Hari Ini dalam Sejarah 26 Februari 1815: Napoleon Bonaparte Lari dari Pengasingannya di Pulau Elba

Napoleon keluar dari Pulau Elba menggunakan kapal Inconstant bersama 1.000 orang.


zoom-inlihat foto
kembalinya-napoleon-dari-pulau-elba.jpg
Wikimedia Commons
Kembalinya Napoleon dari Pulau Elba

Napoleon keluar dari Pulau Elba menggunakan kapal Inconstant bersama 1.000 orang.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte melarikan diri dari pangasingannya di Pulau Elba tanggal 26 Februari 1815 atau tepat 206 tahun silam.

Napoleon sudah menjalani pengasingan di Pulau Elba selama sekitar 10 dan ditemani pengawal berjumlah 400 orang.

Dia keluar dari pulau itu menggunakan kapal Inconstant bersama 1.000 orang dan mendarat di Golfe-Juan tanggal 1 Maret 1815.

Selanjutnya, dia menyiapkan diri untuk menghadapi perang penting yang dikenal sebagai Perang Seratus Hari.[1]

Baca: Hari Ini dalam 25 Februari: Pesawat Turkish Airlines Flight 1951 Alami Kecelakaan, 9 Orang Tewas

  • Penurunan dan pembuangan


Tentara koalisi menyerang Prancis dari berbagai sisi pada bulan Januari 1814.

Mereka mengumumkan bahwa serangan ini tidak ditujukan pada orang Prancis tetapi Napoleon Bonaparte yang menolakan tawaran Perdana Menteri Austria Klemens.

Napoleon Bonaparte meninggalkan Pulau Elba tanggal 26 Februari 1815
Napoleon Bonaparte meninggalkan Pulau Elba tanggal 26 Februari 1815 (Wikimedia Commons)

Kecerdasan strategi yang dilakukan Napoleon pada tiga bulan pertama tahun yang sama ternyata tidak cukup karena dirinya tidak dapat mengalahkan tentara koalisi.

Sementara itu, Majelis Legislatif dan Senat sekarang justru menginginkan perdamaian.

Dengan Perjanjian Chaumont pada bulan Maret 1814, Austria, Rusia, Prussia, dan Britania Raya berjanji meneruskan perjuangan sampai Napoleon ditumbangkan.

Ketika tentara koalisi sampai di depan Paris tanggal Maret 30, Napoleon telah bergerak ke timur untuk menyerang penjagaan belakang mereka.

Otoritas Prancis tidak lagi mengagumi Napoleon dan presiden dari pemerintahan darurat, Talleyrand, menyerukan penurunan Napoleon.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 24 Februari 1991: Perang Teluk Persia, Serangan Darat Dimulai

Tanpa berkonsultasi terlebih dulu dengan rakyat Prancis, dia mulai bernegosiasi dengan Louis XVII, saudara Louis XVI yang dieksekusi.

Napoleon baru mencapai Fontainebleau ketika dia mendengar bahwa Paris telah menyerah.

Karena merasa perlawanan lebih jauh tidak berguna, Napoleon akhirnya turun takhta 6 April.

Berdasarkan Perjanjian Fontaibleau, pihak koalisi memberinya Pulau Elba sebagai wilayah kepangeranan yang berdaulat.

Napoleon juga akan diberikan dua juta francs pertahun dan sukarelawan penjaga berjumlah 400 orang dari Pemerintah Prancis.

Selain itu, dia masih diizinkan memakai gelar kaisar.

Setelah gagal mencoba meracuni dirinya, kaisar tersebut menyampaikan selamat tinggal pada “Old Guard” dan sampai di Elba tanggal 4 Mei.[2]

  • Melarikan diri


Napoleon menyibukkan dirinya sebisa mungkin di miniatur kerajaan yang berpenduduk 12.000 orang ini.

Dia membangun istana dan gedung, mendesain bendera baru, mereorganisasi administrasi, memperluas jalan, meningkatkan perbentengan, dan yang lainnya.

Ibunya dan istrinya juga pindah ke Elba. Namun, Napoleon kemudian merasa bosan dan terhina atas pembuangan ini.

Selain itu, Napoleon juga mengalami kesulitan keuangan karena LouisXVIII tidak ingin membayar dua juta francs per tahun seperti yang dijanjikan dalam Perjanjian Fontainebleau.

Napoleon kemudian mencoba membuat orang bekerja tanpa dibayar dan mengumpulkan pajak dari orang-orang Elba.

Pada bulan Juni 1814 ada rumor di Elba bahwa Napoleon sedang merencanakan lari dari pulau tersebut.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Juara F1 Lima Kali, Juan Manuel Fangio, Diculik oleh Pengikut Fidel Castro

Mata-mata kemudian bahwa sedang dilakukan persiapan agar Napoleon bisa pergi.

Sebenarnya, tidak ada pernyataan dalam Perjanjian Fontainebleau bahwa Napoleon harus tetap berada di Elba. Secara teori, dia dapat pergi ke tempat yang dia inginkan.

Pada bulan Februari Napoleon meminta penyiapan Inconstant, sebuah kapal dengan berat 300 ton, untuk pelayaran, tetapi tidak menjelaskan tujuan pelayaran.

Kapal itu dicat seperti kapal Inggris, diberi persenjataan, dan dilengkapi logistik makanan untuk 120 orang untuk tiga bulan.

Napoleon juga melarang pengapalan, termasuk kapal ikan, sehingga rencananya tidak tersebar ke luar pulau.

Pada tanggal 25 Februari Napoleon bertemu kepala bangsawan di Elba dan mengumumkan kepergiannya.

Dia menyiapkan pernyataan yang dicetak malam itu juga dan siap disebarkan di Prancis.

Minggu, 26 Februari, Napoleon naik Inconstant dan pada pukul 20.00 ada tembakan meriam yang menandai keberangkatan.

Napoleon selanjutnya menyiapkan diri menghadapi perang penting yang dikenal sebagai Perang Seratus Hari.[3]

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Napoleon melarikan dari
Tanggal 26 Februari 1815
   


Sumber :


1. www.britannica.com
2. wikivisually.com
3. shannonselin.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved