TRIBUNNEWSWIKI.COM – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo meningatkan kepada seluruh komponen daerah untuk memerketat peringatan larangan mudik.
Peringatan tegas ini khususnya ditujukan Doni bagi seluruh pejabat di Pulau Sumatera.
Sebab berdasarkan data dari pemerintah, beberapa provinsi di Sumatera mengalami kenaikan kasus covid-19.
Satu di antaranya ialah Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, dan Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
Hal ini terjadi lantaran masyarakat mencuri start mudik alias pulang ke kampung halaman.
Padahal pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan soal larangan mudik.
Baca: Bill Gates dan Melinda Gates Resmi Bercerai Setelah 27 Tahun Menikah
Baca: Dua Mutasi Virus Corona Baru Sudah Masuk ke Indonesia: B.1.617 dan B.1.351
“Bahkan sebelum Ramadan pun sudah ada yang kembali ke kampung halaman untuk melakukan berbagai macam aktivitas.
Sehingga kalau kita lihat, hampir semua provinsi di Pulau Sumatra mengalami kenaikan kasus, baik kasus aktif dan juga menurunkan angka kesembuhan serta meningkat sejumlah provinsi angka kematiannya,” ungkap Doni melalui keterangan resminya setelah mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi mengenai Penanganan Pandemi COVID-19, Senin (03/05/2021), di Jakarta.
Untuk itu, Doni mengingatkan seluruh komponen di daerah untuk segera melakukan upaya pengetatan dan pencegahan mobilitas masyarakat terkait dengan implementasi kebijakan pelarangan mudik yang telah diputuskan oleh pemerintah.
“Khususnya kepada seluruh pejabat di Pulau Sumatra untuk betul-betul melakukan evaluasi secepat mungkin, jangan sampai terlambat.
Karena ketika terlambat melakukan pengetatan dan melakukan langkah-langkah untuk pencegahan, maka kasus eksponensial ini akan tidak terkontrol,” ujarnya.
Baca: Tjahjo Kumolo Minta PNS Tidak Tonjolkan Ego Soal Petisi THR: Harusnya Bersyukur Dapat THR
Baca: Tak Terima Dapat THR Kecil, Banyak PNS Nekat Bikin Petisi Online untuk Sri Mulyani hingga Jokowi
Pelarangan mudik lebaran diterapkan guna mengurangi penyebaran kasus covid-19 di tanah air.
Oleh sebab itu Ketua Satgas Covid-19 ini mengeluarkan peringatan tegas agar setiap lapisan masyarakan mematuhi kebijakan tersebut.
“Bapak Presiden sudah beberapa kali menegaskan tentang ketentuan mudik, yaitu dilarang mudik.
Sehingga keputusan dilarang mudik ini mohon kiranya narasinya adalah narasi tunggal, tidak boleh ada pejabat manapun yang berbeda narasinya dari narasi pusat,” tegasnya.
Doni juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan kebijakan larangan mudik ini yang diterapkan untuk mencegah lonjakan kasus konfirmasi positif COVID-19 yang kerap terjadi setelah libur panjang ini.
Baca: Larangan Mudik Diberlakukan, Kemenhub Akan Pasang Stiker Khusus untuk Angkutan Umum
Baca: Menteri Agama Tegaskan Larangan Mudik Berlaku untuk Semua Warga, Santri Tak Dapat Dispensasi
“Tidak cukup hanya pemerintah saja yang mengajak larangan mudik.
Tetapi kita juga mengajak kepada orang tua, keluarga yang ada di kampung halaman untuk juga mau menyampaikan pesan.
Jangan dulu kembali ke kampung halaman, jangan dulu liburan di kampung, jangan Lebaran di kampung,” ajaknya.
Lebih lanjut, Doni mengatakan meski telah memegang dokumen yang menyatakan negatif covid-19, masih terdapat kemungkinan bisa terpapar virus ini.
Risiko tertular bisa terjadi saat perjalanan dan berpotensi menularkan virus tersebut saat melakukan kontak fisik dengan keluarga di kampung halaman.
“Bisa jadi anda sudah sebagai carrier, sudah terpapar covid-19, dan sudah terinfeksi.
Setelah sekian hari keluarga di kampung bisa jadi terpapar covid-19, tertular akibat pertemuan tersebut,” pungkasnya.
Baca: Profil Wardah Maulina, Selebgram yang Sempat Izinkan Suaminya Poligami, Kini Bagi Kabar Bahagia
Baca: India
Mutasi virus corona di Indonesia
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin mengumumkan adanya virus corona varian baru yang sudah mulai masuk ke Indonesia.
Hal tersebut dikatakannya dalam konferensi pers setelah mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi pada Senin (3/5/2021).
Menkes Budi G. Sadikin berujar, sebanyak tiga varian baru virus corona dari luar negeri sudah memasuki tanah air.
Diungkapkannya, selain varian baru yang berasal dari Inggris, ditemukan pula mutase virus yang berasal dai India dan Afrika Selatan.
Ketiga varian yang dimaksud ialah varian B.1.1.7 asal Inggris, varian mutasi ganda B.1.617 asal India, serta B.1.351 yang berasal dari Afrika Selatan.
Baca: Partai Gelora Indonesia
Baca: Candi Borobudur Dibangun Manual Selama 50 Tahun, Jutaan Ton Batu Bisa Tersusun Kokoh dan Simetris
“Jadi selain mutasi yang dari Inggris yang sekarang sudah ada 13 insiden, sudah ada dua mutasi dari India masuk, dan satu mutasi dari Afrika Selatan,” ujarnya seperti dikutip Tribunnewswiki.com melalui keterangan resmi.
Sebelumya dilaporkan adanya insiden penularan dai India di Jakarta.
Sedangkan insiden dari Afrika Selatan terdapat di Bali.
"Tadi juga sudah dilaporkan kepada Bapak Presiden karena sudah ada mutasi baru yang masuk, yaitu mutasi dari India.
Ada dua insiden (penularan dari India) yang sudah kita lihat dua-duanya di Jakarta dan satu insiden dari Afrika Selatan itu ada di Bali," ujar Budi.
Pemerintah terus mengupayakan upaya 3T (testing, tracing, treatment) untuk mencegah penyebaran mutasi virus baru tersebut.
Hal ini dilakukan mengingat varian virus corona tersebut termasuk dalam kategori variant of concern atau mutasi yang dapat perhatian khusu oleh WHO sebab penularan mutase virus ini sangatlah tinggi.
(Tribunnewswiki.com/Saradita)