"Saya tidak tahu bahwa itu adalah dia," kata Myat Thu.
Ia kemudian melihat foto yang segera beredar di Facebook yang memperlihatkan wajah Angel terbaring tak bernyawa di samping korban lain.
Myat Tu pun kaget setelah tahu kalau Angel menjadi korban kebrutalan aparat.
Seorang juru bicara junta militer tidak menanggapi permintaan untuk mengomentari insiden pembunuhan itu.
Dalam demonstrasi berdarah tersebut ada 38 orang aktivis yang meningal dunia.
Sebagai informasi, junta militer Myanmar sejak awal menegaskan akan bertindak keras terhadap siapa saja pengunjuk rasa yang berbuat kerusuhan.
Namun, mereka lebih memperlihatkan tindakan brutal.
Baca: Mereka Bukan Tentara atau Polisi, Mereka Teroris: Seorang Wanita Pendemo Myanmar Ditembak Mati
Baca: Anarki di Jalanan Myanmar saat Massa Pendukung Junta Militer Menyerang Demonstran Antikudeta
Berbagai kalangan mengecam keras tindakan aparat Myanmar terhadap pengunjuk rasa.
”Aparat keamanan Myanmar kini terlihat sengaja ingin mematahkan gerakan antikudeta dengan kekerasan serampangan dan kebrutalan,” ujar Richard Weir, peneliti pada lembaga Human Rights Watch.
Komisioner Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet mendesak aparat keamanan Myanmar ”menghentikan tindakan kejam” terhadap para pengunjuk rasa damai.
”Militer Myanmar harus menghentikan pembunuhan dan pemenjaraan para pengunjuk rasa,”ujar Bachelet dalam keterangan tertulis.
”Benar-benar mengerikan, aparat keamanan itu menembakkan amunisi tajam terhadap para pengunjuk rasa di berbagai penjuru negeri (Myanmar),” kata Bachelet.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ka, TRIBUNNEWS)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunews dengan judul Kisah di Balik Perjuangan Kyal Sin, Gadis 19 Tahun Ditembak Kepalanya Saat Demonstrasi di Myanmar