PROFIL Angel, Demonstran Viral yang Tewas Ditembak Aparat di Kepala saat Aksi Tolak Kudeta Myanmar

Inilah profil atau sosok Angel alias Kyal Sin yang fotonya viral di internet setelah kejadian dirinya ditembak aparat saat aksi damai di Myanmar


zoom-inlihat foto
1001npdex.jpg
Tribunnews
Sosok Angel yang ditembak mati aparat di kepala saat aksi damai lawan kudeta di Myanmar


Diketahui Angel alias Kyal Sin juga berbagi kebanggaannya mengikuti pemilu untuk pertama kalinya pada 8 November lalu - memposting foto dirinya mencium jarinya, yang bernoda ungu untuk menunjukkan dia telah memilih.

Angel ikut bergabung dengan demonstran anti-kudeta di Myanmar pada Rabu (4/3/2021).

Dia dibunuh militer di jalanan Mandalay pada Rabu 3 Maret 2021.

Angel tewas setelah aparat keamanan menembakkan peluru tajam ke kepalanya.

Sosok Angel yang ditembak mati aparat di kepala saat aksi damai lawan kudeta di Myanmar
Sosok Angel yang ditembak mati aparat di kepala saat aksi damai lawan kudeta di Myanmar (Tribunnews)

Foto Angel sata demonstrasi tersebut viral dan membakar semangat perlawanan demonstaran kepada militer Myanmar.

Myat Thu, demonstran yang saat itu Angel, menceritakan, gadis muda itu punya keberanian luar biasa.

Dia juga sempat menolong beberapa teman demonstran.

Angel menendang pipa air agar para demonstran bisa cuci muka akibat serangat gas air mata militer.

Angel yang punya nama China Deng Jia Xi itu sempat juga mengingatkan Myat Tu agar hati-hati.

Itu terjadi ketika polisi menembaki demonstran.

"Ketika polisi melepaskan tembakan dia mengatakan kepada saya 'Tiarap! Tiarap! Peluru akan mengenaimu," kata Myat Thu (23) menirukan.

"Dia merawat dan melindungi orang lain sebagai kawan sendiri."

Sebelum polisi menyerang, Angel sembat berteriak tak akan mundur.

Myat Thu mengatakan dia dan Angel adalah di antara ratusan yang berkumpul dengan damai di kota kedua Myanmar untuk mengecam kudeta dan menyerukan pembebasan pemimpin yang ditahan Aung San Suu Kyi.

Sebelum polisi melakukan penyerangan dan menembaki demonstran, Angel terdengar berteriak, "Kami tidak akan berlari" dan "tidak boleh ada pertumppahan darah.”

“Pertama, polisi memembakkan gas air mata untuk memukul mundur massa aksi, “kata Myat Thu.

Kemudian peluru tajam datang.

Foto-foto yang diambil sebelum dia terkena peluru dan tewas, menunjukkan Angel berbaring untuk berlindung di samping spanduk protes, dengan kepalanya sedikit terangkat.

“Semua orang berpencar,” kata Myat Thu.

Baru kemudian dia mendapat pesan: Satu gadis meninggal.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved