Tunda Ujian Dokter dan Perawat, Pemerintah India Kerahkan Tenaga Medis untuk Perangi Covid-19

Pakar medis mengatakan angka sebenarnya di India bisa lima hingga sepuluh kali lebih tinggi daripada yang dilaporkan.


zoom-inlihat foto
Lonjakan-covid-19-di-India-suasana-rumah-sakit.jpg
TAUSEEF MUSTAFA / AFP
Seorang petugas kesehatan yang mengenakan setelan alat pelindung diri (APD) melayani pasien virus corona Covid-19 di dalam pusat desa Commonwealth Games (CWG) untuk sementara diubah menjadi fasilitas perawatan Covid, di New Delhi pada 2 Mei 2021.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – India menunda ujian untuk para pelatihan dokter dan perawat pada Senin, (3/5/2021).

Pemerintah India justru mendorong tenaga medis untuk melawan lonjakan infeksi covid-19 di negara itu.

Sebab, sistem kesehatan runtuh saat kasus baru mulai melonjak yang membuat rumah sakit kewalahan menangani.

Bahkan, negara itu juga krisis oksigen untuk para pasien covid-19.

Jumlah total infeksi virus corona India naik menjadi hampi 20 juta kasus, didorong oleh 12 hari berturut lebih dari 300.000 kasus baru dalam pandemi dipicu oleh virus pertama kali diidentifikasi di China tengah pada akhir 2019.

Baca: Ibu Meninggal Karena Covid-19, Seorang Anak di India Terus Beri Napas Bantuan, Berharap Hidup Lagi

Baca: Israel Wamiau

Kerabat yang mengenakan pakaian pelindung diri (APD) berdiri di samping tandu dengan tubuh seseorang yang meninggal karena virus Corona Covid-19, di tempat kremasi di New Delhi pada 2 Mei 2021.
Kerabat yang mengenakan pakaian pelindung diri (APD) berdiri di samping tandu dengan tubuh seseorang yang meninggal karena virus Corona Covid-19, di tempat kremasi di New Delhi pada 2 Mei 2021. (TAUSEEF MUSTAFA / AFP)

Pakar medis mengatakan angka sebenarnya di India bisa lima hingga 10 kali lebih tinggi daripada yang dilaporkan.

Dikutip dari newsindiatimes.com, Rumah sakit telah terisi penuh, pasokan oksigen medis menipis, dan kamar mayat serta krematorium dipenuhi mayat.

Pasien sekarat ada di tempat tidur rumah sakit, di ambulans, dan di tempat parkir mobil di luar.

“Setiap kali kami harus berjuang untuk mendapatkan kuota tabung oksigen kami,” kata B.H. Narayan Rao, seorang pejabat distrik di kota selatan Chamarajanagar, di mana 24 pasien COVID-19 meninggal, beberapa karena diduga kekurangan pasokan oksigen.

“Ini pertarungan sehari-hari,'' tambah Rao saat dia menggambarkan hiruk pikuk perbekalan.

Baca: Super Air Jet, Pesawat Baru Indonesia yang Menyasar Para Milenial

Baca: India

Seorang petugas kesehatan yang mengenakan setelan alat pelindung diri (APD) melayani pasien virus corona Covid-19 di dalam pusat desa Commonwealth Games (CWG) untuk sementara diubah menjadi fasilitas perawatan Covid, di New Delhi pada 2 Mei 2021.
Seorang petugas kesehatan yang mengenakan setelan alat pelindung diri (APD) melayani pasien virus corona Covid-19 di dalam pusat desa Commonwealth Games (CWG) untuk sementara diubah menjadi fasilitas perawatan Covid, di New Delhi pada 2 Mei 2021. (TAUSEEF MUSTAFA / AFP)

Dalam banyak kasus, kelompok relawan datang untuk menyelamatkan.

Di luar kuil di ibu kota New Delhi, relawan Sikh memberikan oksigen kepada pasien yang berbaring di bangku di dalam tenda darurat, dihubungkan ke silinder raksasa.

Setiap 20 menit atau lebih, pasien baru masuk.

“Tidak ada yang harus mati karena kekurangan oksigen. Ini adalah hal kecil, tetapi saat ini, itu adalah satu-satunya hal yang dibutuhkan setiap orang," kata Gurpreet Singh Rummy, yang menjalankan layanan tersebut.

Total infeksi sejak dimulainya pandemi telah mencapai 19,93 juta di India, membengkak oleh 368.147 kasus baru selama 24 jam terakhir.

Baca: Angka Kasus Covid-19 di Pulau Sumatera Melonjak, Doni Monardo Keluarkan Peringatan Tegas

Baca: Dua Mutasi Virus Corona Baru Sudah Masuk ke Indonesia: B.1.617 dan B.1.351

Jenazah korban yang meninggal akibat virus Corona Covid-19 terlihat sebelum dikremasi di tempat kremasi di New Delhi pada 2 Mei 2021.
Jenazah korban yang meninggal akibat virus Corona Covid-19 terlihat sebelum dikremasi di tempat kremasi di New Delhi pada 2 Mei 2021. (TAUSEEF MUSTAFA / AFP)

Sementara jumlah kematian naik 3.417 menjadi 218.959, data kementerian kesehatan menunjukkan.

Setidaknya 3,4 juta orang saat ini sedang dirawat.

Menawarkan secercah harapan, Kementerian Kesehatan mengatakan kasus positif relatif terhadap jumlah tes turun pada hari Senin untuk pertama kalinya sejak setidaknya 15 April.

Pemodelan oleh tim penasihat pemerintah menunjukkan kasus virus corona dapat mencapai puncaknya pada Rabu pekan ini, beberapa hari lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Karena virus telah menyebar lebih cepat dari yang diperkirakan.

Baca: Dennis Lyla Lakukan KDRT di Depan Anak Jadi Pemicu Kanker yang Diderita Thalita Latief

Baca: Chord Kunci Gitar Opick - Tombo Ati, Moga-moga Gusti Allah Mencukupi

Ilustrasi pasien India positif Covid-19
Ilustrasi pasien India positif Covid-19 (Tribunnews.com)




Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Johanis Tanak

    Johanis Tanak adalah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
  • Rasamala Aritonang

    Rasamala Aritonang adalah mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi
  • Viral Video 14 Detik Pasangan

    Polisi sebut perekam dan penyebar video viral 14
  • Abu Tumin

    Abu Tumin adalah ulama besar, ahli fikih, dan
  • Banyak Warga Rusia Ingin Kabur,

    Banyak warga Rusia yang melarikan diri ke negara
Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved