TRIBUNNEWSWIKI.COM - Inilah makanan yang bisa dikonsumsi saat berbuka puasa di Bulan Ramadhan agar terhindar dari sakit perut.
Saat berpuasa, secara fisik umat Muslim akan menahan lapar dan haus mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Hal ini berarti perut akan kosong mulai dari pagi hingga petang.
Namun, tahukah kamu tidak semua makanan bisa dikonsumsi saat buka puasa.
Beberapa makanan dapat menyebabkan sakit perut, kembung, dan lesu jika dimakan saat buka puasa.
Jika kamu ingin menghindari kondisi tak nyaman pada tubuh saat buka puasa, beberapa makanan ini dapat membantu.
Baca: Saat Ramadan, Apakah Mencicipi Makanan atau Minuman Membatalkan Puasa? Berikut Penjelasannya
Baca: Jadwal Imsakiyah dan Waktu Buka Puasa Ramadhan 2021 untuk Wilayah Sragen, Beserta Bacaan Niat Puasa
Inilah deretan makanan yang sebaiknya dimakan untuk buka puasa seperti dilansir dari livestrong:
1. Sup
Sup adalah makanan lain yang membantu kamu tetap terhidrasi.
Dan saat berbuka puasa, cari sup yang memiliki protein (melalui lentil, kacang-kacangan, daging atau unggas untuk daya tahan) dan karbohidrat, seperti pasta atau nasi, untuk energi cepat.
Bisakah Makan Daging Setelah Puasa?
Ya, makan daging atau makanan kaya protein lainnya setelah puasa sebenarnya dianjurkan, menurut British Nutrition Foundation.
Namun, harus membatasi jumlah makanan berlemak yang dikonsumsi, jadi daging tanpa lemak lebih disukai.
Baca: Ramadhan Akan Tiba, Simak Manfaat Berpuasa Bagi Kesehatan, Turunkan Berat Badan & Kontrol Gula Darah
Baca: Lakukan Olahraga Berikut Agar Badan Tetap Sehat Selama Menjalankan Ibadah Puasa
2. Minum cairan
Selama puasa disarankan untuk minum banyak air, menurut British Nutrition Foundation .
Dan, saat berbuka puasa, fokuslah pada minuman seperti susu, jus buah, atau minuman campuran seperti smoothie.
Minuman ini cenderung menjadi cara yang lembut untuk memberi tubuh nutrisi tanpa membebani proses pencernaan secara berlebihan.
Meskipun demikian, cobalah untuk menghindari minuman yang banyak mengandung gula.
Banyak jenis gula, termasuk fruktosa, yang digunakan sebagai pemanis dalam jus dan soda, dapat menyebabkan gas, menurut International Foundation for Gastrointestinal Disorders .
3. Pertimbangkan Buah Kering
Selama Ramadan, kurma sering dimakan untuk berbuka puasa, menurut British Nutrition Foundation.
Kurma mengandung sumber karbohidrat dan mikronutrien yang baik - satu buah kurma mengandung 5,3 gram karbohidrat, menurut USDA .
Buah-buahan kering lainnya yang menyediakan karbohidrat dan serat, seperti aprikot atau kismis kering, juga merupakan makanan buka puasa yang baik.
Minum Es Saat Berbuka Puasa Jadi Pilihan, Simak Beberapa Bahaya yang Mengintai
Kurang lengkap rasanya jika berbuka puasa tidak minum-minuman dingin.
Kebanyakan orang akan menyiapkan aneka es saat berbuka, seperti es sirup, es teh, es buah, dan lainnya.
Namun, mengonsumsi minuman dingin setelah seharian penuh tidak minum dan makan justru akan berdampak pada kinerja lambung.
Seorang praktisi gizi klinis dan olahraga, Rita Ramayulis, mengatakan bahwa minuman yang terlalu dingin akan membuat kerja lambung lambat karena harus menyesuaikan dengan suhu tubuh, seperti dikutip dari Kompas.com.
Lambung akan terasa kaget saat berbuka puasa langsung minum es.
Hal tersebut dapat mengakibatkan perut kembung.
Di samping itu tubuh juga harus bekerja lebih keras akibat menyesuaikan suhu minuman dengan suhu tubuh.
Meminum minuman yang mempunyai suhu berbeda dengan tubuh akan membuat tubuh bekerja lebih berat dalam mencerna.
Baca: Rekomendasi Makanan untuk Mencegah Bau Mulut saat Puasa Ramadhan
Baca: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan 2021 untuk Wilayah Tangerang, Beserta Bacaan Niat Puasa
Kondisi tersebut harus dihindari agar metabolisme tubuh setelah berbuka puasa tidak menjadi lemah.
Selain dampak tersebut, minum es saat berbuka puasa juga dapat mengakibatkan sakit tenggorokan.
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa mengonsumsi air dingin dalam kondisi perut kosong dan sering mengonsumsinya dapat mengakibatkan sakit tenggorokan dan hidung tersumbat.
Bahkan air dingin yang sering dikonsumsi ini dapat menghasilkan penumpukkan lendir berlebih di membran mukosa saluran pernapasan.
Tidak hanya sakit tenggorokan, detak jantung pun akan melemah.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa air dingin mungkin berperan dalam menurunkan detak jantung.
Minum air es merangsang saraf vagus yang merupakan bagian penting dari sistem saraf otonom tubuh, dan memediasi penurunan denyut jantung.
Saat kita mengonsumsi air dingin, suhu air yang rendah menstimulasi saraf untuk menyebabkan detak jantung turun.
Oleh karena itu, tidak dianjurkan mengonsumsi air es atau minuman terlalu dingin saat buka puasa atau ketika tubuh dalam kondisi lemah.
Minuman dingin juga dapat menghambat laju makanan ke perut.
Sebuah penelitian dari Southern Medical University, Guangzhou, China menyebutkan bahwa mengonsumsi air dingin dalam keadaan perut kosong dapat menimbulkan akalasia.
Akalasia adalah suatu kondisi yang membatasi kemampuan tubuh untuk melewati makanan melalui kerongkongan dan melewati perut.
Dampak lainnya yakni munculnya sakit kepala.
Penelitian dari University Hospital, Uppsala, Swedia menyatakan bahwa air es atau air dingin dapat mengakibatkan sakit kepala seperti migrain.
Bahkan ketika kita makan atau minum yang terlalu dingin akan menyebabkan kepala dan otak kita terasa membeku atau yang biasa disebut dengan brain freeze.
Brain freeze ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di sekitar kepala secara tiba-tiba.
Ini yang menyebabkan air es atau minuman yang terlalu dingin dapat menyebabkan sakit kepala.
Saat berbuka puasa sebaiknya meminum air hangat atau teh hangat terlebih dahulu, dalam porsi secukupnya saja.
-
Artikel ini telah tayang di TRibun Travel dengan judul Tak Ingin Sakit Perut Setelah Berbuka Puasa? Coba Konsumsi Makanan Ini
Baca lengkap soal puasa di sini
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/TRIBUNTRAVEL)