Subak

Subak merupakan organisasi kemasyarakatan di Bali yang mengatur sistem perairan tradisional Bali yang menjadi warisan budaya dunia UNESCO


zoom-inlihat foto
ilustrasi-subak-di-bali.jpg
Dokumentasi Biro Komunikasi Kemenparekraf via Kompas.com
Ilustrasi Subak di Bali

Subak merupakan organisasi kemasyarakatan di Bali yang mengatur sistem perairan tradisional Bali yang menjadi warisan budaya dunia UNESCO




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Subak merupakan sistem irigasi pertanian yang ada di Bali.

Subak masuk dalam warisan budaya Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sejak 2012 silam.

Yang terlintas ketika mendengar kata subak, mungkin subur, indah, dan hijaunya persawahan.

Namun tak sampai di situ saja.

Subak memiliki kaitan erat dengan budaya dan sistem kepercayaan masyarakat Bali.

Ada konsep Tri Hita Karana yang tercermin dalam subak. (1)

Baca: Tari Barong

Ilustrasi Subak di Bali
Ilustrasi Subak di Bali (Dokumentasi Biro Komunikasi Kemenparekraf)

  • Tri Hita Karana


Tri Hita Karana adalah konsep untuk menjaga keharmonisan hubungan antara sesama manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan alam sekitar.

Hal ini juga diterapkan dalam Subak.

Sebuah lahan sawah tidak bisa berdiri sendiri.

Semua sawah yang ada di dalam suatu wilayah merupakan satu kesatuan.

Ketika satu area mengalami gangguan, maka keberadaan sawah lain juga akan terganggu.

Pengelolaan irigasi dalam sistem subak memanfaatkan bentang lahan dan aliran air secara alami.

Dalam pengelolaannya, sepenuhnya di lakukan oleh masarakat, tidak ada campr tangan dari pemerintah. (2)

Ilustrasi Subak
Ilustrasi Subak (Kebudayaan.kemendikbud.go.id)

  • Asal-usul


Kata subak merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Bali.

Kata tersebut pertama kali dilihat dalam Prasasti Pandak Bandung, yang berangka tahun 1072 M.

Kata subak tersebut mengacu kepada sebuah lembaga sosial dan keagamaan yang unik, memiliki pengaturan tersendiri, asosiasi-asosiasi yang demokratis dari petani dalam menetapkan penggunaan air irigasi untuk pertumbuhan padi.

Bagi masyarakat Bali, subak sudah menjadi konsep kehidupan masyarakat itu sendiri.

Subak menjadi metode penataan hidup bersama.

Subak bisa bertahan lebih dari satu abad karena masyarakat taat pada tradisi leluhur.

Pembagian air di sana dilakukan secara adil dan merata.

Selain itu, segala permasalahan akan dibicarakan bersama, termasuk penetapan wktu tanam dan jenis padi yang akan ditanam.

Jika ada pelanggaran, warga akan menentukan sanksi melalui upacara atau ritual yang dilaksanakan di pura. (3)

  • Struktur Organisasi


Anggota subak biasa disebut dengan krama subak.

Mereka adalah para petani yang memiliki sawah garapan dan mendapat bagian air.

Beberapa anggota ini dibedakan menjadi beberapa kelomok (disebut Sekaa).

  • Krama aktif adalah anggota yang aktif seperti krama pekaseh, sekaa yeh atau sekaa subak.
  • Krama pasif yaitu anggota yang mengganti kewajibannya dengan uang atau natura karena beberapa penyebab yang biasa disebut dengan Pengampel atau Pengohot.
  • Krama luput yaitu anggota (krama) yang tidak aktif didalam segala macam kegiatan subak karena tugasnya seperti kepala desa atau Bendesa Adat.

Pengurus (Prajuru) Subak

  • Pekaseh/Kelian adalah bertugas sebagai kepala subak.
  • Pangliman/Petajuh bertugas menjadi wakil kepala subak.
  • Peyarikan/Juru tulis adalah sebagai sekretaris.
  • Petengen/Juru raksa adalah memiliki tugas sebagai bendahara.
  • Saya/juru arah/juru uduh/juru tibak/kasinoman mempunyai tugas dalam urusan pemberitahuan atau pengumuman.
  • Pemangku adalah bertugas khusus dalam urusan ritual/keagamaan.

Kelompok (Sekaa) Subak

  • Sekaa Numbeg, yaitu sebuah kelompok yang mengatur hal pengolahan tanah.
  • Sekaa Jelinjingan, kelompok yang bertugas untuk mengatur pengolahan air.
  • Sekaa Sambang, yaitu kelompok yg memiliki tugas dalam hal pengawasan air dari pencurian, penangkap atau penghalau binatang perusak tanaman seperti burung maupun tikus.
  • Sekaa Memulih/Nandur, yaitu kelompok yang bertugas dalam hal penanaman bibit padi.
  • Sekaa Mejukut yaitu kelompok yang bertugas menyiangi padi.
  • Sekaa Manyi adalah kelompok yang bertugas menuai/memotong/mengetam padi.
  • Sekaa Bleseng yaitu kelompok yang memiliki tugas mengangkut ikatan padi yang telah diketam dari sawah ke lumbung.

Baca: Tari Kecak

Ilustrasi persawahan.
Ilustrasi persawahan. (Tribun Bali/I Putu Supartika)

  • Jaringan Sistem Pengairan


Berikut ini adalah jaringan sistem pengairan dalam subak jika diurut dari sumber air.

  • Empelan/empangan sebagai sumber aliran air/bendungan.
  • Bungas/Buka adalah sebagai pemasukan (in take).
  • Aungan adalah saluran air yang tertutup atau terowongan.
  • Telabah aya (gede), adalah saluran utama.
  • Tembuku aya (gede), adalah bangunan untuk pembagian air utama.
  • Telabah tempek (munduk/dahanan/kanca), adalah sebagai saluran air cabang.
  • Telabah cerik, sebagai saluran air ranting.
  • Telabah panyacah (tali kunda), dibeberapa tempat dikenal dengan istilah Penasan (untuk 10 bagian), Panca (untuk 5 orang), dan Pamijian (untuk sendiri/1 orang). (3)

Baca: Desa Penglipuran

Ilustrasi Subak Bali
Ilustrasi Subak Bali (Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan)

  • Google Doodle


Subak menjadi gambar doodle di laman Google pada Senin, (29/6/2020).

Tampak seorang petani tengah berteduh di sebuah saung.

Hamparan sawah tampak luas di depannya.

Lukisan itu dibuat oleh seniman Tanah Air, Hana Augustine.

Google tengah memberi apresiasi dalam memperingati salah satu warisan budaya dunia dari Indonesia. (1)

Hari ini 29 Juni 2020, Google Doodle tampilkan gambar persawahan subak, Apa itu?
Hari ini 29 Juni 2020, Google Doodle tampilkan gambar persawahan subak, Apa itu? (Google)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur)



Nama Subak
Kategori Organisasi
Daerah Bali
Terkait Sistem irigasi dan persawahan
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved