelah batuk

• Memastikan udara dalam ruangan tetap bersih, misalnya tanpa asap rokok atau paparan polusi lainnya

• Menjaga kelembaban ruangan, contohnya dengan alat humidifier

3. Rawat inap di rumah sakit

Pada batuk rejan yang berat, rawat inap di rumah sakit mungkin dibutuhkan.

Sementara untuk kasus pertusis yang mengancam jiwa, dokter bisa menganjurkan perawatan di ruang rawat intensif.

Pasalnya, pasien mungkin saja membutuhkan alat bantu napas (ventilator).

Batuk Rejan
Batuk Rejan (alodokter)

Baca: Anosmia

Baca: Atelektasis

  • Pencegahan


Cara mencegah batuk rejan yang dapat Anda lakukan meliputi:

• Menjalani vaksinasi pertusis

Vaksin pertusis bisa didapatkan dari imunisasi DPT (difteri, pertusis, tetanus). Jadwal pemberiannya adalah pada saat bayi berusia 2, 3, dan 4 bulan.

Vaksin DPT ulangan (booster) kemudian bisa dilakukan saat anak berusia 18 bulan dan 5 tahun.

Sementara khusus untuk ibu hamil, vaksin ulangan sebaiknya dijalani pada usia kehamilan 27 hingga 36 minggu.

Walaupun vaksinasi tidak dapat 100% mencegah penyakit, namun gejala yang dialami anak tidak akan separah jika tidak menerima vaksin.

• Menerapkan pola hidup bersih

Gaya hidup bersih dan sehat perlu diterapkan secara saksama untuk mencegah batuk rejan.

Mulai dari rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, menjauhkan bayi dan anak-anak dari orang sakit, juga mengajarkan anak untuk menutup mulut dan hidung saat batuk serta bersin.

Langkah ini sangat penting untuk mempertahankan sistem imun tubuh agar Anda tidak mudah sakit atau tertular penyakit, termasuk batuk rejan.

Baca: Asma (Asthma)

Baca: Abses Paru

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Penyakit Pertusis/ Batuk Rejan
Jenis Infeksi saluran pernapasan
Fase Stadium kataral, paroksismal, dan konvalesen
Penyebab Infeksi bakteri Bordetella pertussis
Dokter Spesialis Anak, Penyakit Dalam


Sumber :


1. www.sehatq.com
2. www.alodokter.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Haters Sudah Minta Maaf, Ayu

    Ayu tetap akan menempuh jalur hukum karena ingin
  • Sariamin Ismail

    Sariamin Ismail merupakan seorang novelis perempuan pertama di
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved