Tembok Besar China

Tembok Besar China merupakan sebuah bangunan terpanjang yang pernah diciptakan manusia yang berlokasi di Tiongkok.


zoom-inlihat foto
Tembok-Besar-China-Shutterstock.jpg
(Shutterstock)
Tembok Besar China

Tembok Besar China merupakan sebuah bangunan terpanjang yang pernah diciptakan manusia yang berlokasi di Tiongkok.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tembok Besar China merupakan sebuah bangunan terpanjang yang pernah diciptakan manusia yang berlokasi di Tiongkok.

Tembok Besar Tiongkok dianggap sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia.

Pada tahun 1987, bangunan ini dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Pada tahun 2009, Badan Survei dan Pemetaan dan Badan Administrasi Warisan Budaya Republik Rakyat Tiongkok melakukan penelitian untuk menghitung ulang panjang Tembok Besar China.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tembok Besar China lebih panjang daripada rentang yang saat ini diketahui.

Menurut pengukuran, panjang keseluruhan tembok mencapai 8.850 km.

Proyek tersebut juga telah menemukan bagian-bagian tembok lain yang panjangnya 359 km, parit sepanjang 2232 km, serta pembatas alami seperti perbukitan dan sungai sepanjang 2232 km.

Rentang rata-rata Tembok Besar Tiongkok adalah 5000 km, umumnya dikutip dari berbagai catatan sejarah.

Ada 20 fakta menarik dan mitos pembangunan kemegahan Tembok Besar China.
Ada 20 fakta menarik dan mitos pembangunan kemegahan Tembok Besar China. (http://vizts.com)

Baca: Candi Borobudur

Baca: Candi Prambanan

  • Sejarah


Pembangunan tembok ini merupakan salah satu bagian terpenting dalam sejarah arsitektur Tiongkok, yakni untuk membatasi wilayah-wilayah perkotaan dan perumahan.

Berbagai teori mengapa tembok besar didirikan antara lain sebagai benteng pertahanan, batas kepemilikan lahan, penanda perbatasan dan jalur komunikasi untuk menyampaikan pesan.

Berdasarkan bukti tertulis yang bisa diterima umum, pada dasarnya Tembok Besar China dikonstruksikan mayoritas pada periode Dinasti Qin, Dinasti Han dan Dinasti Ming.

Namun, sebagian besar rupa tembok raksasa yang berdiri pada saat ini merupakan hasil dari periode Ming.

Pra-Qin

Sebelum periode Dinasti Qin, pembangunan tembok raksasa paling awal dilakukan pada Zaman Musim Semi dan Gugur (722 SM-481 SM) dan Zaman Negara Perang (453 SM- 221 SM) untuk menahan serangan musuh dan suku-suku dari utara Tiongkok.

Negeri-negeri yang tercatat berkontribusi dalam konstruksi pertama antara lain negeri Chu, Qi, Yan, Wei dan Zhao.

Dinasti Qin

Pada tahun 220 SM di bawah perintah Kaisar Qin Shi Huang, Jendral Meng Tian mengumpulkan tenaga kerja sebanyak 300 ribu orang untuk menyambungkan tembok-tembok sebelumnya sebagai garis pertahanan

Pembangunan yang memakan waktu 9 tahun memerlukan biaya mahal dan mengorbankan rakyat jelata.

Tenaga kerja yang jadi korban mencapai jutaan jiwa sehingga negara menjadi lemah.

Kebencian rakyat pada kerja paksa tersebut memicu kemarahan petani yang berontak menggulingkan Dinasti Qin. Setelah itu, pembangunan tembok raksasa tidak dilanjutkan.

Dinasti Han

Tahun 127 SM, saat Kaisar Han Wudi berkuasa (140 SM-87 SM), proyek renovasi dan pembangunan bagian-bagian tembok lama dilaksanakan selama 20 tahun menambah panjang tembok secara keseluruhan menjadi 1000 km.

Pada periode pertama Han, tembok raksasa berfungsi sebagai pelindung kawasan barat dari Bangsa Hun yang mengancam rakyat Tiongkok.

Setelah pengaruh Hun melemah, pembangunan tembok tidak dilanjutkan. Mulai tahun 39 M, atas perintah Guang Wudi, jendral Ma Cheng memulai kembali proyek pembangunan tembok besar.

Pada saat itu, bangsa Hun terpecah menjadi 2 bagian, utara dan selatan.

Bangsa Hun utara berhasil ditaklukkan oleh Han sementara bagian selatan berdamai.

Setelah itu, pembangunan tembok raksasa ditinggalkan karena Tiongkok sudah mempunyai kekuatan militer yang besar.

Dinasti Ming

Pada masa Dinasti Ming (1368-1644), setelah menaklukkan bangsa Mongol, tembok raksasa dari periode sebelumnya dikonstruksikan kembali dengan catatan panjang 5.650 km.

Pada masa ini, Tembok Besar Tiongkok dibagi ke dalam 9 distrik militer yang dilengkapi benteng-benteng pertahanan dan pintu gerbang untuk mengawasi daerah perbatasan.

Di atasnya dibuat jalan sebagai jalur transportasi. Pintu gerbang paling timur dinamakan Shanhaiguan dan pintu gerbang paling barat dinamakan Jiayuguan.

Tembok Besar Tiongkok
Tembok Besar Tiongkok

Baca: Pulau Komodo

Baca: Taman Nasional Ujung Kulon

  • Arsitektur


Menara suar

Menara suar atau fenghuotai (烽火台) digunakan untuk menyampaikan pesan militer dengan cara membuat sinyal asap pada siang hari dan api pada malam hari untuk memberitahukan adanya gerak-gerik musuh.

Merupakan salah satu bagian tembok besar terpenting, struktur ini dibuat di tiap bagian tembok raksasa dengan material lokal.

Di daerah pegunungan, tersusun dari batu bata, di padang rumput atau gurun terbuat dari tanah liat. Bentuk bisa bulat, lonjong dan persegi.

Terdapat 3 jenis menara suar, yakni tipe yang dibangun di atas tembok, dalam tembok atau dibangun terpisah untuk mengintai musuh.

Pintu gerbang

Struktur pintu gerbang berfungsi sebagai benteng pada posisi-posisi penting, tersusun dari:

1. Chengqiang atau tembok pertahanan (城墙), dengan tinggi maksimal 10 meter.

Bagian luar terbuat dari batu bata besar atau batu granit. Bagian dalam terbuat dari tanah kuning atau campuran batu-batu kerikil.

Di atas tembok dapat dilalui penunggang kuda. Di sisi tembok terdapat tembok pelindung berbentuk persegi sebagai tempat untuk mengawasi dan berlindung.

2. Chenglou atau menara gerbang (城楼): pintu untuk keluar masuk perbatasan, sebagai tempat keluarnya pasukan saat menyerang musuh. Gerbang dinamakan sesuai dengan nama celah.

3. Wangcheng: tembok kecil di luar tembok besar yang berfungsi sebagai pelindung pintu gerbang.

4. Luocheng: tembok kedua untuk melindungi wengcheng.

5. Parit dan saluran air dalam untuk memperlambat gerakan musuh, memberi kesempatan untuk menyerang dengan cepat.

Tembok

Tembok merupakan badan utama arsitektur tembok raksasa. Fungsinya menghubungkan menara suar, menara pengintai dan pintu gerbang menjadi sebuah garis pertahanan.

Ketinggiannya tergantung pada bentuk dataran. Pada daerah-daerah strategis dibuat lebih tinggi.

Pada saat melintasi gunung atau daerah dengan bentuk tidak rata dibuat serendah mungkin untuk menghemat bahan dan tenaga. Rata-rata tinggi tembok 23-26 kaki.

Baca: Gunung Kerinci

Baca: Subak

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)

 



Lokasi Huairou District, China
Jenis Situs Warisan Dunia UNESCO
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved