Tari Remo

Tari Remo adalah tarian tradisional asal Jawa Timur yang menggambarkan keberanian seorang pangeran yang berjuang di medan perang.


zoom-inlihat foto
Tari-Remo.jpg
SURYA/DELYA OCTOVIE
Gebyar Tari Remo dan Yosakoi Surabaya, dalam acara Mlaku-mlaku nang Tunjungan, Sabtu (20/7/2019).

Tari Remo adalah tarian tradisional asal Jawa Timur yang menggambarkan keberanian seorang pangeran yang berjuang di medan perang.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tari Remo adalah tarian tradisional dari Jawa Timur yang menggambarkan keberanian seorang pangeran yang berjuang di medan perang.

Tarian ini sering ditampilkan dalam pergelaran kesenian Ludruk sebagai pengantar pertunjukan.

Selain itu, Tari Remo ini juga ditampilan sebagai tarian selamat datang dalam menyambut tamu besar yang datang ke sana.

Tarian ini sangat terkenal di Jawa Timur dan menjadi salah satu ikon kesenian tari di sana.

Tari Remo ini umumnya dibawakan oleh para penari laki–laki dengan gerakan yang menggambarkan seorang pangeran yang gagah berani.

Namun seiring dengan perkembangannya, Tari Remo ini tidak hanya dibawakan oleh penari pria saja, tetapi juga penari wanita.

Ini memunculkan Tari Remo berjenis lain yang biasa disebut Tari Remo Putri. [1]

Baca: Tari Balumpa

  • Sejarah #


Menurut sejarah, Tari Remo berasal dari sebuah desa di Jombang, yaitu Desa Ceweng, Kecamatan Diwek. Tarian ini diciptakan oleh para seniman jalanan pada masa lalu dengan mengusung tema atau cerita pangeran gagah dan berani.

Seni tari ini telah ada sejak tahun 1930-an bersamaan dengan kesenian ludruk yang sedang berkembang pesat.

Tari Remo bercerita tentang perjuangan seorang pangeran di tengah pertempuran. Hingga saat ini tarian asli Jawa Timur ini digunakan sebagai sarana komunikasi antarmasyarakat.

Pada masa awalnya, tarian ini diperkenalkan melalui penampilan keliling para seniman tari.

Tari ini berkembang dan ditampilkan dalam acara-acara tertentu, termasuk pembukaan pentas ludruk.

Tari Remo sangat berkaitan dengan pertunjukkan ludruk.

Bahkan, tarian ini dapat dikenal luas di daerah luar Jombang karena selalu dipentaskan ketika ludruk akan dimulai.

Pada akhirnya beberapa daerah mengadaptasi jenis tarian ini.

Dulu Tari Remo hanya dilakukan oleh penari pria, sesuai dengan tema yang diusung oleh tari ini.

Akan tetapi, saat ini banyak penari Remo wanita yang juga melakukannya.

Meski dilakukan oleh penari wanita, pakaian tari tetapi busana pria.

Selain di Jombang, Tari Remo juga berkembang di daerah lain di sekitar Jawa Timur.

Perkembangan tersebut berkaitan dengan akulturasi adat budaya.

Oleh sebab itu, tidak heran jika ada Tari Remo dengan Gaya Surabayanan, Gaya Sawunggaling, Gaya Jombang, Gaya Malangan, dan sebagainya. [2]

Baca: Tari Gong

  • Gerakan #


Gerakan dalam Tari Remo lebih mengutamakan gerakan kaki yang rancak dan dinamis.

Dalam pertunjukannya penari dilengkapi dengan gelang lonceng kecil yang dipasang pada pergelangan kaki.

Dengan demikian, saat penari melangkah atau menghentakkan kakinya maka lonceng kecil tersebut akan berbunyi.

Gerakan tersebut biasanya dipadukan dengan iringan musiknya sehingga suara lonceng tersebut dapat berpadu dengan musik pengiring.

Selain gerakan kaki, yang menjadi karakterisitik gerakan Tari Remo adalah gerakan selendang atau sampur, gerakan kepala, ekspresi wajah, dan kuda – kuda penari. [1]

Baca: Tari Dinggu

  • Busana #


Busana penari remo bermacam–macam dan setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri, di antaranya Gaya Sawunggaling, Surabayan, Malangan, dan Jombangan.

Busana Tari Remo pada dasarnya menggunakan ikat kepala berwarna merah, baju lengan panjang, celana sepanjang lutut, kain batik pesisiran, setagen yang diikat di pinggang, keris yang diselipkan di belakang, selendang pada bahu dan pada pinggang, dan gelang lonceng yang dikenakan pada pergelangan kaki.

Namun, Tari Remo gaya putri mempunyai busana yang berbeda dengan gaya busana Tari Remo yang asli, yaitu memakai sanggul, mekak hitam yang menutup dada, rapak yang menutupi bagian pinggang sampai lutut, dan satu selendang yang disematkan di bahu. [1]

Baca: Tari Bidu

  • Pengiring #


Pementasan tari sulit dilepaskan dari musik sebagai pengiringnya.

Musik pengiring tari berfungsi menyelaraskankan gerakan tari dengan tempo.

Pada Tari Remo suara lonceng gelang kaki yang digunakan penari akan berpadu dengan musik pengiring.

Jenis alat musik pengiring Tari Remo adalah gamelan dengan jenis irama atau gendhing jula-juli atau tropongan. [2]

Baca: Tari Payung

(TribunnewsWiki.com/Rakli)



   


Sumber :


1. www.negerikuindonesia.com
2. rimbakita.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved