Hari Ini dalam Sejarah: Juara F1 Lima Kali, Juan Manuel Fangio, Diculik oleh Pengikut Fidel Castro

Penculikan Juan Manuel Fangio bertujuan untuk mempermalukan Presiden Kuba Fulgencio Batista


zoom-inlihat foto
juan-manuel-fangio.jpg
Grandprixhistory.org
Juan Manuel Fangio, pembalap F1 asal Argentina.

Penculikan Juan Manuel Fangio bertujuan untuk mempermalukan Presiden Kuba Fulgencio Batista




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Juara balap F-1 sebanyak lima kali, Juan Manuel Fangio, diculilk oleh sekelompok pemberontak pada 23 Februari 1959 atau tepat 63 tahun silam.

Pada hari itu Juan Manuel Fangio sedang berada di Kuba untuk acara Cuba Grand Prix. Dia diculik dari hotelnya di Havana.

Penculikan Juan Manuel Fangio bertujuan untuk mempermalukan Presiden Kuba Fulgencio Batista yang kelak digulingkan oleh Castro.

Juan Manuel Fangio diculik selama tujuh jam, dan dibebaskan beberapa jam setelah Cuba Grand Prix selesai.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Presiden Roosevelt Perintahkan Jenderal MacArthur Pergi dari Filipina

  • Sekilas Fangio


Juan Manuel Fangio lahir pada 24 Juni 1911 di Balcare, Argentina.

Ketika berumur 11 tahun Fangio magang di bengkel pengerjaan logam dan ditempatkan di garasi otomotif.

Juan Manuel Fangio, pembalap F1 asal Argentina
Juan Manuel Fangio, pembalap F1 asal Argentina (Wikimedia Commons)

Fangio pernah bekerja sebuah dealer sebagai mekanik dan pengantar mobil.

Debut Fangio di balap roda empat terjadi pada tahun 1936 dan mulai kecanduan balapan.

Dia mengikuti berbagai pertandingan balap di Eropa dan berhasil menjadi juara.

Fangio membalap perdana di F1 pada musim 1950 bersama Alfa Romeo. Dia menjuarai F1 pada musim selanjutnya.

Pada tahun 1952 dia mengalami kecelakaan parah dan menjalani masa penyebuhan di Argentina.

Fangio sudah bisa kembali balapan pada musim selanjutnya dan menyelesaikan musim di peringkat kedua.

Pembalap Argentina ini kembali menjadi juara pada musim 1954, 1955, 1956, dan 1957.

Dia memutuskan pensiun pada tahun 1958 karena merasa mobil F1 semakin cepat dan berbahaya.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Kebakaran di Tengah Konser Rock di Rhode Island Tewaskan 100 orang

  • Diculik


Presiden Kuba Fulgencio Batista menggelar Cuba Grand Prix di Havana tahun 1957 dan dimenangkan oleh Fangio.

Cuba Grand Prix kembali digelar tanggal 23 Februari 1958.

Namun, pada hari itu Fangio diculik dari hotelnya yang ada di Havana.

Dia diculik oleh kelompok pemberontak pengikut Fidel Castro.

Penculikan ini bertujuan untuk mempermalukan Fulgencio Batista.

Namun, kendati Fangio diculik, pertandingan balap itu tetap digelar.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 19 Februari: Pesawat Iberia Airlines Flight 610 Jatuh, Tewaskan 148 Orang

Fangio diculik selama tujuh jam dan baru dibebaskan setelah balapan selesai, tanpa terluka.

Pada Grand Prix tersebut juga ada kecelakan mematikan yang menewaskan tujuh penonton dan melukai puluhan lainnya.

Kecelakaan itu disebabkan oleh sebuah mobil yang kehilangan kendali akibat ada tumpahan oli.

Pengikut Castro sempat diduga melakukan sabotase yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi.

Namun, kini dipercaya bahwa tumpahan oli itu berasal dari mobil balap lain.

Juan Manuel Fangio meninggal di Buenos Aires pada 17 Juli 1995 karena gagal ginjal dan penumonia.

Fangio dimakamkan di kota tempat tinggalnya, Balcare.[3]

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Juan Manuel Fangio diculik
Tanggal 23 Februari 1958
   


Sumber :


1. www.history.com
2. www.tribunnewswiki.com


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved