3. Meningkatkan sensivitas insulin
Puasa terbukti memiliki efek positif pasa sensitivitas insulin.
Hal tersebut memungkinkan tubuh untuk mentoleransi gula (karbohidrat) lebih baik.
Sebuah penelitian menyebutkan, setelah periode berpuasa, insulin menjadi lebih efektif dalam "menginfokan" sel untuk membawa glukosa dari darah.
4. Meningkatkan metabolisme
Berpuasa membuah sistem pencernaan beristirahat.
Hal tersebut dapat memberikan energi pada metabolisme untuk membakar kalori lebih efisien.
Jika sistem pencernaan buruk, maka kondisi itu dapat memengaruhi kemampuan untuk memetabolisme makanan dan membakar lemak.
Puasa pun dapat mengatur pencernaan dan meningkatkan fungsi usus yang sehat.
Dengan pencernaan yang sehat, metabolisme tubuh juga akan meningkat.
Baca: Menjelang Bulan Ramadan, Ini Bacaan Doa Niat Puasa Ramadan dan Doa Berbuka Puasa
5. Mengatur hormon rasa lapar
Jika ada pertanyaan, bisakah kita benar-benar mengalami rasa lapar jika kita makan setiap 3-4 jam?
Jawabannya tentu saja tidak bisa.
Bahkan, untuk mengalami rasa kelaparan yang sebenarnya, tubuh kita harus membutuhkan waktu 12-24 jam.
Puasa dapat membantu mengatur hormon dalam tubuh sehingga kita benar-benar merasa lapar.
Mereka yang memiliki berat badan lebih tidak menerima sinyal yang tepat tentang rasa lapar. Hal tersebut terjadi karena mereka memiliki pola makan yang berlebihan.
Semakin lama kita berpuasa, semakin banyak tubuh kita dapat mengatur dirinya sendiri untuk melepaskan hormon yang tepat. Dengan cara ini, kita mampu merasakan rasa lapar yang sebenarnya.
6. Memperbaiki pola makan
Puasa sangat bermanfaat bagi mereka yang menderita gangguan makan berlebihan.
Dengan berpuasa, mereka yang mempunyai pola makan tidak teratur akan mulai mengatur pola makannya.