Selama Ramadan, kurma sering dimakan untuk berbuka puasa, menurut British Nutrition Foundation.
Kurma mengandung sumber karbohidrat dan mikronutrien yang baik - satu buah kurma mengandung 5,3 gram karbohidrat, menurut USDA .
Buah-buahan kering lainnya yang menyediakan karbohidrat dan serat, seperti aprikot atau kismis kering, juga merupakan makanan buka puasa yang baik.
Minum Es Saat Berbuka Puasa Jadi Pilihan, Simak Beberapa Bahaya yang Mengintai
Kurang lengkap rasanya jika berbuka puasa tidak minum-minuman dingin.
Kebanyakan orang akan menyiapkan aneka es saat berbuka, seperti es sirup, es teh, es buah, dan lainnya.
Namun, mengonsumsi minuman dingin setelah seharian penuh tidak minum dan makan justru akan berdampak pada kinerja lambung.
Seorang praktisi gizi klinis dan olahraga, Rita Ramayulis, mengatakan bahwa minuman yang terlalu dingin akan membuat kerja lambung lambat karena harus menyesuaikan dengan suhu tubuh, seperti dikutip dari Kompas.com.
Lambung akan terasa kaget saat berbuka puasa langsung minum es.
Hal tersebut dapat mengakibatkan perut kembung.
Di samping itu tubuh juga harus bekerja lebih keras akibat menyesuaikan suhu minuman dengan suhu tubuh.
Meminum minuman yang mempunyai suhu berbeda dengan tubuh akan membuat tubuh bekerja lebih berat dalam mencerna.
Baca: Rekomendasi Makanan untuk Mencegah Bau Mulut saat Puasa Ramadhan
Baca: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan 2021 untuk Wilayah Tangerang, Beserta Bacaan Niat Puasa
Kondisi tersebut harus dihindari agar metabolisme tubuh setelah berbuka puasa tidak menjadi lemah.
Selain dampak tersebut, minum es saat berbuka puasa juga dapat mengakibatkan sakit tenggorokan.
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa mengonsumsi air dingin dalam kondisi perut kosong dan sering mengonsumsinya dapat mengakibatkan sakit tenggorokan dan hidung tersumbat.
Bahkan air dingin yang sering dikonsumsi ini dapat menghasilkan penumpukkan lendir berlebih di membran mukosa saluran pernapasan.
Tidak hanya sakit tenggorokan, detak jantung pun akan melemah.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa air dingin mungkin berperan dalam menurunkan detak jantung.
Minum air es merangsang saraf vagus yang merupakan bagian penting dari sistem saraf otonom tubuh, dan memediasi penurunan denyut jantung.
Saat kita mengonsumsi air dingin, suhu air yang rendah menstimulasi saraf untuk menyebabkan detak jantung turun.