TRIBUNNEWSWIKI.COM - Korban pelecehan seksual oleh seorang bos perusahaan di Ancol kini bertambah menjadi 4 orang.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) baru-baru ini mengamankan pelaku pelecehan seksual di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Polisi menangkap tersangka berinisial JH (42) yang merupakan adik pemilik perusahaan itu yang sehari-harinya bertanggung jawab pada operasional.
Penangkapan itu terjadi setelah mendapat laporan dari dua mantan karyawatinya, DF (25) dan EFS (23).
Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengatakan, ada dua orang karyawati lain diketahui menjadi korban pelecehan oleh JH.
Mereka berinisial AA dan BB yang, seperti dua korban sebelumnya, bekerja sebagai sekretaris atasan mereka.
Akan tetapi, diungkapkan Nasriadi, dua korban lainnya enggan melaporkan kasus tersebut.
Bahkan, mereka juga tidak mau menjadi saksi.
Baca: Ini Nasib Pimpinan Bank BRI Nekat yang Lakukan Pelecehan Seksual pada Staf saat Sedang Bekerja
Baca: Fakta Kasus Pelecehan Karyawati di Ancol, Modus Ramal Nasib Lewat Sentuhan Badan, Kerap Bawa Keris
"Saat ini keduanya tidak mau melaporkan dan dijadikan saksi," kata Nasriadi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (3/3/2021).
Menurut Nasriadi, kedua korban yang belakangan terungkap enggan berurusan dengan kasus itu lantaran telah memiliki kehidupan pribadi.
Salah satu korban terkini juga telah menetap di Bali.
Kendati demikian, pihak kepolisian telah mendapat pengakuan dari JH bahwa ia juga melecehkan AA dan BB saat jam kerja.
"Pelaku mengakui bahwa AA sempat ditelanjangi," kata Nasriadi.
Mengaku orang suci utusan dewa
Sebelumnya, Nasriadi membeberkan modus pelaku adalah mengaku bisa meramal.
"Modus operandi yang dilakukan tersangka terhadap korban ini dengan mengaku sebagai peramal atau orang pintar yang bisa meramal nasib orang dan rejeki seseorang," ujar Nasriadi.
Saat meramal, lanjut Nasriadi, JH memaksa untuk menyentuh bagian tubuh korban.
"Korban dibujuk rayu dengan akan meramal dan sebagainya tetapi ada unsur pemaksaan dengan cara menyentuh bagian vital atau organ sensitif di tubuh korban dan ini dilakukan sering, artinya sudah banyak sekali," paparnya.
Kini, menurut pengakuan korban EFS, JH menyatakan dirinya sebagai wakil dewa dan orang suci.
"Kalau orang bilang, dia itu mengaku orang yang suci. Dia bilang ingin menyucikan saya dan teman saya begitu. Dia ini suruhan dewa," ucap EFS.