Nekat Mudik, 8 Pemudik Di Kudus Dijemput Satgas Untuk Rapid Antigen

8 orang ini yang nekat mudik ke kampung halamannya di Kudus Jawa Tengah untuk berkumpul dengan keluarganya di momen lebaran.


zoom-inlihat foto
Pemudik-di-Kudus.jpg
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Pemudik menjalani tes rapid antigen untuk memastikan kondisi kesehatan mereka di UPT Puskesmas Wergu Wetan, Kudus, Jumat (7/5/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Walau sudah ada larangan mudik dari pemerintah, tak membuat masyarakat ikut begitu saja.

Seperti halnya 8 orang ini yang nekat mudik ke kampung halamannya di Kudus Jawa Tengah untuk berkumpul dengan keluarganya di momen lebaran.

Mengetahui hal itu, Satgas Jogo Tonggo bertindak cepat.

Delapan pemudik tersebut akhirnya menjalani tes rapid antigen untuk memastikan kondisi kesehatan mereka, di UPT Puskesmas Wergu Wetan, Kudus, pada Jumat (7/5/2021).

Baca: Ada Pos Penyekatan di Cianjur, Pemudik Plat B Nekat Tabrak Polisi yang Mengadang

Satgas Jogo Tonggo  membantu mendata para pemudik di masing-masing lingkungan RT dan RW.

Satu di antara pemudik yang menjalani tes antigen tersebut adalah Eko Rifki Setiawan, warga Wergu Wetan RT 03 RW 03, yang memilih mudik lebih awal sebelum penerapan larangan mudik Lebaran, 6-17 Mei.

"Saya pulang kampung dari tanggal 5 Mei 2021 kemarin," ujar dia di Puskesmas Wergu Wetan.

ILUSTRASI MUDIK : Suasana penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). Awak bus dan karyawan perusahaan bus resah dengan kebijakan pemerintah melarang mudik yang berlaku mulai tanggal 24 April 2020 karena akan menghilangkan mata pencaharian mereka dan meminta kompensasi selama tidak bekerja.
ILUSTRASI MUDIK : Suasana penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). Awak bus dan karyawan perusahaan bus resah dengan kebijakan pemerintah melarang mudik yang berlaku mulai tanggal 24 April 2020 karena akan menghilangkan mata pencaharian mereka dan meminta kompensasi selama tidak bekerja. (Tribunnews/Herudin)

Dia tetap pulang kampung meski pemerintah melarang, karena ingin berkumpul bersama istri dan anaknya saat momen Lebaran.

Baca: Dokumen yang Wajib Dibawa oleh Penumpang Pesawat selama Masa Larangan Mudik Lebaran

Menurutnya, masih banyak teman-temannya yang bekerja di Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang yang memilih tidak pulang kampung.

"Kebanyakan, mereka masih belum berkeluarga. Kalau saya, ada istri dan anak jadi harus pulang, kerja juga buat keluarga," ucap dia.

Sebelum naik bus, Eko sebenarnya sudah mengikuti rapid tes di Kimia Farma.

Namun, surat buktinya sudah terbuang karena sudah sampai di rumah.

Ilustrasi penyekatan pemudik
Ilustrasi penyekatan pemudik (WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

Baca: Viral Pemotor Wanita ini Tak Diperbolehkan Mudik, Menangis di Depan Polisi Agar Diloloskan

Ternyata, surat ini masih terpakai sehingga dia harus mengikuti tes rapid antigen lagi untuk memastikan kondisi kesehatannya.

"Tadi saya sudah tes, hasilnya negatif," kata dia.

Sementara, Kepala UPT Puskesmas Wergu Wetan Titi Ampertini menjelaskan, delapan pemudik tersebut semuanya dites Jumat pagi.

"Sebenarnya, pemudiknya ada sembilan. tapi satu orang itu sudah membawa bukti rapid negatif," jelasnya.

Pihaknya dibantu tim Jogo Tonggo dalam mendata pemudik yang sudah kembali ke rumah masing-masing.

Baca: Menteri Agama Tegaskan Larangan Mudik Berlaku untuk Semua Warga, Santri Tak Dapat Dispensasi

Kemudian, mereka berkoordinasi dengan babinsa dan babinkamtibmas untuk dibawa ke Puskesmas.

Setelah hasilnya keluar dan dinyatakan negatif, pemudik tetap diminta tidak keluar rumah selama lima hari, dan terus dalam pemantauan.

"Pemantauan selama lima hari walaupun hasil tesnya negatif," kata dia.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved