Hari Ini dalam Sejarah 19 Maret: Perang Irak Melawan AS & Pasukan Koalisi Dimulai

Perang ini didasarkan atas dugaan bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal


zoom-inlihat foto
Tentara-AS.jpg
Wikimedia Commons
Tentara AS menembakkan mortar selama Perang Irak.

Perang ini didasarkan atas dugaan bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perang Irak melawan AS dan pasukan koalisi dimulai tanggal 19 Maret 2003 atau tepat 18 tahun silam.

Perang ini didasarkan atas dugaan bahwa Irak, di bawah diktator Saddam Husein, memiliki senjata pemusnah massal.

Namun, tidak ada senjata pemusnah massal yang ditemukan di Irak.

Sementara itu, Saddam Husein dihukum mati setelah dinyatakan bersalah karena melakukan kejahatan kemanusiaan.

AS menyatakan perang terhadap Irak berakhir tanggal 15 Desember 2011 atau hampir 10 tahun setelah perang dimulai.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 18 Maret: Ledakan Gas Alam di Texas Menewaskan Ratusan Murid Sekolah

  • Latar belakang


Setelah Perang Teluk (1990-1991) AS memberlakukan sanksi eknonomi terhadap Irak.

Salah satu tujuan dari sanksi itu adalah menghambat program persenjataan Irak, termasuk di antaranya senjata nuklir, kimia, dan biologi.

Beberapa tank Irak yang rusak karena terkena serangan.
Beberapa tank Irak yang rusak karena terkena serangan. (Wikimedia Commons)

Dalam penyelidikan yang dilakukan pada pertengahan tahun 1990-an, PBB menemukan berbagai senjata terlarang di Irak.

Irak mencela campur tangan PBB. Presiden Bill Clinton kemudian memerintahkan pengeboman sejumlah instalasi militer di Irak tahun 1998.

Namun, setelah pengeboman itu, Irak tidak mengizinkan penyelidik masuk ke negara itu.

Pada tahun 2002, setelah serangan 11 September, Presiden George W. Bush ingin melucuti senjata Irak.

Bush menganggap Irak mendukung kelompok teroris dan memiliki senjata pemusnah massal.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 18 Maret: Ledakan Gas Alam di Texas Menewaskan Ratusan Murid Sekolah

  • Perang dimulai


Pada awal tahun 2003 Bush dan Perdana Menteri Tony Balir menyatakan Irak terus menghambat penyelidikan oleh PBB, dan memiliki senjata terlarang.

Bush mengirimkan ultimatum kepada Saddam Husein untuk meninggalkan Irak dalam waktu 48 jam.

Saddam Husein menolak, dan perang Irak dimulai tanggal 19 Maret 2003.

Bush mengatakan AS dan pasukan koalisi menyerang "target-target yang penting secara militer" dengan rudal Tomahawk.

Pesawat dan kapal perang AS ditempatkan di Teluk Persia. Saddam Husein memutuskan bersembunyi.

Pasukan koalisi berhasil merebut kota-kota penting di Irak hanya dalam tiga minggu.

Bush menyatakan operasi militer besar telah berakhir tanggal 1 Mei 2003.

Meski militer Irak kalah, perang gerilya tetap terjadi dan menewaskan ribuan tentara koalisi dan warga sipil.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 16 Maret 1926: Roket Pertama Berbahan Bakar Cair Diluncurkan

  • Berakhir


Tentara AS akhirnya menemukan tempat persembunyian Saddam Husein. Dia tidak melawan ketika ditangkap.

Pada bulan Oktober 2005 dia didakwa telah melakukan kejahatan terhadap rakyatnya, termasuk pembunuhan massal.

Saddam Husein dinyatakan bersalah pada 6 November 2006 dan dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung.

Dia sempat melakukan banding, tetapi gagal. Dia dieksekusi tanggal 30 November 2006.

Tidak ada senjata pemusnah massal yang ditemukan di Irak. AS menyatakan perang di Irak beralhir tanggal 15 Desember 2011.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 13 Maret: Kaisar Rusia Alexander II Dibunuh dengan Lemparan Bom

(Tribunnewswiki/Tyo)

Baca artikel lainnya tentang Hari Ini dalam Sejarah di sini.

 



Peristiwa Perang Irak dimulai
Tanggal 19 Maret 2003
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved