Fakta Kampung Mati di Ponorogo Berawal dari Pembangunan Pesantren hingga Warganya Pindah Karena Sepi

Kampung mati yang ada di Ponorogi belakangan viral di media sosial, kampung ini ditinggalkan warganya karena sepi dan akses jalan yang sulit.


zoom-inlihat foto
kampung-mati-di-desa-sumbulan.jpg
KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI
Salah satu rumah kosong yang ditinggal pemiliknya di Sumbulan, Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Keberadaan kampung mati di Kabupaten Ponorogo menjadi perbincangan di media sosial.

Kampung mati tersebut diketahui berada di Dusun Krajan I, Dukuh Sumbulan, Desa Plalang, Kecamatan Jenangan, Ponorogo.

Awalnya kampung itu dikenal dengan nama Sembulan, dihuni oleh 30 kepala keluarga.

Namun, kampung tersebut sama sekali tidak berpenghuni sejak lima tahun terakhir.

Diketahui, seluruh warganya pindah hingga disebut kampung mati.

Sumarno menyatakan, mayoritas penyebab warga Kampung Sumbulan pindah karena akses jalan yang sulit.

Dibangun Pondok Pesantren pada 1850

Salah satu mantan warga Kampung SUmbulan, Sumarni bercerita, pada 1980 di kampung itu berdiri sebuah pondok pesantren.

Pondok tersebut didirikan oleh Nyai Murtadho seorang anak ulama darri Demak.

mushala kampung mati
Mushala yang berada di Sumbulan masih digunakan petani untuk salat di Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo

Sejak saat itu, banyak warga yang datang dan belajar agama di pondok pesantren tersebut.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved