Tari Cakalele

Tari Cakalele adalah tarian perang yang menunjukkan rasa keberanian, ketangkasan, keperkasaan dan rasa persekutuan.


zoom-inlihat foto
Tari-Cakalele.jpg
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Tarian cakalele pada salah satu acara Festival Teluk Jailolo 2014 di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, Kamis (29/5/2014).

Tari Cakalele adalah tarian perang yang menunjukkan rasa keberanian, ketangkasan, keperkasaan dan rasa persekutuan.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tari Cakalele adalah tarian perang yang menunjukkan rasa keberanian, ketangkasan, keperkasaan dan rasa persekutuan.

Tari Cakalele merupakan tarian khas masyarakat Maluku.

Saat tarian dilakukan, kadang ada penari yang kerasukan roh.

Oleh sebab itu, tarian ini disebut cakalele.

Cakalele dalam bahasa Ternate terdiri dua kata, caka artinya roh, dan lele artinya mengamuk.

Sehingga cakalele berarti roh yang mengamuk.

Konon, dalam perang sesungguhnya, para penari yang sudah kerasukan roh akan berteriak-teriak mengeluarkan kata-kata Aulee... Aulee... yang berarti banjir darah!

Tari Cakalele merupakan tari perang yang secara umum mempunyai jumlah penari sebanyak 5 sampai 30 penari.

Tari Cakalele menggambarkan perjuangan rakyat Maluku dalam membela kebenaran.

Bahkan tari perang tersebut pada awalnya dipertunjukkan untuk memberikan semangat kepada para pasukan dalam melawan penjajah. [1] [2

Baca: Tari Lenso

  • Sejarah #


Berdasar dari beberapa sumber sejarah yang ada, Tari Cakalele dulunya berasal dari tradisi masyarakat Maluku Utara.

Pada saat itu tarian ini dilakukan sebagai tarian perang para prajurit sebelum menuju medan perang maupun sepulang dari medan perang.

Selain itu tarian ini juga menjadi sering dijadikan sebagai bagian dari upacara adat masyarkaat di sana.

Tari cakalele ini kemudian meluas ke daerah-daerah sekitar, karena pengaruh kerajaan pada saat itu.

Tarian ini kemudian dikenal di daerah lain seperti di daerah Maluku Tengah dan sebagian wilayah Sulawesi, salah satunya di Sulawesi Utara.

Di kalangan masyarakat Minahasa, Cakalele juga dikenal dan menjadi bagian dari tarian perang mereka, yaitu Tari Kabasaran. [3]

Baca: Tari Remo

  • Busana #


Kostum yang digunakan dalam pertunjukan Tari Cakalele biasanya menggunakan kostum khusus.

Para penari pria biasanya menggunakan pakaian perang yang didominasi warna merah dan kuning tua, serta dilengkapi dengan senjata seperti parang, salawaku, dan tombak.

Untuk kostum kapitan biasanya menggunakan penutup kepala yang dihiasi dengan bulu-bulu ayam.

Sedangkan untuk penari wanita biasanya menggunakan pakaian adat berwarna putih dan kain panjang pada bagian bawah.

Serta menggengam lenso atau sapu tangan sebagai atribut menarinya.

Pakaian dan kelengkapan yang dikenakan penari laki-laki memiliki lambang yaitu pakaian berwarna merah yang melambangkan jiwa kepahlawanan.

Bahwa penduduk Maluku mempunyai keberanian dan patriotisme saat melawan musuh.

Pedang melambangkan harga diri penduduk Maluku yang harus dipertahankan.

Tameng serta teriakan lantang dalam tarian tersebut melambangkan protes kepada sistem pemerintahan yang tidak memihak kepada masyarakat.

Saat menari, penari menggunakan tutup kepala yang dihiasi oleh bulu burung Cendrawasih atau kain.

Burung cenderawasih menjadi sangat penting bagi orang Banda, terutama dalam tatanan adat dan budaya terutama dari tradisi tari mereka.

Karena tarian Cakalele tidak bisa ditarikan jika burung cenderawasih tidak terpasang di kepala sang penari. [3] [1]

Baca: Tari Manduda

  • Pengiring #


Dalam pertunjukan Tari Cakalele biasanya diiringi oleh iringan musik tradisional seperti tifa, gong, dan bia (kerang yang ditiup).

Irama yang dimainkan dalam mengiringi tarian ini biasanya merupakan irama yang bertempo cepat layaknya genderang perang pada zaman dahulu, sehingga dapat memicu semangat para penari dan tak jarang membuat para penonton terbawa suasana tersebut.

Gerakan para penari biasanya disesuaikan dengan musik pengiring ini.

Sebab kadang irama yang dimainkan bisa jadi kode saat berganti gerakan atau formasi para penari. [3]

Baca: Tari Dinggu

Baca: Tari Balumpa

  • Pertunjukan #


Tari Cakalele ini biasanya ditarikan secara berkelompok dan dibawakan oleh penari pria serta penari wanita sebagai penari pendukungnya.

Dalam pertunjukannya penari pria menari menggunakan parang (pedang) dan salawaku (tameng) sebagai atribut menarinya.

Sedangkan penari wanita biasanya menggunakan lenso (sapu tangan) sebagai atribut menarinya.

Selain itu dalam Tari Cakalele ini, biasanya dipimpin oleh seorang penari yang berperan sebagai Kapitan (pemimpin tarian) dan seorang yang menggunakan tombak yang menjadi lawan tandingnya.

Dalam pertunjukan Tari Cakalele para penari menari dengan gerakannya yang khas mengikuti genderang musik pengiring.

Gerakan para penari pria dan penari wanita dalam tarian ini sangat berbeda.

Gerakan penari pria biasanya lebih didominasi oleh gerakan lincah para penari sambil tangan memainkan parang dan salawaku, serta gerakan kaki berjingkrak-jingkrak secara bergantian.

Sedangkan gerakan para penari wanita didominasi oleh gerakan tangan yang diayunkan ke depan secara bergantian serta gerakan kaki yang dihentakan dengan cepat mengikuti iringan musik pengiring. [3]

Baca: Tari Gong

(TribunnewsWiki.com/Rakli)



Nama Tari Cakalele
Klasifikasi Tari Perang
Asal Maluku
   


Sumber :


1. www.kompas.com
2. bobo.grid.id
3. www.negerikuindonesia.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved