Perbedaan Hisab dan Rukyat, Dua Metode untuk Menentukan Awal Bulan Ramadan dan Idul Fitri

Hisab dan rukyatul hilal menjadi dua metode menentukan awal bulan Hijriah yang digunakan di Indonesia


zoom-inlihat foto
pemantauan-hilal-2.jpg
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ilustrasi: Petugas Kantor Wilayah (Kanwil) Agama Provinsi DKI Jakarta, tengah memantau hilal awal Ramadhan 1441 H di Kanwil Agama DKI Jakarta, Cawang, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Masyarakat Indonesia sudah tak asing lagi dengan kata hisab dan rukyat.

Kedua kata tersebut kerap disebut-sebut menjelang puasa Ramadan dan Idul Fitri.

Keduanya adalah metode penentuan awal bulan hijriah, termasuk Ramadan dan Syawal.

Berikut ini perbedaan hisab dan rukyat, dilansir TribunJateng.com.

Hisab

Hisab adalah perhitungan secara astronomi.

Dalam ilmu falak, hisab sering digunakan untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi.

Baca: Kumpulan Dzikir untuk Amalan di Bulan Ramadan 2021, Lengkap dengan Bahasa Latin dan Terjemahan

Baca: Tak Sembarang Orang Boleh Ganti Puasa Ramadan dengan Fidyah, Berikut Ini Ketentuan dan Tata Caranya

FOTO HANYA ILUSTRASI - Bulan purnama terlihat di 'Phoenix West' di Dortmund, Jerman barat, pada 7 April 2020. Supermoon terlihat saat bulan purnama bertepatan dengan satelit dalam pendekatan terdekatnya ke Bumi, yang membuatnya tampak lebih cerah. dan lebih besar dari bulan purnama lainnya.
FOTO HANYA ILUSTRASI - Bulan purnama terlihat di 'Phoenix West' di Dortmund, Jerman barat, pada 7 April 2020. Supermoon terlihat saat bulan purnama bertepatan dengan satelit dalam pendekatan terdekatnya ke Bumi, yang membuatnya tampak lebih cerah. dan lebih besar dari bulan purnama lainnya. (Ina FASSBENDER / AFP)

Posisi matahari dalam Islam menjadi penentu perhitungan waktu sholat.

Sedangkan posisi bulan digunakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda periode bulan baru dalam kalender Hijriyah.

Metode hisab dipergunakan untuk menentukan awal Ramadan atau awal bulan dalam kalender Hijriyah tanpa harus melihat hilal.

Di antara yang menggunakan metode hisab adalah ormas Islam Muhammadiyah.

Baca: Persiapan Bisnis Jelang Bulan Ramadan 2021, Dijamin Makin Cuan

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam keterangan pers, mengumumkan awal Ramadan 1440 H pada Senin Legi, 6 Mei 2019.

Melalui perhitungan, Ijtimak jelang Ramadan 1440 H terjadi pada hari Ahad Kliwon, 5 Mei 2019 M pukul 05:48:25 WIB.

Kemudian, tinggi bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta (f= -07°48¢ (LS) dan l= 110°21¢BT)= +05°48¢20² (hilal sudah wujud).

Disimpulkan, awal puasa pada 1 Ramadan 1440 H jatuh pada hari Senin Legi, 6 Mei 2019 Masehi.

Rukyat (melihat hilal)

Petugas Kementerian Agama Provinsi Sulsel bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memantau hilal penetapan jadwal puasa 2018 di Mall GTC, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sulsel, Selasa (15/5/2018). Dari hasil pemantauan tersebut, hilal tak dapat dilihat karena hasil negatif dengan ketinggian minus 0,20 derajat lantaran bulan terlebih dahulu terbenam. Meski demikian hasil perhitungan sementara yang dilakukan BMKG Wilayah IV Makassar belum dapat memastikan awal puasa. Pasalnya masih menunggu hasil Sidang Itsbat akan digelar Kementerian Agama.
Petugas Kementerian Agama Provinsi Sulsel bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memantau hilal penetapan jadwal puasa 2018 di Mall GTC, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sulsel, Selasa (15/5/2018). Dari hasil pemantauan tersebut, hilal tak dapat dilihat karena hasil negatif dengan ketinggian minus 0,20 derajat lantaran bulan terlebih dahulu terbenam. Meski demikian hasil perhitungan sementara yang dilakukan BMKG Wilayah IV Makassar belum dapat memastikan awal puasa. Pasalnya masih menunggu hasil Sidang Itsbat akan digelar Kementerian Agama. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Baca: Sering Mengantuk Saat Berpuasa di Bulan Ramadan, Simak Cara Mengatasinya!

Baca: Jelang Ramadan, Ini Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang Bisa Distok di Rumah

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal.

Secara arti hilal adalah bulan sabit muda setekah terjadi ijtimak (konjungsi geosentris).

Apabila hilal sudah terlihat, itu tandanya hari berikut sudah memasuki bulan baru.

Penampakan hilal bisa dilakukan dengan mata telanjang atau menggunakan alat bantu seperti teleskop.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved