Begini Tanggapan Dinkes Sukabumi soal Guru di Sukabumi yang Lumpuh Setelah Disuntik Vaksin

Disuntik vaksin Covid-19, seorang guru asal Sukabumi ini dikabarkan menderita kelumpuhan dan kebutaan setelah alami pendarahan.


zoom-inlihat foto
efek-samping-vaksin-covid-19.jpg
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA via Kompas.com
Vaksin Covid-19


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala Dinkes Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid, akhirnya angkat bicara soal kasus guru yang lumpuh di Sukabumi setelah disuntik vaksin Covid-19.

Dirinya mengatakan, penyakit lumpuh, tidak bisa melihat, dan tidak bisa bicara yang dialami guru Susan ini belum bisa dipastikan akibat dari vaksin.

"Jadi tentang kasus tersebut kami belum bisa menyatakan apakah kasus tersebut akibat divaksinasi," ujarnya, Kamis (29/4/2021).

"Intinya, sudah ditangani oleh para ahli dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin, apakah penyakit yang diderita Ibu Susan itu, apakah akibat vaksin atau bukan, dan ini sudah menjadi kewenangan Komda Kippi dan Komnas dari pada Kippi tersebut."

Saat ini, pihaknya selaku Pokja Kippi masih lakukan investigasi tentang kasus tersebut.

Sebelumnya, seorang guru bernama Susan Antela (31) asal Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat setelah mendapat vaksin Covid-19 menjadi sorotan.

Susan diketahui mengalami kelumpuhan sesaat setelah disuntik vaksin Covid-19.

Seorang pekerja medis Mesir memberikan dosis vaksin Oxford-AstraZeneca Covid-19 (Covishield) pada 4 Maret 2021 di Kairo pada hari pertama vaksinasi di Mesir.
Seorang pekerja medis Mesir memberikan dosis vaksin Oxford-AstraZeneca Covid-19 (Covishield) pada 4 Maret 2021 di Kairo pada hari pertama vaksinasi di Mesir. (Khaled DESOUKI / AFP)

Bahkan dirinya disempat dikabarkan mengalami pendaran saat disuntik.

Menurut keterangan sang adik, Yayu (26), Susan sempat mengalami gejala pusing, mual, dan lemas.

"Nah, pada saat disuntik itu sebenarnya keluar darah, darahnya banyak.Teteh sampai bilang darahnya mancer (nyembur) katanya kayak gitu, terus disuruh duduk,"

"Disuruh duduk bukannya membaik malah merasa sesak," ujar Yayu saat ditemui Tribunjabar.id di rumahnya, Kamis (29/4/2021).

Yayu mengatakan, Susan Antela sempat diminta berbaring oleh tim medis setelah merasakan mual dan pusing.

Bukannya membaik, penglihatan kakaknya menjadi buram.

Baca: Guru di Sukabumi Dilaporkan Lumpuh Sesaat setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Dinkes Buka Suara

Baca: Tiba di Indonesia, Vaksin Covid-19 Sinopharm Kantongi Izin Penggunaan Darurat dari BPOM

Tangan dan kakinya menjadi kaku.

Pamannya, Opi S (43) mengatakan, peristiwa itu sudah terjadi sejak sebulan yang lalu.

Saat itu, Susan disuntik bersama ratusan guru di sebuah SMK di Cisolok dan dilakukan oleh pihak Puskesmas Cisolok.

"Setelah divaksin yang kedua, susan dilarikan ke Rumah Sakit Palabuhanratu, dikarenakan badannya sudah kaku, gak bisa ngomong, gak bisa lihat, setelah dilarikan ke rumah sakit Palabuhanratu di situ dokter tidak bisa menangani, dirujuk ke RSHS Bandung,"

Menurutnya, gejala yang dialami Susan disebabkan karena vaksin Covid-19.

Penjelasan Puskesmas

Seperti yang dijelaskan oleh saudara-saudara Susan, pihak Puskesmas Cisolok juga membenarkan keadaan guru SMK tersebut.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved