Hari Ini dalam Sejarah 13 Maret: Kaisar Rusia Alexander II Dibunuh dengan Lemparan Bom

Bom dilemparkan oleh seorang anggota kelompok revolusioner yang menentang kediktatoran penguasa.


zoom-inlihat foto
Pembunuhan-Kaisar-Alexander-II.jpg
http://www.saint-petersburg.com/
Ilustrasi pembunuhan Kaisar Alexander II.

Bom dilemparkan oleh seorang anggota kelompok revolusioner yang menentang kediktatoran penguasa.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kaisar Rusia Alexander II pada 13 Maret 1881 atau tepat 140 tahun silam dibunuh dengan lemparan bom.

Bom itu dilemparkan oleh seorang anggota kelompok revolusioner bernama "People's Will" atau "Kehendak Rakyat".

Berkuasa sejak tahun 1855, Kaisar Alexander II melakukan banyak reformasi untuk memodernisasi Rusia.

Namun ketika kewenangannya ditantang, sikapnya menjadi represif dan mulai melawan gerakan yang bertujuan mereformasi politik.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 55 Tahun Lalu, Soeharto Ditunjuk sebagai Presiden RI Gantikan Soekarno

  • Naik takhta


Alexander II lahir di Moskow tanggal 17 April 1818 sebagai putra pertama dari Kaisar Nicholas I dan istrinya, Charlotte.

Dia mendapat pengajaran dari sejumlah guru, di antaranya Mikhail Speransky yang merupakan seorang reformer, penyair Vasily Zhukovsky, dan instruktur militer Jenderal Karl Merder.

Kaisar Rusia Alexander II
Kaisar Rusia Alexander II (Wikimedia Commons)

Sejumlah orang ini membuatnya menjadi orang yang lebih liberal daripada ayahnya.

Alexander menikah dengan putri Pangeran Hesse, Ludwig II, yang bernama Marie tahun 1841.

Nicholas I wafat tahun 1855, dan Alexander yang saat itu berumur 37 tahun menggantikannya.

Awalnya, dia berkuasa dengan cukup liberal, dan tidak otoriter seperti para pendahulunya.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 12 Maret: WHO Keluarkan Peringatan Global Wabah SARS

  • Reformasi


Alexander dikenal sebagai kaisar yang melakukan banyak reformasi.

Dia menghapuskan perbudakan di seluruh Rusia melalui Reformasi Emansipasi tahun 1861.

Dalam bidang militer, dia mengharuskan wajib militer dijalani semua kelas sosial, bukan hanya petani.

Alexander juga mereformasi sistem peradilan dan membuatnya lebih sederhana dan transparan.

Kendati dikenal menyukai reformasi, Alexander bukanlah penguasa yang demokratis.

Dia membubarkan Majelis Moskow setelah majelis itu mengusulkan sebuah konstitusi. Alexander tidak menyukai kekuasaannya dikurangi

Ketika gerakan separatis mengancam akan memberontak, dia memberangus mereka dengan keras.

Percobaan pembunuhan terhadapnya pada bulan April 1866 mungkin menjadi salah satu penyebab pandangannya berubah, dari liberal menjadi otoriter.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 11 Maret: Tragedi Fukushima, Bencana Nuklir Terburuk Kedua di Dunia

  • Dibunuh


Alexander beberapa kali menjadi target percobaan pembunuhan.

Pada bulan April 1879 seorang bernama Alexander Soloviev mencoba menembaknya, tetapi gagal.

Setahun kemudian, ada juga percobaan pembunuhan terhadapnya.

Sebuah bom yang dipasang di Istana Musim Dingin meledak. Namun, bom ini tidak mengenai Alexander.

Pada 13 Maret 1881 Alexander berkendara dengan kereta kuda yang tahan terhadap peluru.

Sebuah bom dilempar ke bawah keretanya. Kereta tahan peluru itu menyelamatkannya dari ledakan.

Namun, sebuah bom kembali dilempar dan meledak di dekat kaki Alexander.

Dia terluka parah dan dibawa ke Istana Musim Dingin. Kaisar Rusia itu meninggal di sana.

Pembunuh Alexander adalah anggota kelompok revolusioner "Kehendak Rakyat". Kelompok ini berusaha menyingkirkan kediktatoran penguasa.[4]

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Pembunuhan Kaisar Alexander II
Tanggal 13 Maret 1881
   


Sumber :


1. www.history.com
2. www.thoughtco.com


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved