Simak Penjelasan Dokter Mengenai Kondisi Ibu Hamil yang Boleh dan Tak Boleh Puasa Ramadhan

Berikut penjelasan dokter kandungan mengenai ibu hamil yang boleh dan tak boleh menjalani puasa di Bulan Ramadan.


zoom-inlihat foto
hamil-di-tengah-pandemi.jpg
tribunnews.com
Hal yang perlu diperhatikan ibu hamil saat sedang jalani puasa Ramadan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bulan puasa sebentar lagi akan datang menyambut umat muslim.

Meskipun banyak dinantikan oleh umat muslim, ada beberapa orang yang diperbolehkan untuk berpuasa.

Entah karena sakit, tak memenuhi syarat puasa, atau dalam keadaan tertentu.

Dalam beberapa keadaan, ibu-ibu yang sedang hamil pun tak diperkenankan menjalani puasa.

Kemudian Dokter spesialis kandungan, Huthia Andriyana, Sp OG memberikan penjelasan terkait kondisi ibu hamil yang boleh dan tidak untuk menjalankan ibadah puasa.

Ia menjelaskan, pada dasarnya ibadah puasa diperbolehkan dan aman untuk dijalankan oleh ibu hamil.

Namun, Huthia tetap memberikan sejumlah kondisi yang perlu diperhatikan ibu hamil yang akan menjalankan ibadah puasanya.

"Pada dasarnya, puasa untuk ibu hamil itu aman, asalkan kondisi memungkinkan dan tidak memaksa,"

Manfaat puasa. Foto hanya ilustrasi
Manfaat puasa. Foto hanya ilustrasi (Tribun Solo)

"Jika ada kondisi tertentu yang dirasa berat boleh membatalkan dan tidak perlu dipaksakan," ucapnya dikutip dari kanal YouTube Tribunnews.

Huthia kemudian menguraikan kondisi ibu hamil yang dilarang untuk menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini ia bagi berdasarkan masa kehamilan.

Pertama masa kehamilan 1-13 minggu atau trimester pertama.

Huthia menjelaskan, ibu hami di masa ini bisa mengalami gejala mual dan muntah.

Jika gejala tersebut berlebihan, maka ibu hamil disarankan untuk tidak berpuasa.

Baca: Jadwal Imsakiyah dan Waktu Buka Puasa Ramadhan 2021 untuk Kota Bogor, Beserta Bacaan Niat Puasa

Baca: Begini Cara Mencegah Bau Mulut saat Sedang Puasa, Coba Berkumur Menggunakan Ini

"Muntah berlebihan lebih dari 3 kali dalam sehari misalnya."

"Atau ada tanda-tanda dehidrasi, seperti bibir kering, matanya berkunang, lemas, kemudian merasa haus berlebihan. Kondisi ini disarankan untuk tidak berpuasa."

"Juga jika flek-flek pendarahan juga tidak disarankan melakukan puasa," ucapnya.

Kondisi kedua pada masa kehamilan 14-28 minggu (trimester kedua).

Huthia mengatakan dokter biasanya tidak akan merekomendasikan ibu hamil di masa ini jika berat badan atau ukuran janin kecil.

Ukuran tersebut tidak sesuai dengan usia kehamilan yang sesungguhnya.

"Atau adanya kontraksi yang teratur atau ancaman keguguran, gerakan janin dirasakan berkurang, misalnya kurang 10 kali dalam jangka waktu 12 jam,"

Panduan Aman Berpuasa untuk Ibu Hamil Trimester Pertama
Panduan Aman Berpuasa untuk Ibu Hamil Trimester Pertama (healthista.com via grid.id)










KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved