Ketua DPP PDIP Sebut Jokowi Tengah Menunggu Hari Baik untuk Reshuflle agar Lancar

Isu reshuffle sudah menguat sejak dua pekan lalu, tetapi hingga kini belum juga dilakukan oleh Jokowi. 


zoom-inlihat foto
jokowi-2222.jpg
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi saat meluncurkan PT Bank Syariah Indonesia di Istana Negara, Senin (1/2/2021). DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah mengatakan Jokowi sedang menunggu hari baik untuk melakukan reshuffle.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah mengatakan Presiden Joko Widodo tengah menunggu hari baik untuk merombak kabinet Indonesia maju.

"Saya kira Pak Jokowi sedang menunggu hari baik saja, menunggu hari baik yang menurut hemat beliau itu dapat memberikan kemudahan dan kelancaran struktur kabinet baru yang akan dibentuknya itu," kata Basarah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/4/2021).

Diberitakan sebelumnya, DPR telah menyetujui Kementerian Riset dan Teknologi dilebur ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ada pula pembentukan kementerian baru, yakni Kementerian Investasi.

Politikus ini mengatakan reshuffle kabinet merupakan kewenangan presiden.

"Karena hak prerogatif presiden adalah hak subjektif Presiden RI yang dijamin konstitusi, maka kami dari PDIP menyerahkan keputusan hal tersebut kapan mau dilaksanakan, siapa pejabat mau diangkat, itu menjadi wewenang sepenuhnya Pak Jokowi sebagai presiden," katanya.

Baca: Hindari Keributan, Seknas Jokowi Minta Presiden Angkat Bicara Terkait Reshuffle Kabinet

Politikus PDI Perjuangan Ahmad Basarah.
Politikus PDI Perjuangan Ahmad Basarah. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Sehingga oleh karena hak prerogatif Presiden adalah hak subjektif Presiden RI yang dijamin konstitusi, maka kami dari PDIP menyerahkan keputusan hal tersebut kapan mau dilaksanakan, siapa pejabat mau diangkat, itu menjadi wewenang sepenuhnya Pak Jokowi sebagai presiden," katanya.

Penjelasan Istana

Isu reshuffle sudah menguat sejak dua pekan lalu, tetapi hingga kini reshuffle belum juga kunjung dilakukan oleh Jokowi

Terkait dengan hal itu, juru bicara Jokowi, Fadjroel Rachman, menegaskan perihal reshuffle tak ada yang mengetahuinya kecuali Jokowi dan Allah. 

"Hanya Presiden Jokowi dan Allah SWT yang tahu," ujar Fadjroel dalam diskusi daring bertajuk 'Jangan Pegel Nunggu Reshuffle', Sabtu (24/4/2021). 

Dia menegaskan reshuffle adalah hak prerogatif presiden. Oleh karena itu, dia pun tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai reshuffle

Baca: Seknas Jokowi Sarankan Presiden Angkat Bicara Soal Isu Reshuffle Kabinet Guna Hindari Kegaduhan

Fadjroel Rachman berjalan memasuki kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).
Fadjroel Rachman berjalan memasuki kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). (Warta Kota/henry lopulalan)

Bahkan, Fadjroel mengungkap pertemuan kali terakhirnya dengan Jokowi pada Selasa, (20/4/2021), lalu sama sekali tak menyinggung isu reshuffle

"Kami hanya membicarakan pemindahan ibu kota negara, dan saya diminta menyiapkan strategi komunikasinya," kata Fadjroel.

Hanya saja Fadjroel memastikan reshuffle pasti dilakukan untuk dua kementerian yang telah disetujui DPR terkait peleburan kementerian dan pembentukan kementerian baru. 

"Saya bertemu pak Seskab, Pramono Anung untuk memastikan saja bahwa yang tetap ada (reshuffle) itu adalah sesuai dengan yang disetujui DPR yakni kementerian investasi dan pengubahan jadi kemendikbud ristek. Mengenai isinya beliau belum beri tahu ke saya karena memang itu adalah hak dari presiden untuk sampaikan ke publik jadi bukan dari kami untuk menyampaikannya," katanya.

Baca: Soal Rumor Reshuffle Menteri Berinisial M, Pengamat: Itu Sekadar Sensasi

Jokowi diminta angkat bicara

Sekjen Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Dedy Mawardi, mengatakan Jokowi sebaiknya mulai buka suara soal reshuffle.

"Untuk menghindari kegaduhan, kami menyarankan Presiden Jokowi sebaiknya  menyampaikan langsung ke masyarakat tidak ada menteri yang di-reshuffle, yang ada penambahan menteri baru untuk kementerian investasi," kata Dedy Mawardi kepada wartawan, Kamis (22/4/2021).

Seknas Jokowi mencermati ada sedikit kegaduhan sejak disahkannya pembentukan Kementerian Investasi dan peleburan Kementerian Ristek ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved